KOMPAS.com – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen RI, Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, menyerukan kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk menjauhi tiga hal yang ia sebut sebagai “3K”: konflik, korupsi, dan kerusakan.
Pesan ini disampaikan Mu’ti dalam sambutannya pada Milad ke-113 Muhammadiyah di Aula Mas Mansur Kantor PWM Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (29/11/2025).
“Hindari konflik, ojok tarung, ojok padu. Organisasi akan sulit maju apabila internalnya tidak rukun,” ujar Mu’ti mengingatkan agar tidak ada pertengkaran maupun gesekan di antara pengurus Muhammadiyah.
Baca juga: Milad ke-113 Muhammadiyah Jadi Gerakan Kemanusiaan, Lingkungan, dan Penguatan Wakaf
Menurutnya, keharmonisan internal menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan gerakan Muhammadiyah agar tetap kokoh, adaptif, dan maju.
Mu’ti menegaskan bahwa pengelola lembaga pendidikan Muhammadiyah harus memegang teguh amanah, khususnya dalam hal pengelolaan dana. Ia menyoroti praktik koruptif yang kerap muncul dalam lingkup pendidikan.
“Jangan sampai korupsi dana pendidikan, apalagi dana sekolah. Banyak orang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Allah sudah mengingatkan bahwa suatu bangsa akan hancur jika korup,” tegasnya.
Dengan gaya jenaka, ia memberi ilustrasi sederhana namun mengena:
“Barang harga 250 ditambahi angka nol jadi 2.500. Kalau 250 juta ditambahi nol jadi 2,5 miliar. Don’t make any corruption on earth. Supaya tetap bertahan, kita harus kredibel.”
Lebih jauh, Mu’ti menyoroti fenomena manusia modern yang mengejar materi tanpa diimbangi dengan keteguhan spiritual.
“Kadang mengejar materi tapi membuat kerusakan. Tidak diimbangi kekuatan spiritual,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk menjaga keseimbangan kehidupan duniawi dan rohani, agar tidak terjebak dalam perilaku merusak diri maupun lingkungan.
Baca juga: Muhammadiyah Genap 113 Tahun, Haedar Nashir Tekankan Komitmen Memajukan Kesejahteraan Bangsa
Acara Milad ke-113 Muhammadiyah ini turut dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir secara daring, Ketua PWM Jatim Prof Dr dr Sukadiono MM, serta jajaran pengurus PWM dan PDM se-Jawa Timur.
Peringatan ini sekaligus menjadi momentum refleksi gerakan Muhammadiyah untuk terus memperkuat integritas, harmoni organisasi, serta kontribusi bagi bangsa.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang