Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesiapan Masjid Negara IKN untuk Aktivitas Ramadan 1447 Hijriyah

Kompas.com, 10 Januari 2026, 15:42 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com — Kementerian Agama memastikan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) siap digunakan untuk mendukung aktivitas ibadah masyarakat menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, usai melakukan kunjungan dan rapat koordinasi bersama Otorita IKN (OIKN) di lokasi masjid, Rabu (7/1/2026).

Abu Rokhmad mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi fisik Masjid Negara IKN setelah masa pembangunan oleh penyedia jasa dinyatakan selesai.

Peninjauan mencakup area utama masjid, selasar, ruang pertemuan, tempat wudu, toilet, podium khotbah, ruang pengimaman, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Baca juga: Masjid Negara IKN Siap Digunakan Menyambut Ramadan 1447 H, Kemenag Pastikan Fasilitas Lengkap

“Selain pengecekan fisik, kami juga menginventarisasi sejumlah kelengkapan yang masih perlu disempurnakan agar masjid dapat difungsikan secara optimal. Terutama untuk mendukung aktivitas ibadah dan layanan keagamaan masyarakat saat Ramadan,” ujar Abu Rokhmad.

Ia menekankan bahwa Masjid Negara IKN tidak hanya dipersiapkan sebagai bangunan ibadah, tetapi juga sebagai representasi wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan inklusif. Karena itu, pengelolaan masjid ke depan harus ditopang oleh tata kelola (idarah), takmir, dan riayah yang profesional, berintegritas, serta memiliki pemahaman keagamaan yang baik.

Guru Besar UIN Walisongo Semarang itu juga menyoroti pentingnya penerapan konsep ekoteologi dalam pembangunan dan pengelolaan Masjid Negara IKN. Menurutnya, masjid harus menjadi simbol harmoni antara nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan semangat pembangunan IKN yang berkelanjutan.

“Masjid Negara IKN harus menjadi rujukan nasional, bukan hanya dari sisi arsitektur, tetapi juga tata kelola, layanan keagamaan, dan kontribusinya dalam membangun peradaban,” tegasnya.

Disiapkan Inklusif dan Berbasis Syariah

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa kesiapan Masjid Negara IKN tidak hanya diukur dari aspek bangunan fisik, tetapi juga kesesuaian ornamen, kaligrafi, serta ketepatan arah kiblat agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung khusyuk dan sesuai kaidah syariah.

Ia juga menyampaikan bahwa Kemenag tengah menyiapkan sejumlah usulan nama Masjid Negara IKN yang akan diajukan kepada Menteri Agama.

Penamaan tersebut diharapkan mencerminkan nilai kebangsaan, keislaman, dan visi IKN sebagai kota masa depan.

Menurut Arsad, pengoperasian Masjid Negara IKN membutuhkan sinergi lintas pihak, mulai dari OIKN, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi keagamaan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar masjid dapat berfungsi optimal sebagai pusat ibadah, edukasi, dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.

“Masjid ini diharapkan menjadi ruang bersama yang inklusif, terbuka, dan adaptif terhadap dinamika masyarakat modern, khususnya di kawasan IKN,” ujarnya.

Perpustakaan Masjid dan Akses Ramah Jemaah

Sementara itu, Kasubdit Kemasjidan Kemenag, Nurul Badruttamam, menyampaikan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan detail terhadap kesiapan sarana dan prasarana, termasuk area wudu, toilet, sirkulasi jamaah, serta aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, Kemenag tengah merancang konsep perpustakaan Masjid Negara IKN yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

Baca juga: Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Sunnah atau Sekadar Tradisi?

Perpustakaan tersebut diharapkan menjadi pusat literasi keislaman yang terbuka dan representatif bagi masyarakat.

“Seluruh persiapan ini dilakukan agar Masjid Negara IKN dapat dioperasikan secara bertahap, khususnya untuk menyambut Ramadan 2026. Masjid ini tidak hanya siap digunakan, tetapi juga siap memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” pungkas Nurul.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Aktual
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Aktual
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Aktual
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Aktual
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Aktual
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Aktual
 Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Aktual
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Aktual
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Aktual
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Aktual
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Aktual
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Aktual
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar