Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Malaikat yang Datang Saat Seseorang Sakit, Salah Satunya Bertugas Menghapus Dosa

Kompas.com, 1 April 2026, 15:32 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com – Kisah malaikat yang mengunjungi orang sakit menjadi salah satu pelajaran penting dalam Islam tentang hikmah di balik ujian.

Setiap manusia pasti mengalami sakit dalam perjalanan hidupnya, termasuk seorang mukmin.

Dalam ajaran Islam, kondisi sakit tidak hanya dipandang sebagai ujian, tetapi juga sebagai sarana penghapus dosa.

Hal ini dijelaskan dalam berbagai riwayat dan penjelasan ulama mengenai peran malaikat saat seorang mukmin sakit.

Baca juga: Kisah Harut dan Marut di Babilonia: Benarkah Malaikat Ajarkan Sihir?

4 Malaikat yang Mengunjungi Mukmin Sakit

Dilansir dari laman Kemenag, Syaikh Muhammad bin Abu Bakar dalam kitab Al-Mawa'idzul 'Ushfuriyyah (Semarang: Toha Putera Grup, t.t), halaman 16, menjelaskan bahwa ketika seorang mukmin sakit ada empat malaikat dengan tugas yang berbeda-beda.

Hal ini seperti diriwayatkan oleh Abu Imamah Al-Bahili yang mengutip sabda Rasulullah, ketika hamba mukmin akan terserang sakit, Allah subhânahu wata‘âlâ mengutus empat malaikat, masing-masing dari malaikat tersebut diberi tugas yang berbeda, yaitu:

1. Malaikat yang Mencabut Kekuatan Tubuh

Saat seorang mukmin jatuh sakit, Allah memerintahkan malaikat untuk mencabut kekuatan dalam tubuhnya. Akibatnya, orang yang sakit akan merasakan kelemahan dan tidak berdaya.

Kondisi ini menjadi bagian dari proses ujian yang dialami oleh seorang hamba sebagai bentuk ketetapan dari Allah SWT.

2. Malaikat yang Mencabut Kelezatan Rasa

Selain kekuatan tubuh, malaikat juga diperintahkan untuk mencabut kelezatan rasa pada lidah. Makanan yang biasanya terasa nikmat menjadi hambar atau bahkan pahit.

Hal ini menjadi tanda bahwa sakit tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga kenikmatan yang dirasakan oleh tubuh.

3. Malaikat yang Mencabut Kecerahan Wajah

Malaikat lainnya bertugas mencabut kecerahan wajah seorang mukmin yang sakit. Akibatnya, wajah terlihat pucat dan tidak segar seperti biasanya.

Perubahan ini menjadi salah satu tanda fisik dari kondisi sakit yang sedang dialami seseorang.

4. Malaikat yang Menghapus Dosa

Salah satu keutamaan bagi mukmin yang sakit adalah dihapusnya dosa-dosa. Malaikat keempat diperintahkan untuk mencabut dosa hingga hamba tersebut menjadi bersih.

Ketika Allah memberikan kesembuhan, malaikat diperintahkan mengembalikan kekuatan, rasa, dan kecerahan wajah. Namun, dosa yang telah diambil tidak dikembalikan.

"Ya Allah, mengapa Engkau tidak perintahkan aku untuk mengembalikan dosa-dosa ini kepada hambamu?"

Allah pun menjawab, “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosa hamba-Ku setelah Aku menyulitkannya ketika sakit."

Hikmah di Balik Ujian Sakit 

Dalam kisah tersebut dijelaskan bahwa dosa yang telah diangkat akan dibuang ke laut dan tidak dikembalikan kepada hamba Allah yang beriman.

Hal ini menunjukkan bahwa sakit dapat menjadi sarana pembersihan diri bagi seorang mukmin. Dengan demikian, seorang mukmin yang sakit dapat kembali dalam keadaan suci dari dosa.

Bahkan, jika meninggal dalam kondisi tersebut, ia wafat dalam keadaan bersih dari dosa.

Kisah tentang empat malaikat ini menjadi pengingat bahwa setiap ujian memiliki hikmah. Sakit bukan hanya penderitaan, tetapi juga jalan bagi seorang hamba untuk mendapatkan ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar