Penulis
KOMPAS.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terus memperkuat transformasi digital layanan kurban melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 guna menghadirkan layanan kurban yang mudah, amanah, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Melalui integrasi layanan digital, masyarakat kini dapat menunaikan ibadah kurban secara praktis melalui website resmi, platform crowdfunding, e-commerce, fintech, hingga layanan digital banking.
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan, transformasi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola kurban nasional.
Baca juga: Dari Mustahik ke Muzaki, Program Kurban BAZNAS 2026 Ubah Nasib Peternak Desa
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa berkurban dengan mudah, transparan, dan tepat sasaran. Digitalisasi memudahkan proses pembayaran, monitoring, hingga pelaporan distribusi kurban,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Ia menambahkan, sistem digital yang dibangun BAZNAS tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana umat.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah besar yang harus dijaga dengan tata kelola profesional,” katanya.
Salah satu inovasi digital yang diterapkan di Balai Ternak Baznas Lampung Tengah ialah aplikasi "Sirena" (Sistem Identifikasi dan Recording Ternak) dan SIEMBE, aplikasi berbasis VBA Macro Excel yang dibuat oleh kader lokal untuk mendata mutasi ternak, pengobatan, penimbangan, hingga laporan keuangan kelompok.
Ketua Baznas Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, mengatakan aplikasi tersebut sangat membantu pengelolaan usaha peternakan.
“Dulu pencatatan manual sering tercecer. Sekarang semua data ternak lebih tertib dan mudah dipantau. Ini membantu peternak belajar manajemen modern,” ujarnya kepada awak media di Bandar Lampung, Kamis (21/5/2026) malam.
Iskandar menyatakan transformasi digital penting agar pengelolaan kurban semakin profesional dan terpercaya.
“Kami ingin membangun ekosistem kurban yang modern, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Yufeed Berkah Mulia Balai Ternak Lampung Tengah, Indra Sofwatama mengaku sistem digital membuat peternak lebih disiplin dan profesional.
“Kami jadi tahu perkembangan ternak, biaya pakan, sampai hasil penjualan. Semua tercatat rapi,” katanya kepada awak media di Balai Ternak Lampung Tengah, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Baznas: Dam Haji di Indonesia Bantu Gizi dan Ekonomi Desa
Selain digitalisasi layanan, BAZNAS RI juga memastikan distribusi kurban dilakukan secara merata hingga wilayah 3T dan daerah rawan pangan melalui sistem distribusi berbasis kebutuhan wilayah.
Program ini turut menghadirkan inovasi Kurban Kaleng agar distribusi daging kurban dapat menjangkau wilayah dengan akses terbatas maupun daerah terdampak bencana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang