Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Kompas.com, 24 Mei 2026, 11:51 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Hari Arafah merupakan salah satu hari paling utama dalam Islam yang jatuh pada 9 Zulhijah.

Hari ini menjadi puncak dari sepuluh hari pertama Zulhijah, yakni hari-hari yang memiliki kedudukan besar dalam kalender Islam.

Bagi jemaah haji, Hari Arafah menjadi momen utama pelaksanaan wukuf di Padang Arafah sebagai rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan.

Sementara bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, Hari Arafah dapat diisi dengan berbagai amalan, mulai dari puasa, doa, zikir, memohon ampunan, hingga berkurban.

Baca juga: Wukuf di Arafah Jadi Puncak Haji, Ini Doa dan Dzikir yang Dibaca

Apa itu Hari Arafah?

Hari Arafah adalah hari kesembilan pada bulan Zulhijah.

Pada 2026, Hari Arafah diperingati pada 26 Mei 2026.

Hari ini memiliki kedudukan istimewa karena berada dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yang disebut sebagai hari-hari paling suci dalam kalender Islam.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini” (HR Ahmad).

Sebagaimana Lailatul Qadar menjadi puncak dari sepuluh malam terakhir Ramadhan, Hari Arafah menjadi puncak dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Keutamaan Hari Arafah

Hari Arafah memiliki banyak keutamaan dalam Islam.

Allah SWT bersumpah tentang pentingnya hari ini dalam Al-Qur’an:

“Demi langit yang bertabur bintang. Dan demi hari yang dijanjikan. Dan demi seorang saksi dan yang disaksikan” (QS Al-Buruj: 1-3).

Terkait ayat tersebut, Nabi Muhammad SAW menjelaskan, “Hari yang dijanjikan adalah Hari Kiamat, hari yang disaksikan adalah Hari Arafah, dan saksinya adalah hari Jumat. Matahari tidak terbit dan terbenam pada hari yang lebih mulia daripada Hari Arafah” (HR Tirmidzi).

Hari Arafah juga dikenal sebagai hari pengampunan besar.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada hari di mana Allah SWT membebaskan lebih banyak orang dari api neraka selain pada Hari Arafah. Dia mendekat, lalu membanggakan mereka kepada para malaikat, seraya berkata, 'Apa yang mereka inginkan?'” (HR Muslim).

Keutamaan lainnya, Hari Arafah menjadi hari ketika Allah menyempurnakan agama Islam.

Hal ini merujuk pada turunnya ayat:

“Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agamamu dan telah melengkapi nikmat-Ku atasmu, dan Aku telah memilih Islam sebagai agamamu” (QS Al-Maidah: 3).

Dalam riwayat Bukhari, Umar bin Khattab RA pernah menjelaskan bahwa ayat tersebut turun ketika Nabi Muhammad SAW sedang berdiri di Arafah pada hari Jumat.

Apa yang dilakukan jemaah haji pada Hari Arafah?

Pada 9 Zulhijah, jemaah haji bergerak menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Di Arafah, jemaah menggabungkan shalat Zuhur dan Asar, lalu memperbanyak doa, zikir, dan permohonan ampun kepada Allah SWT hingga matahari terbenam.

Wukuf di Arafah menjadi ritual terpenting dalam ibadah haji.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Haji adalah Arafah” (HR Nasa’i).

Tanpa wukuf di Arafah, ibadah haji tidak dianggap lengkap.

Dalam sejarah Arab pra-Islam, sebagian kelompok, termasuk Quraisy, tidak berangkat ke Arafah karena merasa sebagai penjaga Ka’bah dan umat pilihan Allah.

Namun, Nabi Muhammad SAW mengikuti perintah Allah dengan memerintahkan seluruh jemaah untuk menuju Arafah dan memohon ampun pada 9 Dzulhijjah.

Perintah ini menegaskan bahwa tidak ada kelompok yang lebih tinggi dari ritual haji tersebut.

Saat matahari terbenam, jemaah haji meninggalkan Arafah dan bergerak menuju Muzdalifah.

Di Muzdalifah, jemaah melaksanakan shalat Maghrib dan Isya, kemudian bermalam di bawah langit terbuka sebagai simbol kesetaraan di hadapan Allah SWT.

Baca juga: Hanya Puasa Arafah Saja, Apakah Tetap Dapat Pahala Dzulhijjah?

Amalan yang dianjurkan pada Hari Arafah

Umat Islam yang tidak menunaikan haji tetap dapat meraih keberkahan Hari Arafah dengan memperbanyak ibadah.

Beberapa amalan yang dianjurkan pada Hari Arafah meliputi doa, puasa, istighfar, zikir, dan kurban.

1. Memperbanyak doa

Hari Arafah menjadi waktu utama untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda tentang Hari Arafah, “Pada hari ini, ada suatu saat di mana tidak ada seorang hamba mukmin yang memohon kebaikan kecuali Dia akan mengabulkannya, dan tidak ada seorang hamba pun yang memohon perlindungan dari kejahatan kecuali Dia akan melindunginya darinya” (HR Tirmidzi).

Umat Islam dianjurkan memanjatkan doa pribadi, doa untuk keluarga, doa untuk umat Islam, serta doa kebaikan dunia dan akhirat.

2. Puasa Arafah

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Puasa pada Hari Arafah menghapus dosa-dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang” (HR Muslim).

Keutamaan ini menjadikan puasa Arafah sebagai salah satu ibadah yang sangat dianjurkan menjelang Idul Adha.

Sementara itu, jemaah haji yang sedang berada di Arafah umumnya tidak berpuasa agar tetap kuat berdoa, berzikir, dan mengikuti rangkaian ibadah haji.

3. Memohon ampunan

Hari Arafah juga menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Arafah disebut sebagai hari ketika rahmat Allah turun dan banyak hamba dibebaskan dari api neraka.

Sebuah hadis menyebutkan, “Setan tidak lebih hina, diusir, atau marah pada hari lain selain pada Hari Arafah karena ia melihat turunnya rahmat dan ketidakpedulian Allah terhadap dosa-dosa besar, kecuali apa yang ia saksikan pada Hari Badar” (HR Malik).

Umat Islam dianjurkan merendahkan diri di hadapan Allah dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya.

Baca juga: Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026

4. Berdzikir

Pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak tahlil, takbir, tahmid, dan tasbih.

Bacaan tersebut antara lain La ilaha illallah, Allahu akbar, Alhamdulillah, dan Subhanallah.

Pada Hari Arafah, jemaah haji juga memperbanyak talbiyah sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.

Bacaan Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil ‘azhim juga dapat diamalkan sebagai zikir yang memiliki keutamaan besar.

5. Berkurban

Umat Islam juga dianjurkan menunaikan kurban pada Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik.

Kurban menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus sarana berbagi kepada sesama.

Abu Talhah RA meriwayatkan, “Nabi SAW berkurban untuk orang-orang di umatnya yang tidak mampu berkurban, siapa pun yang bersaksi tentang keesaan Allah dan kenabian-Nya” (HR Thabrani dan Ahmad).

Melalui kurban, umat Islam dapat menghidupkan sunnah Nabi sekaligus membantu keluarga yang membutuhkan agar dapat menikmati daging pada hari raya.

Makna Hari Arafah bagi umat Islam

Hari Arafah menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan ruhani untuk kembali kepada Allah SWT.

Bagi jemaah haji, Arafah menjadi tempat untuk berdoa, bertobat, dan memohon ampunan dengan penuh harap.

Bagi umat Islam yang tidak berhaji, Hari Arafah tetap menjadi kesempatan besar untuk memperbanyak amal saleh.

Melalui doa, puasa, zikir, istighfar, dan kurban, umat Islam dapat mengambil bagian dalam keberkahan Hari Arafah meski tidak berada di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Arab Saudi Siapkan Kereta Super Cepat dan Ribuan Bus untuk Layani 1,6 Juta Jamaah Haji 2026
Arab Saudi Siapkan Kereta Super Cepat dan Ribuan Bus untuk Layani 1,6 Juta Jamaah Haji 2026
Aktual
Wukuf di Arafah Jadi Puncak Haji, Ini Doa dan Dzikir yang Dibaca
Wukuf di Arafah Jadi Puncak Haji, Ini Doa dan Dzikir yang Dibaca
Doa dan Niat
Dokter Ibu-Anak di Lampung Ini Layani Pasien dengan Kotak Infak, Terinspirasi Dokter yang Tak Pernah Pasang Tarif
Dokter Ibu-Anak di Lampung Ini Layani Pasien dengan Kotak Infak, Terinspirasi Dokter yang Tak Pernah Pasang Tarif
Aktual
Dulu Berdesakan dan Jalan Kaki, Kini Haji Makin Nyaman Berkat Teknologi dan Kereta Cepat
Dulu Berdesakan dan Jalan Kaki, Kini Haji Makin Nyaman Berkat Teknologi dan Kereta Cepat
Aktual
Baznas Permudah Kurban 2026 lewat Digitalisasi, Bisa Bayar via E-Commerce hingga Mobile Banking
Baznas Permudah Kurban 2026 lewat Digitalisasi, Bisa Bayar via E-Commerce hingga Mobile Banking
Aktual
Firdaus Ditemukan, Istri Ungkap Pesan Haru untuk Petugas di Tanah Suci
Firdaus Ditemukan, Istri Ungkap Pesan Haru untuk Petugas di Tanah Suci
Aktual
Wakapolri Berkoordinasi dengan Otoritas Saudi untuk Perkuat Perlindungan Jamaah Haji Indonesia
Wakapolri Berkoordinasi dengan Otoritas Saudi untuk Perkuat Perlindungan Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Ketegaran Nafsiah Dampingi Suami Sejak Berangkat Haji Hingga Harus Dimakamkan di Makkah
Ketegaran Nafsiah Dampingi Suami Sejak Berangkat Haji Hingga Harus Dimakamkan di Makkah
Aktual
Baznas Kota Tangerang Buka Pelatihan Sekuriti Gratis untuk Mustahik
Baznas Kota Tangerang Buka Pelatihan Sekuriti Gratis untuk Mustahik
Aktual
MTQ Internasional di Masjid Istiqlal Diikuti Peserta dari 9 Negara dan 28 Provinsi
MTQ Internasional di Masjid Istiqlal Diikuti Peserta dari 9 Negara dan 28 Provinsi
Aktual
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Saudi, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Saudi, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna
Aktual
Batas Waktu Potong Kuku dan Rambut Bukan Sesudah Shalat Idul Adha 2026, Lalu Kapan?
Batas Waktu Potong Kuku dan Rambut Bukan Sesudah Shalat Idul Adha 2026, Lalu Kapan?
Aktual
Arab Saudi Tangkap Pelaku Penipuan Haji Palsu dan Pendatang Tanpa Izin di Makkah
Arab Saudi Tangkap Pelaku Penipuan Haji Palsu dan Pendatang Tanpa Izin di Makkah
Aktual
Arab Saudi Perketat Pengamanan Haji 2026, Akses ke Makkah Diawasi Ketat
Arab Saudi Perketat Pengamanan Haji 2026, Akses ke Makkah Diawasi Ketat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com