Editor
KOMPAS.com - Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terus memperkuat layanan bagi jemaah dan pengunjung di Tanah Suci melalui penyediaan air Zamzam dalam jumlah besar.
Setiap hari, ratusan ton air Zamzam didistribusikan di area Masjid Nabawi untuk memenuhi kebutuhan jutaan jemaah haji dan umrah yang datang sepanjang tahun.
Layanan tersebut didukung sistem distribusi modern yang memungkinkan akses air Zamzam berlangsung aman, mudah, dan efisien.
Baca juga: Tidak Hanya Air Zamzam, Boneka Unta Juga Jadi Oleh-oleh Favorit Jemaah Haji
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas pelayanan di dua masjid suci, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Dilansir dari SPA, Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengumumkan bahwa Masjid Nabawi mendistribusikan sekitar 235 ton air Zamzam setiap hari.
Baca juga: 8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
Distribusi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jemaah dan pengunjung yang beribadah di kawasan masjid sepanjang tahun.
Layanan penyediaan air Zamzam itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah di dua masjid suci.
Sistem distribusi air Zamzam di Masjid Nabawi didukung oleh lebih dari 10.000 dispenser yang tersebar di berbagai area masjid dan pelatarannya.
Seluruh dispenser tersebut terus diisi ulang dan dipantau secara berkala untuk memastikan ketersediaan air bagi jemaah.
Selain menjaga pasokan, otoritas juga melakukan pemeriksaan kualitas dan keamanan air secara rutin menggunakan teknologi pengujian terbaru.
Langkah tersebut dilakukan agar jemaah dapat memperoleh air Zamzam dengan aman dan nyaman selama berada di Masjid Nabawi.
Layanan ini menjadi bagian dari sistem pelayanan terpadu yang dijalankan otoritas untuk melayani pengunjung dengan standar kualitas dan efisiensi operasional yang tinggi.
Tidak semua air yang disediakan di Masjid Nabawi adalah air zamzam. Jemaah Indonesia bisa membedakan apakah air tersebut zamzam atau air biasa dari letaknya.Penyediaan air Zamzam bagi jemaah merupakan salah satu bentuk pelayanan tertua yang dikenal dalam sejarah dua masjid suci.
Tradisi tersebut bermula sejak sumur Zamzam digali oleh Abdul Muthalib bin Hasyim, kakek Nabi Muhammad SAW.
Tanggung jawab pengelolaan sumur itu kemudian diwariskan kepada putranya, Al-Abbas.
Pada masa lalu, para penyedia air Zamzam menyimpan air dalam guci-guci besar berbahan tanah liat yang diberi aroma damar mastic dan air mawar dari Thaif.
Air Zamzam kemudian dibagikan menggunakan kendi portabel kepada jemaah di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Selain itu, air juga didistribusikan ke berbagai tempat penginapan jemaah yang berada di sekitar kawasan suci.
Profesi penyedia air Zamzam kemudian diatur secara resmi oleh negara pada era Arab Saudi melalui regulasi penyelenggaraan haji tahun 1345 Hijriah.
Ketentuan tersebut terdokumentasi dalam arsip Yayasan Raja Abdulaziz untuk Penelitian dan Arsip (Darah).
Seiring perkembangan zaman, Arab Saudi memodernisasi sistem pelayanan air Zamzam dengan memanfaatkan infrastruktur canggih.
Pengelolaan air Zamzam kini didukung pabrik pembotolan otomatis dan jaringan distribusi digital berteknologi tinggi.
Modernisasi tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas air Zamzam tetap optimal sekaligus memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah yang datang ke Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang