Editor
KOMPAS.com - Kurma, sajadah, dan perlengkapan ibadah masih menjadi oleh-oleh khas yang banyak dibawa jamaah haji dari Tanah Suci.
Namun, layanan kargo yang tersedia selama musim haji mengungkap fakta menarik tentang ragam barang yang dibeli jamaah Indonesia di Arab Saudi.
Tidak sedikit jamaah yang memanfaatkan layanan pengiriman barang untuk mengirim oleh-oleh unik dan berukuran besar yang sulit dibawa dalam bagasi pesawat.
Baca juga: Belanja Oleh-oleh Haji di Al Balad, Jemaah Bisa Tawar-menawar Pakai Bahasa Indonesia
Mulai dari wajan, teko, hingga berbagai peralatan rumah tangga tercatat menjadi isi paket yang dikirim jamaah ke berbagai daerah di Indonesia.
Hal ini seperti diungkap Petugas Pos Indonesia di Makkah, Karyadi, yang mengatakan isi paket kiriman jamaah haji sangat beragam dan sering kali di luar dugaan.
Selain kurma, pakaian, dan perlengkapan ibadah, banyak jamaah yang memilih membawa pulang barang-barang rumah tangga dari Arab Saudi.
Baca juga: Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
"Ada wajan, alat-alat rumah tangga, terutama jemaah di daerah Makassar banyak yang kirim teko, sajadah besar, dan lainnya," kata Karyadi kepada tim Media Center Haji (MCH) di Al Waha, Kakiyah, Makkah, Senin (8/6/2026).
Menurut dia, barang-barang tersebut cukup sering ditemukan dalam paket kiriman jamaah yang memanfaatkan layanan kargo Pos Indonesia.
Layanan kargo menjadi alternatif bagi jamaah yang ingin membawa lebih banyak oleh-oleh tanpa khawatir kelebihan bagasi saat pulang ke Indonesia.
Selama musim haji, PT Pos Indonesia membuka layanan pengiriman barang dari Makkah dan Madinah ke berbagai daerah di Tanah Air.
Untuk menggunakan layanan tersebut, jamaah cukup mendatangi posko Pos Indonesia atau menghubungi petugas yang telah disediakan.
Selanjutnya, seluruh barang yang akan dikirim akan diproses dan dikemas oleh petugas.
"Kami packing semuanya. Jemaah cukup membawa barangnya dalam kantong plastik. Nanti kami yang merapikan ke dalam kardus," ujar Karyadi.
Petugas Pos Indonesia akan menyesuaikan ukuran kardus dengan barang yang dikirim untuk menjaga keamanan paket selama perjalanan.
"Kalau kardusnya terlalu besar atau ada ruang kosong, akan kami sesuaikan supaya barangnya padat dan tidak bergerak-gerak selama perjalanan," katanya.
Setelah proses pengemasan selesai, petugas melakukan pendataan dan menerbitkan nomor resi yang dapat digunakan jamaah untuk melacak posisi barang.
Paket kemudian dikirim ke titik pengumpulan sebelum dibawa ke Jeddah dan diterbangkan menuju Indonesia.
Sesampainya di Tanah Air, barang tetap harus menjalani pemeriksaan Bea Cukai sebelum didistribusikan ke alamat tujuan.
"Proses pengirimannya bisa memakan waktu 7 sampai 12 hari, tapi mengingat kepadatan lalu lintas penerbangan di Jeddah pasca-Armuzna, kemungkinan ada keterlambatan di pengirimannya," ungkap Karyadi.
Tarif pengiriman ke sejumlah wilayah di Indonesia dipatok sebesar 23 riyal atau sekitar Rp110 ribu per kilogram.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, dan Sulawesi Utara, tarifnya mencapai 25 riyal atau sekitar Rp120 ribu per kilogram.
Sementara pengiriman ke Papua dan sekitarnya dikenakan tarif 30 riyal atau sekitar Rp144 ribu per kilogram.
Setiap jamaah dibatasi maksimal dua kali pengiriman dan memperoleh fasilitas bebas bea masuk sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski banyak barang dapat dikirim melalui layanan kargo, terdapat sejumlah barang yang dilarang untuk dikirim.
"Barang yang tidak boleh dikirimkan di antaranya air zamzam, zaitun dalam jumlah besar," kata dia.
Salah seorang jamaah asal Sulawesi Tengah, Jumiati, mengaku terbantu dengan adanya layanan kargo tersebut.
Ia berencana mengirim sejumlah oleh-oleh ke kampung halamannya, mulai dari sajadah, sorban, hingga tumbler.
"Pakai kargo, kargo Pos. Belum dikirim, baru mau packing," ujarnya.
Menurut Jumiati, layanan tersebut memudahkan jemaah yang ingin membawa lebih banyak buah tangan tanpa harus khawatir melebihi batas bagasi penerbangan saat kembali ke Indonesia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Tak Hanya Kurma, Jemaah Haji Kirim Wajan hingga Teko dari Arab Saudi via Pos Indonesia”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang