Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sekjen Kemenag: Poros Intim IV Jadi Upaya PTKIN Perkuat Literasi Kesehatan Mahasiswa

Kompas.com, 7 Juli 2026, 11:51 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni se-Indonesia Timur (Poros Intim) IV Tahun 2026 resmi digelar di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Ajang yang mempertemukan ratusan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari Indonesia Timur itu tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga dan seni.

Kementerian Agama menilai Poros Intim juga memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kampus.

Baca juga: Link Pengumuman Hasil UM-PTKIN 2026 Dibuka 30 Juni, Peserta Finalisasi Tembus 111.353 Orang

Melalui kegiatan ini, PTKIN diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, sehat secara fisik, serta berkarakter kuat.

Sekjen Kemenag: Poros Intim Perkuat Literasi Kesehatan di Kampus

Dilansir dari Antara, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI Kamaruddin Amin mengatakan Poros Intim IV Tahun 2026 merupakan manifestasi nyata komitmen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam menggencarkan literasi kesehatan.

Baca juga: PTKIN Perkuat Satgas & PSGA di Kampus, Korban KS Jangan Takut Melapor

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi juga gerakan untuk membangun kesadaran pentingnya kesehatan di lingkungan akademik.

"Poros Intim bukan sekadar ajang kompetisi olahraga dan seni tahunan, melainkan suatu gerakan fundamental untuk membangun literasi kesehatan bangsa," kata Kamaruddin Amin saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Poros Intim IV di Kampus UIN Datokarama, Palu, Senin (6/7) malam.

Ia menegaskan kecerdasan intelektual, finansial, maupun keagamaan tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diimbangi dengan kondisi fisik yang sehat.

"Untuk apa kita memiliki literasi keuangan atau literasi keagamaan yang bagus, tapi tidak memiliki literasi kesehatan yang memadai, di negara maju semakin modern sebuah bangsa, tingkat literasi kesehatannya justru semakin tinggi. Kampus harus menjadi contoh nyata dalam memanifestasikannya," ujarnya.

Olahraga Disebut Menjadi Kebutuhan Dasar Manusia

Kamaruddin menambahkan tubuh manusia merupakan aset paling berharga yang dititipkan Allah SWT sehingga kesehatan harus dijaga dengan baik.

Menurut dia, olahraga tidak lagi hanya dipandang sebagai hobi ataupun simbol sportivitas, melainkan telah menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan.

"Olahraga menjadi kebutuhan fundamental tubuh, maka dalam kehidupan harus dibarengi dengan pola hidup yang sehat," ucapnya.

Gubernur Sulteng Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Masa Depan

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan UIN Datokarama telah berhasil menjadikan Sulawesi Tengah sebagai rumah besar persaudaraan bagi generasi muda dan akademisi.

Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Tengah, yakni membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, etika, disiplin, pelayanan, dan tanggung jawab.

"Saya percaya mahasiswa PTKIN adalah bagian penting dari kekuatan pembangunan," ujarnya.

Anwar mengajak seluruh peserta menjadikan Poros Intim sebagai wadah menempa calon pemimpin masa depan yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam karakter, rendah hati saat meraih kemenangan, dan memiliki komitmen mengabdi kepada bangsa.

"Jadikan momentum ini untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa," tutur Anwar.

Kegiatan Poros Intim IV sendiri tengah berlangsung mulai 6 hingga 11 Juli 2026 di Kota Palu.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai PTKIN di kawasan Indonesia Timur, meliputi Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pilih Penerbangan Langsung ke Madinah atau Jeddah
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pilih Penerbangan Langsung ke Madinah atau Jeddah
Aktual
Wamenhaj: Belum Ada Larangan Perjalanan Umrah ke Arab Saudi
Wamenhaj: Belum Ada Larangan Perjalanan Umrah ke Arab Saudi
Aktual
DPR Minta Kemenhaj Pastikan Keamanan Jemaah Umrah Terdampak Gangguan Penerbangan Akibat Konflik di Riyadh
DPR Minta Kemenhaj Pastikan Keamanan Jemaah Umrah Terdampak Gangguan Penerbangan Akibat Konflik di Riyadh
Aktual
Ratusan Jemaah Umrah Tangerang Batal Berangkat Akibat Konflik di Riyadh
Ratusan Jemaah Umrah Tangerang Batal Berangkat Akibat Konflik di Riyadh
Aktual
Kemlu RI Konfirmasi 2 WNI Jadi Korban Serangan Bandara Riyadh, Bukan Jemaah Umrah
Kemlu RI Konfirmasi 2 WNI Jadi Korban Serangan Bandara Riyadh, Bukan Jemaah Umrah
Aktual
Sholat di Kendaraan Saat Perjalanan, Kapan Diperbolehkan?
Sholat di Kendaraan Saat Perjalanan, Kapan Diperbolehkan?
Aktual
Orang Tua Kesulitan Ekonomi, Zakat Anak Tak Bisa Sembarangan Diberikan
Orang Tua Kesulitan Ekonomi, Zakat Anak Tak Bisa Sembarangan Diberikan
Aktual
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Aktual
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Aktual
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Aktual
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Aktual
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Aktual
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Aktual
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Aktual
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar