Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan 1 Safar 2026? Ini Jadwal Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Kompas.com, 16 Juli 2026, 13:38 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kapan 1 Safar 2026 menjadi salah satu pertanyaan yang banyak dicari umat Islam menjelang pergantian bulan Hijriah.

Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam dan menjadi penanda dimulainya rangkaian bulan menuju Rabiulawal.

Meski penetapan awal bulan berbeda di sejumlah organisasi Islam, seluruhnya tetap mengacu pada metode penanggalan masing-masing.

Baca juga: 3 Amalan Bulan Safar yang Dianjurkan dalam Islam Lengkap dengan Dalilnya

Di sisi lain, Safar juga memiliki sejarah panjang serta sering dikaitkan dengan mitos yang telah diluruskan dalam ajaran Islam.

Kapan 1 Safar 2026?

Awal bulan Safar 1448 Hijriah pada 2026 memiliki perbedaan penetapan antara pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

Baca juga: Mengenal Bulan Safar dalam Kalender Hijriyah, Bulan Dimulainya Hijrah Rasulullah SAW Membangun Peradaban Islam

Berikut jadwal awal Safar 1448 Hijriah:

  • Pemerintah: 1 Safar 1448 H jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026.
  • Nahdlatul Ulama (NU): 1 Safar 1448 H jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026.
  • Muhammadiyah: 1 Safar 1448 H jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Meskipun terdapat perbedaan awal bulan, ketiga kalender tersebut sama-sama menunjukkan bahwa 29 Safar 1448 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 13 Agustus 2026. Setelah itu, umat Islam akan memasuki bulan Rabiulawal yang dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Penamaan Bulan Safar

Mengutip penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), kata Safar berasal dari kata shafar yang berarti "kosong" atau shufrah yang berarti "warna kuning", sebagaimana dijelaskan dalam kitab Lisanul 'Arab karya Ibnu Mandzur.

Penamaan tersebut diyakini berhubungan dengan kebiasaan masyarakat Arab pada masa lampau yang meninggalkan kampung halaman untuk berperang atau melakukan perjalanan jauh sehingga permukiman menjadi kosong.

Penjelasan serupa juga terdapat dalam kitab Al-Mufasshal fi Tarikhil 'Arab Qablal Islam. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa masyarakat Arab menyebut keadaan kampung yang ditinggalkan penduduknya dengan istilah Shafira an-Nasu minna shafaran.

Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan?

Pada masa Arab Jahiliyah, sebagian masyarakat meyakini bahwa bulan Safar identik dengan kesialan. Karena keyakinan tersebut, mereka menghindari bepergian, menikah, maupun memulai pekerjaan penting pada bulan Safar.

Namun, anggapan itu telah diluruskan oleh Rasulullah SAW melalui sejumlah hadis. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Tidak ada penyakit yang menular secara sendirinya tanpa izin Allah, tidak ada hantu bergentayangan dan tidak ada shafar." (HR Muslim)

Sementara itu, dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa keyakinan masyarakat Jahiliyah mengenai kesialan bulan Safar tidak benar. Beliau menjelaskan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan karena adanya bulan tertentu yang dianggap membawa sial.

Dengan demikian, dalam ajaran Islam tidak dikenal konsep bulan sial. Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan sama dengan bulan-bulan lainnya sebagai ciptaan Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Aktual
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Aktual
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Aktual
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Aktual
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Aktual
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Aktual
 Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Aktual
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Aktual
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Aktual
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Aktual
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Aktual
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Aktual
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar