BANYUWANGI, KOMPAS.com - Di tengah berbagai persoalan hidup, doa menjadi tempat kembali bagi seorang hamba. Saat harapan terasa jauh dan jalan keluar belum tampak, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak pernah benar-benar sendirian.
Allah SWT menegaskan bahwa Dia dekat dan selalu mendengar setiap doa yang dipanjatkan.
Pesan itu tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 186, ketika Allah berfirman:
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran".
Baca juga: Doa untuk Orang Sakit agar Cepat Sembuh, Lengkap Arab dan Artinya
Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, Ustadz Ahsanul Falihin, menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan ketenangan sekaligus harapan besar bagi setiap Muslim yang sedang berdoa.
“Allah menegaskan, 'Sesungguhnya Aku dekat.' Kedekatan ini bukan kedekatan secara fisik atau tempat, melainkan kedekatan yang sesuai dengan keagungan-Nya. Allah mengetahui keadaan hamba-Nya, mendengar setiap doa, dan mengawasi seluruh amal mereka,” ujarnya.
Menurutnya, ayat tersebut juga memuat janji yang sangat agung. Allah tidak pernah mengabaikan doa yang dipanjatkan dengan tulus kepada-Nya.
Yaitu, ketika Allah berfirman, 'Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku,' ini adalah janji yang pasti. Hanya saja bentuk pengabulannya bisa berbeda.
Ada doa yang dikabulkan segera di dunia, ada yang disimpan sebagai pahala di akhirat, dan ada pula yang diganti dengan perlindungan dari keburukan yang tidak diketahui oleh hamba.
Namun, ayat tersebut tidak hanya berbicara tentang berdoa. Allah juga menyebutkan dua syarat penting yang menjadi kunci terkabulnya doa, yaitu menaati perintah-Nya dan beriman kepada-Nya.
Allah berfirman, 'Hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku." yang menunjukkan bahwa doa bukan sekadar meminta, tetapi juga harus diiringi dengan ketaatan dan keimanan.
Baca juga: Doa Setelah Akad Nikah untuk Pengantin Baru, Arab, Latin, dan Artinya
Semakin kuat hubungan seorang hamba dengan Allah, semakin besar harapannya untuk mendapatkan pertolongan dan rahmat-Nya.
Ustaz Ahsanul Falihin menambahkan, tujuan akhir dari doa, iman, dan ketaatan bukan hanya terpenuhinya keinginan duniawi, melainkan agar seorang hamba mendapatkan petunjuk dalam menjalani kehidupan.
“Allah menutup ayat ini dengan firman-Nya, 'Agar mereka mendapat petunjuk.' Inilah buah terbesar dari doa yang benar, yaitu hati yang dibimbing menuju jalan yang lurus, terhindar dari kesesatan, dan semakin dekat kepada Allah,” tuturnya.
Ayat ini menjadi pengingat bahwa tidak ada doa yang sia-sia. Setiap munajat yang dipanjatkan akan didengar oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya terus berdoa dengan penuh keyakinan, memperbaiki keimanan, dan meningkatkan ketaatan, seraya meyakini bahwa Allah Maha Dekat dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang