Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Pulang Haji yang Dianjurkan Rasulullah, Lengkap Arab, Arti, dan Maknanya

Kompas.com, 9 Juni 2026, 08:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, perjalanan haji merupakan salah satu pengalaman spiritual terbesar dalam hidup.

Berada di Tanah Suci, menyaksikan Ka'bah secara langsung, wukuf di Arafah, hingga menyelesaikan seluruh rangkaian manasik menjadi momen yang meninggalkan kesan mendalam bagi setiap jemaah.

Namun, ibadah haji sesungguhnya tidak berakhir ketika pesawat mendarat di tanah air atau saat seorang jemaah kembali memasuki rumahnya.

Baca juga: Rahasia Mbah Painah Kuat Jalani Haji: Jalan Kaki Lintasi 5 Desa Jualan Daun Pisang

Para ulama menjelaskan bahwa fase setelah kepulangan justru menjadi masa penting untuk menjaga kemabruran haji yang telah diraih.

Karena itu, Islam mengajarkan sejumlah amalan yang dianjurkan ketika seorang Muslim kembali dari perjalanan haji, termasuk membaca doa pulang haji sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.

Doa tersebut bukan sekadar rangkaian bacaan, melainkan bentuk penghambaan, rasa syukur, sekaligus harapan agar seluruh ibadah yang telah dijalankan diterima oleh Allah SWT.

Mengapa Kepulangan dari Haji Begitu Istimewa?

Tidak semua orang mendapatkan kesempatan menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Banyak calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, sebelum akhirnya memperoleh kesempatan berangkat.

Karena itu, ketika seorang Muslim berhasil menyelesaikan ibadah haji dan kembali dalam keadaan sehat, hal tersebut merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.

Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:

"Dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku." (QS Al-Baqarah: 152).

Menurut tafsir yang dijelaskan dalam kitab Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan melalui ibadah dan perilaku yang lebih baik setelah menerima nikmat dari Allah SWT.

Inilah sebabnya para ulama menganjurkan jemaah untuk memperbanyak doa dan ibadah ketika pulang dari haji.

Baca juga: Arab Saudi Kirim Timeline Haji 2027, Menhaj Irfan: Indonesia Kekurangan Ratusan Dokter dan Perawat

Tradisi Rasulullah SAW Ketika Kembali dari Perjalanan

Anjuran membaca doa pulang haji memiliki dasar dalam ajaran Rasulullah SAW.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika pulang dari perjalanan biasanya singgah terlebih dahulu ke masjid dan melaksanakan salat dua rakaat.

Dikutip dari kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, kebiasaan tersebut menunjukkan pentingnya memulai kepulangan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum kembali menjalani aktivitas duniawi.

Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar jemaah haji melaksanakan salat sunah dua rakaat di masjid terdekat sebelum memasuki rumah sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan perjalanan.

Doa Pertama Setelah Tiba di Kampung Halaman

Dikutip dari buku Panduan Doa & Zikir Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, jemaah dianjurkan membaca doa syukur setelah melaksanakan salat sunah.

Doa ini berisi pujian kepada Allah SWT yang telah memberikan pertolongan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta menjaga keselamatan selama perjalanan.

Makna yang terkandung dalam doa tersebut sangat mendalam. Seorang Muslim diajak untuk menyadari bahwa keberhasilan berhaji bukan semata hasil usaha pribadi, melainkan karunia dan pertolongan Allah SWT.

Di dalamnya juga terdapat permohonan agar kehidupan setelah haji dipenuhi keberkahan dan dijadikan termasuk golongan orang-orang saleh.

1. Doa setelah tiba di kampung halaman

Setelah melaksanakan sholat sunah dua rakaat, dianjurkan membaca doa berikut:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ نَصَرَنِيْ بِقَضَاءِ نُسُكِيْ وَحَفَظَنِيْ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ حَتَّى أَعُوْدَ إِلَى أَهْلِيْ. اَللّٰهُمَّ بَارِكْ فِيْ حَيَاتِيْ بَعْدَ الْحَجِّ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku dengan melaksanakan ibadah haji dan telah menjaga diriku dari kesulitan bepergian, sehingga aku dapat kembali lagi kepada keluargaku. Ya Allah, berkatilah kehidupanku setelah melaksanakan haji ini dan jadikanlah aku termasuk orang-orang saleh."

2. Doa setelah pulang haji versi 2

Setelah membaca doa pertama, dapat melanjutkan dengan doa berikut:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya semua pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, ahli taubat, ahli ibadah, ahli sujud dan kepada Allah kami semua memuji, benar janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya."

Baca juga: Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp 1,4 Miliar Modus Dam dan Badal Haji

3. Doa ketika berkumpul bersama keluarga

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَلَا يَفُوْتُ أَبَدًا، نَحْمَدُكَ اللّٰهُمَّ بِمَنَاسِكِنَا أَدَاءً، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّكَ اتِّبَاعًا. تَوْبًا تَوْبًا أَوْبًا لَا يُغَادِرُ عَلَيْنَا حَوْبًا. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِمَنِ اسْتَغْفَرْنَاهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji hanya kepada Allah yang tidak akan pernah mati dan sirna selamanya. Kami bertahmid kepada-Mu, ya Allah, dengan ibadah haji yang telah kami selesaikan dan dengan Sunnah Nabi-Mu yang telah-kami jalankan. Kami bertaubat, kami bertaubat, kami bertaubat kepada Allah, kami mengharap taubat yang diterima, agar kami tidak akan mengulangi dosa-dosa lagi. Ya Allah, ampunilah kami dan orang-orang yang kami mintakan ampunan kepada-Mu dari keluarga kami, saudara-saudara kami, dan segenap kaum muslimin dan muslimat, wahai Tuhan yang Maha Perkasa dan Maha Pengampun berkat rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih."

Doa Pulang Haji yang Mengandung Semangat Taubat

Selain doa syukur, terdapat pula doa yang sering dibaca Rasulullah SAW ketika kembali dari perjalanan.

Doa ini diawali dengan kalimat tauhid yang menegaskan keesaan Allah SWT dan diikuti ungkapan taubat serta penghambaan.

Dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani dijelaskan bahwa bacaan tersebut mengandung pesan penting bahwa setiap perjalanan seorang Muslim hendaknya berakhir dengan peningkatan ketakwaan.

Kata taibun yang berarti "orang-orang yang bertaubat" menjadi pengingat bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan menuju pembaruan diri.

Karena itu, para ulama memandang doa ini sebagai simbol tekad untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan memulai kehidupan yang lebih baik setelah kembali dari Tanah Suci.

Doa Ketika Berkumpul Kembali Bersama Keluarga

Momen yang paling dinantikan setelah pulang haji adalah pertemuan dengan keluarga.

Dalam budaya masyarakat Indonesia, kepulangan jemaah biasanya disambut dengan penuh suka cita. Keluarga, tetangga, dan kerabat datang untuk bersilaturahmi sekaligus meminta doa.

Dalam kesempatan tersebut, jemaah dianjurkan membaca doa yang berisi pujian kepada Allah SWT, permohonan ampunan, serta harapan agar keberkahan haji tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga keluarga dan seluruh umat Islam.

Doa ini menunjukkan bahwa ibadah haji memiliki dimensi sosial yang kuat. Kemabruran seseorang tidak hanya terlihat dari hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga dari hubungan yang baik dengan sesama manusia.

Baca juga: Haji Masih Dianggap Urusan Nanti, Ini Alasan Jamaah Usia 60 Tahun Lebih Dominan

Keutamaan Haji Mabrur yang Menjadi Harapan Setiap Jemaah

Setiap orang yang menunaikan ibadah haji tentu berharap memperoleh predikat haji mabrur.

Rasulullah SAW bersabda:

"Al-hajjul mabruru laisa lahu jaza'un illa al-jannah."

Artinya:

"Tidak ada balasan bagi haji mabrur selain surga." (HR Bukhari).

Hadis ini sering dikutip para ulama untuk menjelaskan betapa tingginya kedudukan haji mabrur di sisi Allah SWT.

Menurut Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, haji mabrur adalah haji yang dilaksanakan dengan ikhlas, sesuai tuntunan syariat, dan membawa perubahan positif dalam kehidupan seseorang.

Karena itu, doa pulang haji tidak hanya berisi rasa syukur, tetapi juga harapan agar ibadah yang telah dilakukan benar-benar diterima oleh Allah SWT.

Tanda-Tanda Haji yang Diterima Allah SWT

Banyak orang bertanya bagaimana mengetahui apakah hajinya diterima atau tidak.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa salah satu tanda diterimanya amal ibadah adalah munculnya perubahan menuju kebaikan setelah ibadah tersebut dilakukan.

Beberapa tanda yang sering disebut para ulama antara lain:

  • Lebih rajin melaksanakan salat berjamaah.
  • Semakin mencintai Al Quran.
  • Menjaga lisan dari perkataan buruk.
  • Gemar bersedekah dan membantu sesama.
  • Menjauhi perbuatan maksiat.
  • Memiliki akhlak yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Jika perubahan tersebut mulai terlihat setelah pulang dari haji, maka itu menjadi pertanda baik bahwa ibadah yang dijalankan memberikan pengaruh positif dalam kehidupan.

Menjaga Spiritualitas Setelah Pulang dari Tanah Suci

Salah satu tantangan terbesar bagi jemaah bukan saat berada di Makkah atau Madinah, melainkan ketika kembali ke rutinitas sehari-hari.

Suasana ibadah yang begitu kuat selama berada di Tanah Suci sering kali sulit dipertahankan ketika seseorang kembali disibukkan oleh pekerjaan dan urusan dunia.

Karena itu, para ulama menganjurkan agar jemaah tetap menjaga kebiasaan baik yang dilakukan selama haji, seperti memperbanyak zikir, membaca Al Quran, menjaga salat berjamaah, dan mempererat silaturahmi.

Dalam buku Fiqih Haji dan Umrah karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa tujuan utama ibadah haji adalah membentuk manusia yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.

Dengan demikian, doa pulang haji bukan sekadar bacaan yang dilafalkan setelah tiba di kampung halaman. Doa tersebut menjadi simbol rasa syukur, pengakuan atas kebesaran Allah SWT, serta komitmen untuk menjaga kemabruran haji sepanjang hayat.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan seorang haji tidak hanya diukur dari keberhasilannya sampai ke Baitullah, tetapi juga dari kemampuannya membawa nilai-nilai haji ke dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tengah masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menhaj: Kuota Haji 2027 Acuan Sementara Tetap 221 Ribu Jamaah
Menhaj: Kuota Haji 2027 Acuan Sementara Tetap 221 Ribu Jamaah
Aktual
Jadwal Puasa Senin Kamis Juni 2026 Lengkap dengan Bacaan Niat
Jadwal Puasa Senin Kamis Juni 2026 Lengkap dengan Bacaan Niat
Aktual
Kalender Islam Juni 2026: Catat Tanggal 1 Muharram 1448 H dan Tahun Baru Islam
Kalender Islam Juni 2026: Catat Tanggal 1 Muharram 1448 H dan Tahun Baru Islam
Aktual
PPIH Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tujuh Gejala Penyakit Setelah Tiba di Tanah Air
PPIH Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tujuh Gejala Penyakit Setelah Tiba di Tanah Air
Aktual
Makkah Berpotensi Diguyur Hujan & Badai Petir hingga Akhir Pekan, Ini Prediksinya
Makkah Berpotensi Diguyur Hujan & Badai Petir hingga Akhir Pekan, Ini Prediksinya
Aktual
100 Tahun Gontor, Ribuan Umat Hadiri Tabligh Akbar Bersama UAS dan Das'ad Latif
100 Tahun Gontor, Ribuan Umat Hadiri Tabligh Akbar Bersama UAS dan Das'ad Latif
Aktual
Kapan Puasa 1 Muharram 1448 H? Catat Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Kapan Puasa 1 Muharram 1448 H? Catat Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Rahasia Arah Tawaf Ka'bah, Ternyata Mirip Gerak Planet di Alam Semesta
Rahasia Arah Tawaf Ka'bah, Ternyata Mirip Gerak Planet di Alam Semesta
Aktual
Doa Pulang Haji yang Dianjurkan Rasulullah, Lengkap Arab, Arti, dan Maknanya
Doa Pulang Haji yang Dianjurkan Rasulullah, Lengkap Arab, Arti, dan Maknanya
Doa dan Niat
Allah Itu Dekat: Janji dalam Surah Al-Baqarah ayat 186
Allah Itu Dekat: Janji dalam Surah Al-Baqarah ayat 186
Doa dan Niat
Arab Saudi Kirim Timeline Haji 2027, Menhaj Irfan: Indonesia Kekurangan Ratusan Dokter dan Perawat
Arab Saudi Kirim Timeline Haji 2027, Menhaj Irfan: Indonesia Kekurangan Ratusan Dokter dan Perawat
Aktual
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp 1,4 Miliar Modus Dam dan Badal Haji
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp 1,4 Miliar Modus Dam dan Badal Haji
Aktual
Peringatan Rasulullah tentang Bahaya Ketamakan, Satu Lembah Emas Tak Pernah Cukup
Peringatan Rasulullah tentang Bahaya Ketamakan, Satu Lembah Emas Tak Pernah Cukup
Doa dan Niat
Dunia Hanya Senda Gurau, Ini Makna Surah Al-Ankabut Ayat 64
Dunia Hanya Senda Gurau, Ini Makna Surah Al-Ankabut Ayat 64
Doa dan Niat
Haji Masih Dianggap Urusan Nanti, Ini Alasan Jamaah Usia 60 Tahun Lebih Dominan
Haji Masih Dianggap Urusan Nanti, Ini Alasan Jamaah Usia 60 Tahun Lebih Dominan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com