Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Gerobak Es hingga Sawah, Jalan Sunyi Menuju Baitullah dari Cirebon

Kompas.com, 28 April 2026, 07:41 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Tulisan “Es Puter” berwarna merah masih tampak mencolok di atas gerobak kecil milik Ili (62). Catnya mulai kusam, ditopang sepeda motor renta yang setia menemaninya bertahun-tahun berkeliling menjajakan jajanan tradisional.

Gerobak itu terparkir di halaman rumah mungilnya di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Sumber, Kabupaten Cirebon, pada siang yang terik. Dari sanalah, jalan panjang menuju Baitullah perlahan dirintis—bukan dengan langkah besar, melainkan dari recehan yang disisihkan setiap hari.

Di dalam rumah, suasana terasa lebih hidup. Yayah (49), istrinya, sibuk menata perlengkapan haji—kain ihram, sandal, tas, hingga ember kecil—seperti menandai bahwa penantian panjang mereka hampir mencapai ujungnya.

Baca juga: Kisah Jemaah Haji Palembang, 40 Tahun Menabung dari Hasil Mengajar Ngaji untuk Berangkat ke Tanah Suci

Rumah itu sederhana, namun teduh. Di sudut ruangan, barang-barang tersusun rapi, menjadi saksi perjalanan panjang yang tak selalu mudah.

Niat yang Tumbuh di Pinggir Jalan

Ili datang ke Cirebon dari Ciamis dengan bekal seadanya. Sebagai perantau “wong cilik”, ia bertahan dengan berjualan es mung-mung—olahan santan, gula, dan tepung yang diputar manual hingga membeku.

Harga per porsi hanya Rp2.000 hingga Rp5.000. Namun dari jualan sederhana itulah, ia menabung mimpi besar.

Setiap pagi, ia menyusuri gang dan berhenti di sekitar sekolah. Salah satunya SD Kartini—tempat sebuah niat tumbuh diam-diam pada 2005, ketika ia melihat rombongan calon haji melintas.

“Ya saya lihat rombongan haji, saya ingin juga seperti orang lain, ingin ke Baitullah,” ujar Ili lirih.

Sejak saat itu, ia mulai menyisihkan uang. Kadang Rp10 ribu, kadang Rp20 ribu. Nilainya kecil, tetapi tekadnya tidak.

Musim hujan sering menjadi ujian. Dagangan sepi, sementara kebutuhan tetap berjalan. Namun ia bertahan.

Usahanya sempat berkembang. Pada 2010, ia memiliki 19 karyawan dan mulai menggunakan sepeda motor untuk memperluas jangkauan. Namun satu hal tak berubah—tabungan hajinya tetap berjalan.

Hingga akhirnya, pada 2013, ia berhasil mendapatkan nomor porsi.

“Tadinya nggak nyangka. Menabung sedikit demi sedikit, tetapi alhamdulillah bisa sampai lunas,” katanya sambil tersenyum.

Kini, ia dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026 bersama istrinya.

“Bahagia banget, seperti orang lain sama, macam bos-bos. Saya jualan es,” ucapnya, sederhana.

Dari Sawah Menuju Tanah Suci

Kisah serupa datang dari Abdul Karpi (57), petani asal Desa Panguragan Lor, Kabupaten Cirebon.

Di antara deretan bus di Asrama Haji Watubelah, ia berdiri tenang. Bukan pengusaha, bukan pula orang berada—ia hanya petani yang hidup dari hasil panen yang tak selalu pasti.

Dari sawah, ia menabung harapan.

Ia mendaftar haji pada 2013. Sejak itu, hidupnya berjalan bersama penantian panjang.

“Setiap panen saya sisihkan. Namanya juga orang tani, nabung di bank dikit-dikit,” katanya.

Saat panen baik, ia menyimpan lebih. Saat buruk, ia bertahan.

Lebih dari satu dekade, ia menjaga niat itu tetap hidup.

“Yang penting sabar aja nunggunya,” ujarnya singkat.

Kini, bersama istrinya, ia bersiap berangkat. Tanpa kemewahan, hanya syukur yang tumbuh perlahan.

Haji dan Jalan Sunyi Orang Kecil

Ketua KBIHU Al-Washliyah Kabupaten Cirebon, Sofyan, menyebut kisah Ili dan Abdul sebagai potret nyata bahwa jalan menuju haji tak selalu datang dari kelimpahan.

Ada yang menempuhnya lewat kesunyian—dari jualan es keliling, dari lumpur sawah, dari uang receh yang dikumpulkan tanpa sorotan.

“Terkadang, jalan berhaji lahir dari ketekunan kecil yang dirawat lama,” ujarnya.

Pada 2026, sebanyak 2.576 calon haji dari Kabupaten Cirebon dipastikan berangkat dalam tujuh kelompok terbang.

Sekitar 40 persen di antaranya merupakan lanjut usia, sehingga pelayanan khusus menjadi perhatian utama pemerintah.

Berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), rata-rata biaya haji tahun ini mencapai Rp87,4 juta, dengan sekitar Rp54,1 juta ditanggung langsung oleh jamaah.

Meski demikian, skema nilai manfaat membantu meringankan beban, terutama bagi masyarakat kecil.

Baca juga: Kisah Mbah Sarjo, Penyandang Disabilitas Netra Berhaji dengan Jual Kebun

Harapan yang Sama di Tanah Suci

Di Tanah Suci nanti, Ili tak membawa banyak permintaan. Doanya sederhana: agar orang-orang di sekitarnya juga mendapat panggilan yang sama.

Begitu pula Abdul—yang lebih banyak diam, menyimpan bahagia dalam ketenangan.

Dari gerobak es dan petak sawah di Cirebon, mereka membawa satu pesan yang sama: bahwa Baitullah bukan hanya milik mereka yang berpunya, tetapi juga bagi siapa saja yang tekun menjaga niat dan sabar menapaki jalan panjangnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
Aktual
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Aktual
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Aktual
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Aktual
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar