Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026

Kompas.com, 20 Oktober 2026, 19:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober sebagai momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta memperkuat kontribusi pesantren bagi kemajuan bangsa.

Peringatan Hari Santri 2026 mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026.

Baca juga: Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Lengkap dengan Link Download

Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan upacara peringatan Hari Santri pada Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 waktu setempat.

Salah satu agenda dalam upacara tersebut adalah penyampaian amanat pembina upacara yang mengajak santri melanjutkan semangat perjuangan para ulama melalui penguatan ilmu, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.

Amanat ini juga dapat memuat pesan tentang peran santri dalam menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai bagian dari kontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas.

Baca juga: Susunan Upacara Hari Santri 2026 Resmi Kemenag untuk Madrasah dan Pesantren

Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026

Berikut contoh teks amanat pembina upacara yang bisa dibacakan pada Hari Santri 2026.

Contoh 1

“Perjuangan Santri dan Tanggung Jawab Generasi Masa Kini”

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati para guru, kiai, ustaz, ustazah, serta seluruh peserta upacara yang berbahagia. Marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya kita dapat memperingati Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan tersebut harus kita lanjutkan melalui pengabdian, pendidikan, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Sejarah mencatat bahwa ulama dan santri turut mengambil peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu penanda penting seruan perjuangan tersebut. Para ulama dan santri menunjukkan bahwa cinta agama dapat berjalan seiring dengan kecintaan terhadap tanah air. Mereka tidak hanya berjuang dengan tenaga, tetapi juga dengan keyakinan, ilmu, dan keberanian. Kini, tanggung jawab generasi santri adalah meneruskan semangat tersebut melalui karya dan perilaku yang bermanfaat.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali 'Imran ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَاُولٰٓـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ayat tersebut mengingatkan kita bahwa santri memiliki tanggung jawab untuk mengajak masyarakat melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Tanggung jawab itu dapat diwujudkan dengan menyampaikan kebenaran secara santun, menolong sesama, menjaga kejujuran, dan menghormati perbedaan. Santri juga harus mampu menjadi teladan dalam perkataan maupun perbuatan. Ilmu agama hendaknya menjadi pedoman untuk memperbaiki diri sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan. Dengan demikian, keberadaan santri dapat dirasakan sebagai sumber kebaikan bagi masyarakat dan bangsa.

Oleh karena itu, mari kita jadikan Hari Santri sebagai pengingat bahwa masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab. Santri harus terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Jadilah generasi yang mampu menjaga persatuan, melawan kebodohan, serta menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Mari kita buktikan bahwa santri bukan hanya penjaga tradisi, melainkan juga penggerak perubahan yang membawa manfaat. Semoga semangat Hari Santri 2026 menguatkan tekad kita untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh 2

“Santri sebagai Penyeru Kebaikan dan Pencegah Kemungkaran”

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati para guru, pengasuh pesantren, serta seluruh peserta upacara yang berbahagia. Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT karena pada hari ini kita dapat memperingati Hari Santri Nasional 2026 dalam keadaan sehat.

Tahun ini, Hari Santri mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut mengajak kita memahami bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas moral dan karakter masyarakatnya. Dalam hal ini, santri memiliki peran penting untuk menumbuhkan nilai-nilai kebaikan di tengah kehidupan bangsa.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali 'Imran ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَاُولٰٓـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ayat ini menegaskan pentingnya kehadiran sekelompok orang yang mengajak kepada kebaikan, mendorong perbuatan makruf, dan mencegah kemungkaran. Santri dapat mengambil peran tersebut melalui pendidikan, dakwah, pelayanan masyarakat, dan keteladanan sehari-hari. Mengajak kepada kebaikan tidak harus selalu dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui sikap jujur, kepedulian, dan kesediaan membantu orang lain. Sementara itu, mencegah kemungkaran harus dilakukan dengan cara yang bijaksana, santun, dan sesuai dengan tuntunan agama. Dengan bekal ilmu dan akhlak, santri dapat menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga kebaikan bersama.

Di lingkungan sekolah dan pesantren, tanggung jawab tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Santri hendaknya membiasakan diri berkata benar, menghormati guru, menyayangi teman, dan menjaga kebersihan lingkungan. Ketika melihat perundungan, ketidakjujuran, atau tindakan yang merugikan orang lain, santri tidak sepatutnya membiarkannya begitu saja. Mereka perlu mengambil sikap yang tepat dengan mengutamakan nasihat yang baik dan meminta bantuan pihak yang berwenang jika diperlukan. Kebiasaan tersebut akan membentuk karakter yang kuat sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bermartabat.

Bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang berani membela kebenaran sekaligus mampu menjaga adab dalam menyampaikan pendapat. Santri hendaknya tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga berusaha menerapkannya dalam kehidupan nyata. Mari kita jadikan ilmu sebagai pedoman, akhlak sebagai identitas, dan pengabdian sebagai wujud kecintaan kepada tanah air. Melalui langkah-langkah tersebut, santri dapat membantu membangun masyarakat yang adil, damai, dan saling menghormati. Semoga santri Indonesia terus tumbuh menjadi generasi yang membawa kebaikan dan menguatkan negeri menuju Indonesia Emas.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh 3

“Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Indonesia Emas”

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati para kiai, ustaz, ustazah, guru, dan seluruh peserta upacara. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas kesempatan untuk memperingati Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026.

Tahun ini, kita mengusung semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan bahwa santri memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk ikut menentukan masa depan bangsa. Salah satu bekal utama untuk menjalankan tanggung jawab itu adalah ilmu pengetahuan yang disertai iman dan akhlak mulia.

Pesantren sejak lama menjadi tempat pembelajaran agama, pembentukan karakter, dan penanaman nilai-nilai kehidupan. Di lingkungan pesantren, santri belajar menghormati guru, hidup disiplin, bekerja sama, dan bertanggung jawab atas tindakannya. Nilai-nilai tersebut merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. Namun, santri juga perlu memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, santri dapat berkontribusi tidak hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, dan pembangunan nasional.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali 'Imran ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَاُولٰٓـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ayat tersebut mengajarkan bahwa ilmu dan kemampuan yang dimiliki hendaknya digunakan untuk menyerukan kebaikan serta mencegah kemungkaran. Santri yang menguasai ilmu dapat membantu masyarakat memahami persoalan dan menemukan jalan keluar yang bermanfaat. Di era digital, santri juga dapat menyebarkan pengetahuan yang benar serta mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Kemampuan berpikir kritis harus berjalan bersama kejujuran, kesantunan, dan tanggung jawab. Dengan cara itu, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas manfaat ilmu dan memperkuat persaudaraan.

Kita semua setuju jika Indonesia Emas tidak akan terwujud hanya dengan cita-cita, tetapi membutuhkan kerja keras dan persiapan sejak sekarang. Para santri perlu tekun belajar, berani mengembangkan kemampuan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Para pendidik dan pengasuh pesantren juga memiliki peran penting dalam membimbing santri agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berintegritas. Mari kita bangun tradisi belajar sepanjang hayat dengan tetap menjunjung tinggi nilai agama dan kebangsaan. Semoga santri menjadi generasi berilmu yang mampu menghadirkan kemajuan sekaligus menjaga martabat bangsa.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh 4

“Persatuan, Toleransi, dan Pengabdian kepada Bangsa”

Yang saya hormati para guru, pengasuh pesantren, serta seluruh peserta upacara yang saya banggakan. Marilah kita memanjatkan syukur kepada Allah SWT karena dapat memperingati Hari Santri Nasional 2026 dengan penuh semangat. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa membutuhkan persatuan, kepedulian, dan kesediaan untuk bekerja bersama. Santri diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang menjaga kerukunan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Sejarah perjuangan bangsa menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak diraih oleh satu golongan saja. Ulama dan santri turut mengambil bagian dalam perjuangan bersama berbagai elemen masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat tersebut mengajarkan bahwa perbedaan latar belakang tidak boleh menghalangi kerja sama dalam menjaga tanah air. Di tengah masyarakat yang beragam, santri perlu mengembangkan sikap saling menghormati dan menghindari tindakan yang memecah belah. Persatuan harus dirawat melalui dialog, kepedulian, dan penghargaan terhadap martabat setiap manusia.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali 'Imran ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَاُولٰٓـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ayat tersebut mengingatkan bahwa menyerukan kebaikan merupakan tanggung jawab yang perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Santri dapat menjalankannya dengan mengajak orang lain berbuat baik, menolong mereka yang membutuhkan, dan menghindari perilaku yang merugikan sesama. Mencegah kemungkaran juga berarti tidak ikut menyebarkan fitnah, kebencian, atau informasi yang dapat memicu permusuhan. Semua itu harus dilakukan dengan bijaksana, tanpa merendahkan orang lain atau merasa paling benar. Dengan akhlak yang baik, santri dapat membantu menciptakan kehidupan bersama yang lebih damai dan saling menghargai.

Mencintai tanah air dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Kita dapat menjaga persatuan, menaati aturan, menghormati perbedaan, dan membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakangnya. Santri juga perlu hadir sebagai penengah ketika terjadi perselisihan serta mendorong penyelesaian masalah secara damai. Mari kita jadikan nilai-nilai pesantren sebagai bekal untuk memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga santri Indonesia menjadi generasi yang menjaga persaudaraan, memperluas manfaat, dan turut mengantarkan negeri menuju masa depan yang lebih baik.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh 5

“Santri Berakhlak Mulia dan Siap Menghadapi Tantangan Zaman”

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati para kiai, ustaz, ustazah, guru, dan seluruh peserta upacara. Alhamdulillah, pada hari ini kita kembali memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober. Pada 2026, peringatan ini mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi ajakan bagi santri untuk terus memperbaiki kualitas diri dan mengambil peran dalam menghadapi tantangan masa depan. Santri yang kuat bukan hanya mereka yang tekun beribadah, tetapi juga mereka yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama.

Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin beragam, mulai dari derasnya arus informasi hingga perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Santri perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, berpikir jernih, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Di tengah perubahan tersebut, nilai kejujuran, kedisiplinan, kesederhanaan, dan penghormatan kepada sesama harus tetap dijaga. Pendidikan pesantren dapat menjadi bekal penting untuk membentuk karakter yang kokoh sekaligus mendorong santri terus berkembang. Perpaduan ilmu, iman, dan keterampilan akan membantu santri menghadapi masa depan tanpa kehilangan jati dirinya.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali 'Imran ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَاُولٰٓـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ayat ini memberikan pedoman agar santri tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga berusaha menghadirkan kebaikan di lingkungannya. Santri dapat menyerukan kebaikan dengan menyampaikan informasi yang benar, mengingatkan teman secara santun, dan memberikan contoh perilaku yang terpuji. Dalam menggunakan media sosial, santri hendaknya menghindari fitnah, perundungan, dan penyebaran berita yang belum jelas kebenarannya. Ketika menemukan perilaku yang tidak baik, santri perlu menyikapinya dengan bijaksana dan memilih cara yang tidak menimbulkan kerugian baru. Dengan demikian, santri dapat berperan sebagai penjaga akhlak sekaligus pengguna teknologi yang bertanggung jawab.

Mempersiapkan masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cakap, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Karena itu, mari kita gunakan kesempatan belajar untuk memperluas wawasan, memperkuat akhlak, dan melatih kemampuan bekerja sama. Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berusaha, melainkan sebagai dorongan untuk terus memperbaiki diri. Mari kita bawa nilai-nilai pesantren ke tengah masyarakat melalui tindakan nyata yang mencerminkan kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab. Semoga santri Indonesia tumbuh menjadi generasi tangguh yang mampu menguatkan negeri dan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sikap Saat Membacakan Amanat Pembina Upacara

Amanat pembina upacara disampaikan dengan jelas, tenang, dan penuh penghayatan agar pesan Hari Santri dapat dipahami peserta.

Pembina upacara dapat menyesuaikan intonasi dan penekanan pada bagian penting sesuai isi amanat.

Penyampaian sebaiknya tetap mengacu pada tema Hari Santri 2026, yaitu “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Adapun isi amanat dapat disesuaikan kembali dengan kebutuhan dan kondisi madrasah atau pesantren masing-masing.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PP Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Resmi soal Karhutla, Desak Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan
PP Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Resmi soal Karhutla, Desak Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan
Aktual
5 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026, Singkat dan Lengkap
5 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026, Singkat dan Lengkap
Aktual
10 Teks Pidato Hari Santri 2026 Lengkap dengan Dalil Al-Qur’an
10 Teks Pidato Hari Santri 2026 Lengkap dengan Dalil Al-Qur’an
Aktual
5 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026
5 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026
Aktual
2 Tahun Prabowo-Gibran, Bagaimana Pengelolaan Dana Haji Rp 184 Triliun?
2 Tahun Prabowo-Gibran, Bagaimana Pengelolaan Dana Haji Rp 184 Triliun?
Aktual
GP Ansor Dorong KH Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional, Ini Jejak Perjuangannya
GP Ansor Dorong KH Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional, Ini Jejak Perjuangannya
Aktual
Teks Resolusi Jihad untuk Upacara Hari Santri 2026, Lengkap dengan Link PDF
Teks Resolusi Jihad untuk Upacara Hari Santri 2026, Lengkap dengan Link PDF
Aktual
Susunan Upacara Hari Santri 2026 Resmi Kemenag untuk Madrasah dan Pesantren
Susunan Upacara Hari Santri 2026 Resmi Kemenag untuk Madrasah dan Pesantren
Aktual
Teks Doa dan Susunan Upacara Hari Santri 2026 Resmi Kemenag
Teks Doa dan Susunan Upacara Hari Santri 2026 Resmi Kemenag
Aktual
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Lengkap dengan Link Download
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Lengkap dengan Link Download
Aktual
Teks Doa Upacara Hari Santri 22 Oktober 2026 Resmi Kemenag, Lengkap dengan Link Download
Teks Doa Upacara Hari Santri 22 Oktober 2026 Resmi Kemenag, Lengkap dengan Link Download
Aktual
Ketika Niat Baik Berujung Salah, Bagaimana Islam Memandangnya?
Ketika Niat Baik Berujung Salah, Bagaimana Islam Memandangnya?
Aktual
Kemenhaj Tetapkan Jadwal Haji 2027, Jemaah Mulai Masuk Asrama 10 April
Kemenhaj Tetapkan Jadwal Haji 2027, Jemaah Mulai Masuk Asrama 10 April
Aktual
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Pembenahan Haji dan PR yang Belum Tuntas
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Pembenahan Haji dan PR yang Belum Tuntas
Aktual
Bukan Hanya kepada Manusia, Islam Mengajarkan Adab terhadap Hewan
Bukan Hanya kepada Manusia, Islam Mengajarkan Adab terhadap Hewan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar