Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Hanya kepada Manusia, Islam Mengajarkan Adab terhadap Hewan

Kompas.com, 20 Oktober 2026, 12:46 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Adab dalam Islam tidak hanya mengatur hubungan antarmanusia, tetapi juga cara memperlakukan hewan.

Memberi makan, menyediakan air, dan tidak menyakiti hewan merupakan bentuk kepedulian yang sejalan dengan ajaran Islam.

Sebaliknya, menelantarkan atau menyiksa hewan tanpa alasan yang dibenarkan bertentangan dengan prinsip kasih sayang.

Ajaran ini tercermin dalam Al-Quran dan hadis Rasulullah SAW. Islam mengingatkan bahwa hewan merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang perlu diperlakukan secara layak.

Karena itu, kepedulian terhadap hewan bukan sekadar persoalan kebiasaan atau rasa iba, melainkan bagian dari tanggung jawab manusia dalam memperlakukan makhluk hidup.

Hewan Juga Makhluk Ciptaan Allah SWT

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-An'am ayat 38:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

Wa mā min dābbatin fil-arḍi wa lā ṭā'irin yaṭīru bijanāḥaihi illā umamun amṡālukum, mā farraṭnā fil-kitābi min syai'in ṡumma ilā rabbihim yuḥsyarūn.

Baca juga: 20 Warna Jilbab untuk Gamis Maroon, Elegan dan Serasi

Artinya: “Tidak ada seekor hewan pun yang berada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan.” (QS Al-An'am: 38).

Ayat tersebut menegaskan bahwa hewan merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT.

Penjelasan ini juga ditulis oleh Muhammadiyah dalam artikel “Adab Memperlakukan Anjing dalam Islam” juga mengingatkan bahwa hewan berhak mendapatkan perlakuan baik dan layak.

Prinsip ini dapat diterapkan dalam keseharian, mulai dari tidak mengganggu satwa liar hingga memperhatikan kebutuhan hewan peliharaan.

Berbuat Baik kepada Hewan Mendatangkan Pahala

Dalam Sahih al-Bukhari nomor 6009, Abu Hurairah RA meriwayatkan kisah seorang laki-laki yang memberi minum anjing kehausan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa perbuatan tersebut mendatangkan ampunan Allah SWT.

Baca juga: Peristiwa Penting pada Bulan Jumadal Ula di Zaman Rasulullah

فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Fī kulli żāti kabidin raṭbatin ajrun

Artinya: “Pada setiap makhluk hidup terdapat pahala.” (HR Bukhari, nomor 6009).

Hadis ini merupakan bagian akhir dari riwayat tentang seseorang yang mengambil air dari sumur untuk menyelamatkan anjing yang kehausan.

Pesannya, pertolongan kepada hewan memiliki nilai kebaikan di sisi Allah SWT.

Dalam kehidupan sehari-hari, tindakan sederhana seperti menyediakan air minum atau membantu hewan yang terluka dapat menjadi wujud kepedulian tersebut.

Menelantarkan Hewan Bukan Perbuatan Sepele

Islam tidak hanya menganjurkan kasih sayang, tetapi juga memperingatkan akibat buruk dari perlakuan kejam terhadap hewan.

Dalam Sahih al-Bukhari nomor 2365, Abdullah bin Umar RA meriwayatkan sabda Rasulullah SAW tentang seorang perempuan yang mendapat hukuman karena mengurung seekor kucing hingga mati kelaparan.

Baca juga: MTQ Internasional 2027 Bakal Meriahkan Lima Abad Jakarta

عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا، حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا

Użżibat imra’atun fī hirratin ḥabasathā, ḥattā mātat jū‘an

Artinya: “Seorang perempuan diazab karena seekor kucing yang dikurungnya hingga mati kelaparan.” (HR Bukhari, nomor 2365).

Riwayat tersebut mengingatkan bahwa memelihara hewan membawa tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhannya.

Hewan yang dikurung harus tetap memperoleh makanan, air, dan perawatan yang memadai.

Jika seseorang tidak sanggup merawatnya, ia sebaiknya mencari cara yang bertanggung jawab agar hewan tersebut tidak telantar.

Tidak Menyakiti dan Menjaga Kebutuhan Hewan

Adab terhadap hewan dapat dimulai dengan menghindari tindakan yang menimbulkan penderitaan, seperti memukul tanpa alasan yang dibenarkan, menyiksa, atau membiarkan hewan kelaparan.

Manusia juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan keselamatan hewan, termasuk ketika membawa atau memindahkannya.

Baca juga: Saat Ibadah Terasa Berat, Bagaimana Menjaga Istiqamah?

Muhammadiyah menjelaskan bahwa prinsip kasih sayang terhadap hewan tetap berlaku dalam pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia.

Hewan ternak, misalnya, dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan syariat, tetapi pemanfaatan tersebut tidak membenarkan perlakuan sewenang-wenang.

Dalam penyembelihan pun terdapat ketentuan yang bertujuan mengurangi penderitaan hewan.

Menerapkan Adab terhadap Hewan

Kepedulian terhadap hewan tidak harus dimulai dengan tindakan besar.

Masyarakat dapat menyediakan air untuk hewan yang kehausan, tidak mengganggu sarang burung, serta melaporkan atau membantu penanganan hewan yang terluka dengan cara aman.

Pemilik hewan juga perlu memastikan kebutuhan makan, minum, kebersihan, dan kesehatannya terpenuhi.

Pada akhirnya, adab terhadap hewan mencerminkan tanggung jawab manusia terhadap makhluk ciptaan Allah SWT. Kasih sayang tidak cukup diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Dengan tidak menyiksa, tidak menelantarkan, dan memperlakukan hewan secara layak, seorang Muslim dapat menerapkan nilai rahmat dalam kehidupan sehari-hari.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar