Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional di Jakarta pada 2027.
Kegiatan tersebut dirancang untuk menyemarakkan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, mekanisme penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai negara itu masih dimatangkan.
Kemenag turut membuka kesempatan bagi Uzbekistan untuk berpartisipasi.
“Ini sekaligus menjadi MTQ Internasional pertama untuk memeriahkan peringatan lima abad Jakarta. Saat ini kami tengah mematangkan mekanisme penyelenggaraannya di tingkat global, dan kami menyambut baik apabila Uzbekistan dapat turut berpartisipasi bersama negara-negara lainnya dalam kegiatan tersebut,” ujar Abu Rokhmad dikutip dari kanal Kemenag, Selasa (20/10/2026).
Baca juga: Kafilah Jateng Dapat Bonus Uang Pembinaan hingga Umrah Setelah Raih 36 Gelar di MTQ Nasional XXXI
Selain membahas rencana MTQ Internasional, pertemuan tersebut menjajaki penguatan kerja sama Indonesia dan Uzbekistan di bidang keagamaan, jaminan produk halal, serta wisata religi.
Abu Rokhmad menjelaskan, Kemenag siap memperkuat sinergi regulasi dan kebijakan industri halal kedua negara bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Para penyuluh agama Islam juga dapat dilibatkan untuk memberikan edukasi mengenai sejarah Islam yang berkaitan dengan perjalanan ziarah ke Makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan.
Siti Ruhaini menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, masyarakat Uzbekistan memiliki perhatian tinggi terhadap ketersediaan makanan dan produk halal, seiring semakin terbukanya konektivitas kunjungan masyarakat kedua negara.
Baca juga: Daftar Lengkap Juara MTQ Nasional 2026, Menag: Gelar Bukan Akhir
Ia juga menyampaikan bahwa rekonstruksi kompleks Makam Imam Bukhari yang berlangsung selama tujuh tahun oleh Pemerintah Uzbekistan telah rampung. Kompleks tersebut siap menyambut peziarah, termasuk dari Indonesia.
“Masyarakat di Uzbekistan sangat memperhatikan ketersediaan makanan dan produk halal. Selain itu, rampungnya rekonstruksi kompleks Makam Imam Bukhari serta hadirnya Pusat Peradaban Islam di Uzbekistan menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat kerja sama keagamaan, literasi sejarah peradaban Islam, serta wisata ramah Muslim antara Indonesia dan Uzbekistan,” jelas Siti Ruhaini.
Sementara itu, Romo Syafi’i mengapresiasi langkah KBRI Tashkent dalam menjembatani penguatan diplomasi keagamaan dan kerja sama ekosistem halal kedua negara.
Kemenag berkomitmen menindaklanjuti peluang kolaborasi tersebut melalui langkah terukur lintas unit kerja.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.