Editor
KOMPAS.com – Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah di Makkah dan Madinah diperkirakan berlangsung dengan cuaca lebih panas dan lebih kering dari biasanya.
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) memproyeksikan suhu di dua kota suci tersebut akan meningkat di atas rata-rata historis.
Curah hujan juga diperkirakan berada di bawah normal musiman.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa Arab Saudi, Hujan dan Badai Petir Ancam Makkah hingga Madinah
Prakiraan ini menjadi perhatian karena jutaan jamaah diperkirakan memadati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan suci.
Dilansir dari laman Islamic Information, dalam laporan prakiraan iklim musiman, NCM menyebutkan bahwa curah hujan di Makkah dan Madinah selama Ramadan 1447 H diprediksi lebih rendah dibandingkan rata-rata historis.
Secara umum, kedua kota tersebut memang memiliki tingkat curah hujan yang relatif kecil pada periode ini.
Rata-rata curah hujan bulanan di Makkah tercatat sekitar 4,2 milimeter, sedangkan di Madinah sekitar 4,3 milimeter.
Jika hujan terjadi selama Ramadhan 2026, intensitasnya diperkirakan hanya berupa hujan ringan.
Sebaliknya, suhu udara diproyeksikan meningkat. Di Makkah, suhu maksimum diperkirakan naik hingga 1 derajat Celsius di atas rata-rata.
Sementara di Madinah, kenaikan suhu dapat mencapai 1,2 derajat Celsius di atas rata-rata historis.
Secara historis, suhu rata-rata selama Ramadan berada di kisaran 26,8 derajat Celsius di Makkah dan 23,1 derajat Celsius di Madinah.
Dengan proyeksi kenaikan tersebut, jamaah diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik, menjaga hidrasi saat berbuka dan sahur, serta membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Baca juga: Keutamaan Umrah Musim Dingin 2025, Cuaca Sejuk dan Ibadah Lebih Khusyuk
NCM menegaskan bahwa prakiraan musiman ini disusun untuk mendukung perencanaan operasional dan kesiapsiagaan berbagai pihak.
Informasi tersebut menjadi dasar bagi instansi pemerintah dan penyedia layanan yang melayani jutaan jamaah umrah serta pengunjung dua masjid suci selama Ramadan.
Dengan kondisi cuaca yang cenderung lebih hangat dan minim hujan, otoritas setempat diharapkan dapat mengoptimalkan layanan kesehatan, pengaturan arus jamaah, serta fasilitas pendukung lainnya agar ibadah Ramadan 2026 tetap berjalan aman dan nyaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang