Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Yahya Kecam Serangan AS–Israel ke Iran: Tindakan Brutal yang Berpotensi Picu Konflik Global

Kompas.com, 2 Maret 2026, 21:30 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang terjadi sejak Sabtu (27/2/2026).

“Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme,” tegas Gus Yahya dalam keterangan resmi yang diterima, Senin sore (2/3/2026).

“Saya mengutuk keras,” lanjutnya.

Belasungkawa atas Wafatnya Ali Khamenei

Dalam pernyataan tersebut, Gus Yahya juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ali Khamenei akibat serangan tersebut.

Baca juga: Muhammadiyah Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Serukan Sanksi PBB dan Hentikan Genosida Palestina

Ia mengajak seluruh umat Islam dan komunitas internasional untuk mendoakan bangsa Iran agar diberikan ketegaran dan kekuatan dalam menghadapi situasi yang penuh ketegangan ini.

Sesalkan Serangan Balasan Iran

Namun demikian, Gus Yahya juga menyatakan penyesalan atas tindakan Iran yang menyerang berbagai negara tanpa alasan yang dapat diterima, sehingga berpotensi mendorong eskalasi konflik lebih luas.

“Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar titik-titik yang diduga menjadi tempat tentara Amerika, namun apa pun, serangan itu justru akan memperburuk situasi,” ujarnya.

Menurutnya, aksi balasan semacam itu hanya akan semakin menyulitkan upaya resolusi dan memperpanjang ketidakstabilan kawasan.

Seruan Konsolidasi Internasional dan Peran Indonesia

Atas situasi tersebut, PBNU menyerukan masyarakat internasional untuk berkonsolidasi menegakkan kembali konsensus tatanan internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai perwujudan strukturalnya.

PBNU berharap PBB dapat menjalankan fungsi efektif sebagai penjaga tatanan internasional.

“Kami juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat. Ini amanat konstitusi kita,” kata Gus Yahya.

Baca juga: AS–Israel Serang Iran, MUI Keluarkan 10 Tausiyah dan Serukan Qunut Nazilah

Ia pun berharap pemerintah memanfaatkan posisi strategis Indonesia dalam forum internasional, termasuk di Dewan Keamanan PBB (Board of Participation/BoP), untuk mendesak Amerika Serikat, Israel, dan para aktor terkait menghentikan kekerasan serta menempuh jalur diplomasi.

Pernyataan ini menegaskan sikap PBNU dalam mendorong penyelesaian konflik Timur Tengah melalui dialog dan diplomasi, sekaligus mengingatkan bahaya eskalasi yang dapat berdampak pada stabilitas global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Imsak dan Buka Kota Padang Hari Ini, Selasa 3 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Padang Hari Ini, Selasa 3 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Selasa 3 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Selasa 3 Maret 2026
Aktual
Milad ke-48 Masjid Istiqlal, IGF Perkuat Kolaborasi Donatur dan Mustahik
Milad ke-48 Masjid Istiqlal, IGF Perkuat Kolaborasi Donatur dan Mustahik
Aktual
Milad ke-48 Masjid Istiqlal, Menag Nasaruddin Umar Pastikan Pembenahan Berlanjut
Milad ke-48 Masjid Istiqlal, Menag Nasaruddin Umar Pastikan Pembenahan Berlanjut
Aktual
Situasi Keamanan Arab Saudi Tetap Stabil di Tengah Dinamika Kawasan Timur Tengah
Situasi Keamanan Arab Saudi Tetap Stabil di Tengah Dinamika Kawasan Timur Tengah
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 3 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 3 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Purwokerto Hari Ini 3 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Purwokerto Hari Ini 3 Maret 2026
Aktual
Gus Yahya Kecam Serangan AS–Israel ke Iran: Tindakan Brutal yang Berpotensi Picu Konflik Global
Gus Yahya Kecam Serangan AS–Israel ke Iran: Tindakan Brutal yang Berpotensi Picu Konflik Global
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 3 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 3 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Semarang Hari Ini 3 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Semarang Hari Ini 3 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Malang Hari Ini 3 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Malang Hari Ini 3 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Surabaya Hari Ini 3 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Surabaya Hari Ini 3 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Denpasar Hari Ini 3 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Denpasar Hari Ini 3 Maret 2026
Aktual
Muhammadiyah Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Serukan Sanksi PBB dan Hentikan Genosida Palestina
Muhammadiyah Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Serukan Sanksi PBB dan Hentikan Genosida Palestina
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 3 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 3 Maret 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com