Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tren Hijab Lebaran 2026: Adem, Mudah Dibentuk, Cocok Silaturahmi

Kompas.com, 5 Maret 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak muslimah mulai mempersiapkan busana terbaik untuk dikenakan saat bersilaturahmi.

Selain baju Lebaran, pilihan jilbab juga menjadi bagian penting yang menentukan keseluruhan penampilan.

Tren fashion muslim 2026 diprediksi menghadirkan gaya yang lebih praktis, nyaman, tetapi tetap elegan.

Tak hanya mengikuti perkembangan estetika modest fashion, jilbab yang populer tahun ini juga menekankan pada kenyamanan bahan ringan, tidak mudah panas, dan mudah dibentuk.

Dalam buku The End of Fashion: How Marketing Changed the Clothing Business karya Teri Agins dijelaskan bahwa tren busana modern tidak lagi hanya menekankan aspek estetika, tetapi juga pengalaman pemakainya.

Artinya, pakaian termasuk hijab harus mampu memberikan rasa nyaman sekaligus mencerminkan gaya personal.

Hal serupa juga diungkapkan dalam buku Fashion: The Key Concepts karya Jennifer Craik yang menyebut bahwa perkembangan fashion selalu bergerak mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat. Busana yang ringan, praktis, dan mudah dipakai semakin menjadi pilihan utama.

Lantas, model jilbab seperti apa yang diperkirakan menjadi tren saat Idul Fitri atau Lebaran 2026?

Berikut beberapa rekomendasi jilbab yang diprediksi populer karena nyaman dipakai seharian, tidak mudah gerah, dan mudah dibentuk.

1. Pashmina Viscose Polos yang Ringan dan Adem

Pashmina Viscose Polos yang Ringan dan AdemAI Pashmina Viscose Polos yang Ringan dan Adem
Salah satu model jilbab yang diperkirakan tetap populer adalah pashmina berbahan viscose polos.

Material ini dikenal tipis, lembut, dan memiliki sirkulasi udara yang cukup baik sehingga terasa sejuk di kulit.

Karakteristik viscose yang ringan membuat jilbab mudah dibentuk tanpa perlu banyak jarum pentul. Hal ini tentu memudahkan pemakai yang ingin tampil rapi dengan gaya sederhana.

Selain itu, warna polos seperti beige, sage green, dusty pink, hingga soft grey menjadi pilihan yang banyak diminati karena memberi kesan minimalis namun elegan.

Meski demikian, bahan viscose cenderung agak menerawang sehingga disarankan menggunakan dalaman seperti ciput ninja agar tampilan tetap rapi.

Baca juga: Tren Lebaran 2026: Cheongsam Modest, Elegan dan Ramah Hijab ala Gen Z

2. Pashmina Cashmere yang Lembut dan Elegan

Bagi yang menginginkan tampilan lebih mewah, pashmina berbahan cashmere bisa menjadi pilihan menarik untuk Lebaran 2026.

Tekstur bahan ini dikenal sangat lembut dengan jatuh kain yang rapi sehingga mudah membentuk lipatan yang elegan. Meski terlihat cukup tebal, cashmere tetap terasa ringan saat dikenakan.

Keunggulan lain dari bahan ini adalah kemampuannya menjaga bentuk hijab tetap rapi sepanjang hari.

Hal ini membuat pashmina cashmere sering dipilih untuk acara formal seperti silaturahmi keluarga besar atau open house Lebaran.

3. Hijab Malaysia yang Praktis dan Rapi

Hijab Malaysia yang Praktis dan RapiAI Hijab Malaysia yang Praktis dan Rapi
Tren hijab dari Malaysia juga diprediksi semakin populer di Indonesia. Model ini dikenal praktis dengan potongan yang sederhana namun tetap terlihat elegan.

Umumnya hijab Malaysia hadir dalam bentuk segi empat atau instan dengan jahitan rapi di bagian tepi.

Beberapa desain terbaru bahkan menambahkan detail bordir tipis atau aksen shimmer yang halus.

Sentuhan kecil tersebut membuat tampilan hijab terlihat lebih festive tanpa terkesan berlebihan.

Karena bentuknya yang praktis, hijab ini cocok bagi mereka yang ingin tampil rapi dengan waktu styling yang lebih singkat.

Baca juga: Tren Ramadhan 2026: Padu Padan Gamis Hitam dengan Warna Hijab Ini Bikin Tampilan Makin Stunning

4. Segi Empat Paris Japan yang Klasik dan Mudah Dibentuk

Segi Empat Paris Japan yang Klasik dan Mudah DibentukAI Segi Empat Paris Japan yang Klasik dan Mudah Dibentuk
Hijab segi empat berbahan Paris Japan masih menjadi pilihan klasik yang tidak pernah kehilangan penggemar.

Bahan ini memiliki tekstur ringan namun tidak terlalu tipis, sehingga lebih mudah dibentuk dibandingkan bahan yang terlalu licin. Karakter tersebut membuat lipatan hijab terlihat rapi dan tegas di bagian dahi.

Selain itu, bahan Paris Japan juga dikenal tidak mudah panas sehingga nyaman dipakai saat bersilaturahmi dari pagi hingga malam.

Warna-warna netral seperti cream, mocca, olive, hingga navy biasanya menjadi pilihan populer karena mudah dipadukan dengan berbagai model busana Lebaran.

5. Pashmina Printing yang Segar dan Stylish

Pashmina Printing yang Segar dan StylishAI Pashmina Printing yang Segar dan Stylish
Jika ingin tampil lebih ekspresif, pashmina dengan motif printing juga diprediksi menjadi tren Lebaran 2026.

Motif floral, abstrak, hingga geometris memberikan sentuhan visual yang lebih hidup pada penampilan.

Dengan perpaduan warna yang harmonis, pashmina printing bahkan bisa menjadi statement piece dalam satu tampilan.

Keunggulan model ini adalah kemampuannya memberi kesan stylish tanpa memerlukan banyak aksesori tambahan.

Dalam buku Indonesia Fashion Forward karya Didiet Maulana dijelaskan bahwa kekuatan fashion Indonesia terletak pada keberanian memadukan unsur tradisional dengan gaya kontemporer. Motif pada hijab modern menjadi salah satu bentuk eksplorasi tersebut.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Gamis Hitam Cocok dengan Jilbab Warna Apa? Ini 7 Kombinasi Stylish dan Elegan

Memilih Warna Jilbab Sesuai Warna Kulit

Selain bahan dan model, pemilihan warna jilbab juga berperan penting dalam menunjang penampilan. Warna yang tepat dapat membuat wajah terlihat lebih cerah dan segar.

Berikut panduan sederhana memilih warna hijab sesuai warna kulit.

Kulit Putih

Pemilik kulit putih cenderung cocok dengan hampir semua warna. Namun warna seperti maroon, navy, hitam, dan ungu sering direkomendasikan karena memberikan kontras yang elegan.

Untuk tampilan lebih cerah, warna seperti baby yellow, pink, atau merah juga dapat menjadi pilihan menarik.

Kuning Langsat

Warna kulit kuning langsat biasanya terlihat lebih segar dengan warna-warna cerah seperti merah, biru, kuning, atau pink terang.

Warna-warna tersebut mampu memberikan efek wajah yang tampak lebih bercahaya.

Sawo Matang

Bagi pemilik kulit sawo matang, warna pastel seperti lavender, dusty pink, atau sky blue dapat memberikan kesan lembut dan elegan.

Sementara warna yang lebih gelap seperti navy, maroon, atau hitam cocok untuk tampilan yang lebih formal.

Kulit Gelap

Kulit gelap sering terlihat menawan dengan warna yang lebih terang seperti kuning cerah, biru elektrik, atau hijau sage.

Selain itu, warna metalik seperti silver atau emas juga dapat menambah kesan elegan pada penampilan.

Hijab Lebaran: Perpaduan Gaya dan Kenyamanan

Lebaran bukan hanya tentang tampil modis, tetapi juga tentang kenyamanan saat menjalani momen silaturahmi yang panjang. Karena itu, memilih hijab yang adem, ringan, dan mudah dibentuk menjadi hal yang penting.

Perkembangan modest fashion saat ini menunjukkan bahwa busana muslim semakin fleksibel mengikuti gaya hidup modern.

Desain yang praktis, material yang nyaman, serta warna yang lembut menjadi kombinasi yang banyak dicari.

Dengan memilih jilbab yang tepat, penampilan saat Lebaran tidak hanya terlihat rapi dan elegan, tetapi juga tetap nyaman sepanjang hari, mulai dari salat Id hingga berkumpul bersama keluarga di momen Lebaran.

Dan pada akhirnya, seperti halnya busana Lebaran lainnya, jilbab yang dikenakan sering kali menjadi bagian dari kenangan hangat saat keluarga berkumpul merayakan Hari Raya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com