Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gurun Saudi “Hidup” Kembali: Bunga Liar Bermekaran, Serangga Penyerbuk Kembali Bermunculan

Kompas.com, 18 April 2026, 09:43 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com — Musim semi membawa perubahan dramatis di wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi. Lanskap gurun yang biasanya gersang kini berubah menjadi lebih hidup dengan munculnya bunga liar serta kembalinya serangga yang berperan penting dalam ekosistem.

Salah satu tanda paling mencolok adalah kemunculan kembali tanaman Teucrium oliverianum yang kini menghiasi wilayah Rafha dengan bunga berwarna biru keunguan.

Tanaman dari keluarga mint ini dapat tumbuh hingga 70 sentimeter dan dikenal sebagai indikator meningkatnya kesehatan tanah serta stabilitas lingkungan.

Baca juga: Arab Saudi Hijaukan 1 Juta Hektare Gurun dan Tanam 159 Juta Pohon

Secara lokal dikenal sebagai Al-Aihlan, tanaman ini mampu bertahan di kondisi gurun yang ekstrem.

Struktur halus pada daunnya membantu mengurangi kehilangan air, sementara keberadaannya menjadi penting bagi rantai ekosistem—mulai dari pakan ternak, sumber makanan bagi penyerbuk seperti lebah, hingga tempat berlindung bagi organisme kecil gurun.

Kembalinya Serangga Penjaga Ekosistem

Selain flora, kebangkitan ekosistem juga ditandai dengan munculnya kembali berbagai serangga penting. Salah satunya adalah Utetheisa pulchella atau ngengat bercorak merah cerah.

Serangga migrasi ini mudah dikenali dari sayap putih dengan bintik merah dan hitam mencolok. Pada fase larva, spesies ini berperan menjaga keseimbangan vegetasi dengan memakan tanaman liar.

Tak kalah penting adalah kehadiran Eristalinus aeneus, serangga penyerbuk dengan mata bercorak unik yang mampu melayang stabil di udara.

Lalat bunga ini berperan besar dalam proses penyerbukan dengan memindahkan serbuk sari antar bunga, mendukung regenerasi tanaman.

Para ahli menilai kehadiran lalat bunga sebagai indikator kuat kesehatan ekosistem, karena serangga ini hanya berkembang di lingkungan dengan vegetasi yang baik dan habitat yang bersih.

Tanda Pemulihan Ekosistem Gurun

Kombinasi antara tumbuhnya kembali tanaman tahan ekstrem dan hadirnya serangga penyerbuk menunjukkan pemulihan ekosistem yang perlahan namun signifikan di wilayah utara Arab Saudi.

Baca juga: Mengintip AlUla, Oasis Gurun Warisan Dunia UNESCO yang Menyimpan Jejak Peradaban Arab Kuno

Perkembangan ini juga mencerminkan keberhasilan upaya konservasi yang dilakukan untuk mengatasi degradasi lahan dan menahan laju desertifikasi.

Seiring berjalannya musim semi, tanda-tanda keanekaragaman hayati ini menjadi sinyal bahwa lingkungan gurun mulai menemukan kembali keseimbangannya—di mana bahkan organisme terkecil memiliki peran besar dalam menjaga kehidupan.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Aktual
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Aktual
CAT Seleksi Petugas Haji 2027 Digelar 2 Gelombang, Ini Jadwalnya
CAT Seleksi Petugas Haji 2027 Digelar 2 Gelombang, Ini Jadwalnya
Aktual
Kisah Menag Nasaruddin dan Tiga Paus, dari Vatikan hingga Deklarasi Istiqlal
Kisah Menag Nasaruddin dan Tiga Paus, dari Vatikan hingga Deklarasi Istiqlal
Aktual
Keputusan Fiqih Bisa Ditinjau Kembali, Muktamar NU Sahkan Mekanismenya
Keputusan Fiqih Bisa Ditinjau Kembali, Muktamar NU Sahkan Mekanismenya
Aktual
Kapolri Dorong Pramuka PUI Bentuk Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Kapolri Dorong Pramuka PUI Bentuk Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar