Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenag: Kerukunan Umat Beragama Jadi Benteng Indonesia Hadapi Ancaman

Kompas.com, 1 Juli 2026, 07:27 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga laju pembangunan menuju negara yang maju dan sejahtera.

Hal tersebut disampaikan Romo Syafi'i saat menghadiri pembukaan Kebaktian Tahunan Nasional ke-63 Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) di Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026) malam.

Menurut Wamenag, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. Tradisi hidup rukun tersebut menjadi kekuatan nasional dalam menghadapi berbagai ancaman, hambatan, maupun gangguan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia berkembang.

Baca juga: Wamenag Optimistis Koperasi Pesantren Jadi Kunci Pemerataan Kesejahteraan

"Bangsa kita ini sudah teruji dengan berbagai pengalaman dalam jangka waktu lama. Semua umat bisa hidup kompak, rukun, dan damai. Ini menjadi kekuatan bersama menghadapi hambatan, ancaman, tantangan, serta gangguan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan," ujar Romo Syafi'i.

Ia menjelaskan, sebagian pihak yang merasa dirugikan adalah mereka yang selama ini memperoleh keuntungan dari aktivitas ilegal, namun kini kehilangan sumber penghasilan karena pemerintah mengambil langkah tegas berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

"Akhirnya mereka kehilangan sumber mata pencaharian yang selama ini justru merugikan rakyat Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan itu, Romo Syafi'i menegaskan bahwa kehadirannya pada Kebaktian Tahunan Nasional YPPII merupakan bentuk nyata pengamalan nilai toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman di Indonesia.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada pendiri YPPII, Pendeta Petrus Octavianus, yang dikenalnya sebagai tokoh yang penuh kasih, peduli terhadap sesama, dan konsisten mengarahkan masyarakat kepada nilai-nilai kebaikan.

"Artinya apa? Bahwa energi yang dibawa oleh Pak Pendeta Petrus Octavianus saya meyakini itu dialirkan kepada seluruh jemaat," ungkapnya.

Wamenag berharap semangat yang diwariskan pendiri YPPII terus menjadi inspirasi dalam memperkuat persatuan bangsa dan membangun kehidupan beragama yang harmonis.

Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga besar YPPII untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga persatuan nasional sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Apresiasi 100 Tahun Gontor, Wamenag Sebut Kiprah Pesantren Ini Sudah Mendunia

"Umat beragama yang sudah teruji kompak dan rukun ini, ayo bersama-sama membangun relasi positif dengan pemerintah agar pemerintah bisa menyelesaikan program-programnya demi kesejahteraan rakyat Indonesia," tutur Romo Syafi'i.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Aktual
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Aktual
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Aktual
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Aktual
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Aktual
Deretan Da'i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal
Deretan Da'i Nasional Siap Meriahkan Tabligh Akbar Nasional dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal
Aktual
Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Menjadi yang Tertinggi dalam 11 Tahun
Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Menjadi yang Tertinggi dalam 11 Tahun
Aktual
4 Peristiwa Penting dalam Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW
4 Peristiwa Penting dalam Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW
Aktual
Nama Anak dan Cucu Nabi Muhammad SAW serta Kisah Kehidupannya
Nama Anak dan Cucu Nabi Muhammad SAW serta Kisah Kehidupannya
Aktual
7 Hikmah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
7 Hikmah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
Aktual
Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
Maulid Nabi: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatannya di Indonesia
Aktual
Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat
Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat
Aktual
Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban
Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban
Aktual
Bolehkah Zakat Diberikan kepada Korban Bencana? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Bolehkah Zakat Diberikan kepada Korban Bencana? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Apa yang Dilakukan Muslim Saat Bangun Tidur? Ini Adab dalam Islam
Apa yang Dilakukan Muslim Saat Bangun Tidur? Ini Adab dalam Islam
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar