Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan tim dan alat berat untuk memulihkan infrastruktur yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemulihan diprioritaskan pada pembukaan akses jalan, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta pemeriksaan keamanan bangunan publik.
Staf Khusus Menteri PU Jemmy Setiawan mengatakan, pemulihan infrastruktur dasar diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak dapat kembali berjalan.
"Kehadiran negara tidak cukup ditunjukkan melalui pernyataan belasungkawa. Kehadiran negara harus dapat dirasakan melalui jalan yang kembali terbuka, air bersih yang sampai ke pengungsian, rumah sakit yang dipastikan aman, serta infrastruktur dasar yang segera berfungsi kembali," ujar Jemmy dalam rilisnya, Kamis (20/8/2026).
Baca juga: Imbauan Muhammadiyah: Infak Shalat Jumat 21 Agustus 2026 Disalurkan untuk Korban Gempa Flores
Gempa bumi mengguncang kawasan Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (19/8/2026), sebanyak 71 orang dilaporkan meninggal dunia dan 59.647 warga mengungsi.
Gempa juga mengakibatkan 19.297 rumah serta sejumlah fasilitas pendidikan dan kesehatan rusak. Sebanyak 173 rumah ibadah hingga jaringan irigasi juga dilaporkan terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo telah menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian PU di NTT meningkatkan kesiapsiagaan sejak hari pertama bencana.
Menurut Jemmy, penanganan darurat dilakukan tanpa harus menunggu seluruh pendataan dampak bencana rampung.
Dody juga mendatangi wilayah terdampak dengan membawa 50.000 paket sembako bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu prioritas Kementerian PU adalah memulihkan akses transportasi yang terputus akibat longsor, patahan badan jalan, dan kerusakan jembatan.
Baca juga: Viral dr Melinda Kewalahan Tangani Korban Gempa, Muhammadiyah Kirim Tim Kesehatan
Kerusakan antara lain terjadi pada jalur strategis Trans Flores yang menghubungkan sejumlah wilayah, mulai dari Labuan Bajo, Ende, hingga Maumere.
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mengerahkan puluhan alat berat untuk membuka kembali akses tersebut.
Hasilnya, sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah dapat difungsikan kembali. Penanganan juga telah dilakukan terhadap 40 titik longsor utama.
"Jalan adalah urat nadi penanganan bencana. Ketika jalan terputus, bantuan ikut terhambat. Ketika akses kembali terbuka, harapan dapat bergerak menuju desa-desa terdampak," ujar Jemmy.
Selain membuka akses jalan, Kementerian PU melakukan pemulihan sarana air bersih dan sanitasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian.
Salah satunya dilakukan terhadap jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Nangaba di Kabupaten Ende.
Jaringan yang sempat mengalami kerusakan akibat gempa tersebut telah diperbaiki sehingga pasokan air kembali mengalir.
Sementara itu, di wilayah yang sulit dijangkau seperti Pulau Palue, pemerintah menyalurkan tandon air sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap sumur bor.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bersih sekaligus mencegah munculnya persoalan kesehatan di lokasi pengungsian.
Kementerian PU juga menerjunkan tim teknis untuk memeriksa keamanan struktur sejumlah bangunan publik sebelum kembali digunakan masyarakat.
Pemeriksaan menyasar rumah sakit, sekolah, serta gedung pemerintahan di wilayah terdampak.
Pemeriksaan awal dilakukan terhadap fasilitas vital di Labuan Bajo, termasuk Rumah Sakit Komodo. Pemeriksaan selanjutnya diperluas ke Ruteng dan Nagekeo.
Selain bangunan publik, Kementerian PU memantau kondisi bendungan dan jaringan irigasi yang terdampak bencana.
Salah satunya jaringan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur yang tertutup material longsor.
Pemerintah menyatakan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Flores nantinya tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan kondisi bangunan seperti sebelum bencana, tetapi juga meningkatkan ketahanannya terhadap gempa.
"Infrastruktur adalah jalan bagi negara untuk hadir, melindungi, dan memastikan bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian menghadapi bencana," kata Jemmy.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT