Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta

Kompas.com, 26 Agustus 2026, 16:41 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nasional secara serentak di seluruh Indonesia, Rabu (26/8/2026).

Gerakan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut menargetkan partisipasi 1.781.945 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dengan mengajak masyarakat membaca selawat sekaligus mengkaji sirah atau perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan terbuka bagi masjid, majelis taklim, pesantren, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga masyarakat umum.

Berdasarkan pembaruan data pada laman resmi kegiatan, tercatat 2.236 titik pelaksanaan di 31 provinsi dengan 158.615 peserta terdaftar.

Baca juga: 21 Ucapan Maulid Nabi 2026, Cocok Dibagikan di WhatsApp dan Media Sosial

Gema Selawat Kebangsaan Digelar Serentak

Kemenag menyebut Gema Selawat Kebangsaan sebagai gerakan bersama untuk membaca selawat dan mengkaji sirah Nabi Muhammad SAW melalui jejaring Penerangan Agama Islam di seluruh Indonesia.

Target 1.781.945 peserta yang ditetapkan dalam gerakan tersebut bukan tanpa alasan. Angka itu diambil secara simbolis dari tanggal Kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.

Selain pembacaan selawat dan kajian sirah Nabi, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembacaan Dalā'il al-Khayrāt serta Ijazah Kubra.

Pelaksanaan secara serentak memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan data pada laman resmi kegiatan, Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah titik pelaksanaan terbanyak, yakni mencapai 807 titik.

Gema Selawat Kebangsaan sekaligus menjadi momentum untuk mengajak masyarakat tidak hanya memperbanyak selawat, tetapi juga mengenal lebih dekat perjalanan hidup dan keteladanan Rasulullah SAW.

Baca juga: Maulid Nabi 2026: Sejarah, Hikmah, dan Hukum Puasa di Hari Kelahiran Rasulullah

Anjuran Berselawat kepada Nabi Muhammad SAW

Selawat merupakan salah satu bentuk penghormatan dan ungkapan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Anjuran berselawat kepada Rasulullah disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an, salah satunya Surat Al-Ahzab ayat 56.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Ayat tersebut menjelaskan anjuran bagi orang-orang beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, selawat tidak hanya berkaitan dengan momentum Maulid Nabi. Umat Islam dianjurkan berselawat kepada Rasulullah dalam berbagai kesempatan sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada beliau.

Mengapa Selawat Identik dengan Maulid Nabi?

Peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran sekaligus mempelajari kembali kehidupan dan keteladanan Rasulullah SAW.

Dalam Gema Selawat Kebangsaan, pembacaan selawat tidak dilakukan sendiri. Kemenag memadukannya dengan Ngaji Sirah Nasional yang mengajak masyarakat mempelajari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak hanya diisi dengan lantunan selawat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh keteladanan Rasulullah.

Sirah Nabi mencakup perjalanan kehidupan Rasulullah, mulai dari masa sebelum kenabian, turunnya wahyu, perjuangan dakwah, hingga cara beliau berinteraksi dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat.

Mempelajari sirah dapat membantu umat Islam memahami latar belakang kehidupan dan keteladanan Rasulullah. Dengan demikian, kecintaan kepada Nabi tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui upaya meneladani akhlaknya.

Selawat dan Kecintaan kepada Rasulullah

Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Selawat menjadi salah satu cara untuk mengingat sekaligus menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah.

Namun, kecintaan kepada Nabi tidak berhenti pada memperbanyak selawat.

Keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata jujur, menjaga amanah, menyayangi sesama, serta menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.

Karena itu, kegiatan yang memadukan selawat dan kajian sirah dapat menjadi sarana untuk menghubungkan ungkapan kecintaan kepada Nabi dengan pemahaman terhadap perjalanan hidup dan akhlaknya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya
Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya
Aktual
Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Aktual
Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta
Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta
Aktual
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Aktual
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Pendaftaran Petugas Haji 2027: Formasi, Batas Usia, Syarat, dan Jadwal Seleksi
Aktual
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Berapa Gaji Petugas Haji 2027? Ini Perkiraan Honor PPIH Per Periode Penugasan
Aktual
Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori
Di Tengah Arus Globalisasi, Pendidikan Agama Tak Cukup Ajarkan Teori
Aktual
Petugas Haji 2027: Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPIH Kesehatan, Kloter, dan Arab Saudi
Petugas Haji 2027: Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPIH Kesehatan, Kloter, dan Arab Saudi
Aktual
Cara Daftar PPIH 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Seleksi Petugas Haji
Cara Daftar PPIH 2027: Syarat, Formasi, dan Jadwal Seleksi Petugas Haji
Aktual
Rasulullah Rahmatan lil ‘Alamin, Bukan Hanya untuk Umat Islam? Ini Penjelasannya
Rasulullah Rahmatan lil ‘Alamin, Bukan Hanya untuk Umat Islam? Ini Penjelasannya
Aktual
Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp
Muktamar ke-35 NU Pakai Teknologi Canggih, 100 CCTV hingga AI Terhubung WhatsApp
Aktual
Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap untuk PPIH Kloter dan Arab Saudi
Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap untuk PPIH Kloter dan Arab Saudi
Aktual
6 Nilai Al-Quran yang Bisa Jadi Pedoman Menggunakan AI
6 Nilai Al-Quran yang Bisa Jadi Pedoman Menggunakan AI
Aktual
Lebih dari 14 Abad Berlalu, Mengapa Nabi Muhammad SAW Masih Diteladani hingga Hari Ini?
Lebih dari 14 Abad Berlalu, Mengapa Nabi Muhammad SAW Masih Diteladani hingga Hari Ini?
Aktual
Kiai Imam Jazuli Gerakkan 10.000 Pesantren Rintisan, Gandeng Gus Ipang Perkuat Branding
Kiai Imam Jazuli Gerakkan 10.000 Pesantren Rintisan, Gandeng Gus Ipang Perkuat Branding
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar