Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan

Kompas.com, 4 September 2026, 15:54 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan 20 ton beras dan sejumlah kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan yang berasal dari donasi jajaran Kemenimipas itu juga mencakup 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, 1.000 dus mi instan, obat-obatan, dan multivitamin.

Bantuan diserahkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi yang mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto di Rutan Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Baca juga: EMT Muhammadiyah Sebut Korban Gempa NTT Mulai Alami Infeksi Saluran Pernapasan

Bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat terdampak gempa, jajaran Rutan Kelas IIB Ruteng, warga binaan beserta keluarganya, serta pihak terdampak di Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo.

"Pak Menteri menekankan pentingnya kehadiran negara bagi masyarakat maupun jajaran Kemenimipas yang terdampak bencana," ujar Mashudi dalam rilisnya, Jumat (4/9/2026).

Menurut Mashudi, penanganan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Kemenimipas akan terus memantau kebutuhan masyarakat dan jajarannya selama proses pemulihan pascabencana.

"Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera ditindaklanjuti secara tepat dan terkoordinasi," kata Mashudi.

"Kami ingin memastikan jajaran, Warga Binaan, dan masyarakat yang terdampak bencana tidak sendiri dalam menghadapi kondisi ini," lanjutnya.

Baca juga: Imbauan Muhammadiyah: Infak Shalat Jumat 21 Agustus 2026 Disalurkan untuk Korban Gempa Flores

Rutan Ruteng Rusak akibat Gempa

Selain menyerahkan bantuan, Mashudi bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT meninjau kondisi Rutan Kelas IIB Ruteng yang ikut terdampak gempa.

Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan rutan.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebelumnya telah mengirimkan tim untuk melakukan asistensi dan menilai tingkat kerusakan.

Hasil penilaian awal menunjukkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan berat sehingga memerlukan pembangunan kembali.

Penilaian tersebut selanjutnya akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Mashudi meminta Direktorat Sarana, Prasarana, dan Pelayanan Pemasyarakatan segera menindaklanjuti kebutuhan sarana dan prasarana Rutan Ruteng.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT Decky Nurmansyah mengatakan pihaknya terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan bangunan yang rusak.

"Kondisi Rutan Ruteng membutuhkan dukungan dan tindak lanjut, terutama pada bagian bangunan yang terdampak gempa. Kami akan terus berkoordinasi dan menyampaikan kondisi di lapangan agar penanganannya dapat segera dilakukan," ujar Decky.

Hak Warga Binaan Tetap Dipenuhi

Meski sebagian bangunan Rutan Ruteng terdampak gempa, Kemenimipas memastikan pelayanan kepada warga binaan tetap berjalan.

Mashudi mengatakan hak-hak warga binaan tetap diberikan sesuai standar pelayanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemenuhan hak tersebut termasuk pemberian remisi bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.

Kemenimipas juga akan melanjutkan pemantauan terhadap Rutan Ruteng untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascagempa dapat ditindaklanjuti.

Bantuan juga berdatangan dari beberapa institusi, seperti Kementerian Agama. Bahkan Kemenag mengajak peserta seminari untuk berdoa bersama untuk korban gempa NTT.

“Kita berdoa semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah sesegera mungkin diberikan pengharapan baru. Kita ingatkan kepada mereka bahwa musibah itu ujian,” katanya.

Menurut Menag, setiap ujian perlu dihadapi dengan keteguhan dan keyakinan kepada Tuhan. Ia meminta para siswa tidak mudah kecewa ketika menghadapi persoalan hidup.

“Boleh jadi ini adalah musibah buat kita, tetapi di mata para malaikat, ini adalah baik buat kita. Jadikanlah cobaan ini sebagai anak tangga yang paling cepat mendekati Tuhan Yang Maha Pengasih,” tuturnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar