Editor
KOMPAS.com — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan 20 ton beras dan sejumlah kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan yang berasal dari donasi jajaran Kemenimipas itu juga mencakup 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, 1.000 dus mi instan, obat-obatan, dan multivitamin.
Bantuan diserahkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi yang mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto di Rutan Kelas IIB Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Baca juga: EMT Muhammadiyah Sebut Korban Gempa NTT Mulai Alami Infeksi Saluran Pernapasan
Bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat terdampak gempa, jajaran Rutan Kelas IIB Ruteng, warga binaan beserta keluarganya, serta pihak terdampak di Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo.
"Pak Menteri menekankan pentingnya kehadiran negara bagi masyarakat maupun jajaran Kemenimipas yang terdampak bencana," ujar Mashudi dalam rilisnya, Jumat (4/9/2026).
Menurut Mashudi, penanganan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Kemenimipas akan terus memantau kebutuhan masyarakat dan jajarannya selama proses pemulihan pascabencana.
"Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera ditindaklanjuti secara tepat dan terkoordinasi," kata Mashudi.
"Kami ingin memastikan jajaran, Warga Binaan, dan masyarakat yang terdampak bencana tidak sendiri dalam menghadapi kondisi ini," lanjutnya.
Baca juga: Imbauan Muhammadiyah: Infak Shalat Jumat 21 Agustus 2026 Disalurkan untuk Korban Gempa Flores
Selain menyerahkan bantuan, Mashudi bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT meninjau kondisi Rutan Kelas IIB Ruteng yang ikut terdampak gempa.
Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan rutan.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebelumnya telah mengirimkan tim untuk melakukan asistensi dan menilai tingkat kerusakan.
Hasil penilaian awal menunjukkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan berat sehingga memerlukan pembangunan kembali.
Penilaian tersebut selanjutnya akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Mashudi meminta Direktorat Sarana, Prasarana, dan Pelayanan Pemasyarakatan segera menindaklanjuti kebutuhan sarana dan prasarana Rutan Ruteng.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT Decky Nurmansyah mengatakan pihaknya terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan bangunan yang rusak.
"Kondisi Rutan Ruteng membutuhkan dukungan dan tindak lanjut, terutama pada bagian bangunan yang terdampak gempa. Kami akan terus berkoordinasi dan menyampaikan kondisi di lapangan agar penanganannya dapat segera dilakukan," ujar Decky.
Meski sebagian bangunan Rutan Ruteng terdampak gempa, Kemenimipas memastikan pelayanan kepada warga binaan tetap berjalan.
Mashudi mengatakan hak-hak warga binaan tetap diberikan sesuai standar pelayanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemenuhan hak tersebut termasuk pemberian remisi bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.
Kemenimipas juga akan melanjutkan pemantauan terhadap Rutan Ruteng untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascagempa dapat ditindaklanjuti.
Bantuan juga berdatangan dari beberapa institusi, seperti Kementerian Agama. Bahkan Kemenag mengajak peserta seminari untuk berdoa bersama untuk korban gempa NTT.
“Kita berdoa semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah sesegera mungkin diberikan pengharapan baru. Kita ingatkan kepada mereka bahwa musibah itu ujian,” katanya.
Menurut Menag, setiap ujian perlu dihadapi dengan keteguhan dan keyakinan kepada Tuhan. Ia meminta para siswa tidak mudah kecewa ketika menghadapi persoalan hidup.
“Boleh jadi ini adalah musibah buat kita, tetapi di mata para malaikat, ini adalah baik buat kita. Jadikanlah cobaan ini sebagai anak tangga yang paling cepat mendekati Tuhan Yang Maha Pengasih,” tuturnya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT