Editor
KOMPAS.com - Adab berdoa merupakan tata cara dan sikap yang diperhatikan seorang Muslim ketika memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.
Adab ini mencakup bagaimana seseorang mengawali, menyampaikan, hingga mengakhiri doanya sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.
Dalam praktiknya, masih ada kebiasaan setelah berdoa yang kerap dilakukan umat Islam, salah satunya mengusap wajah. Lantas, apakah mengusap wajah termasuk adab berdoa yang dianjurkan?
Baca juga: Ingin Doa Cepat Dikabulkan? Ini Adab dan 15 Waktu Mustajab untuk Berdoa
Dalam buku Tuntunan Dzikir dan Doa Menurut Putusan Tarjih Muhammadiyah, dijelaskan empat adab utama dalam berdoa yang perlu diperhatikan seorang Muslim.
Salah satu adab berdoa yang paling dikenal adalah mengangkat kedua tangan. Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Salman al-Farisi RA:
Baca juga: Kenapa Doa Kita Belum Dikabulkan? Begini Penjelasannya Menurut Islam
إِنَّ رَبَّكُمْ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ أَنْ يَرْفَعَ إِلَيْهِ يَدَيْهِ فَيَرُدَّهُمَا صِفْرًا أَوْ قَالَ: خَائِبَتَيْنِ (رواه ابن ماجه)
“Sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pemalu lagi Maha Pemurah. Dia merasa malu kepada hamba-Nya yang menengadahkan kedua tangannya kepada-Nya, lalu Dia mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong atau hampa.” (HR. Ibnu Majah).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa mengangkat tangan menjadi salah satu bentuk kerendahan hati dan pengharapan seorang hamba kepada Allah SWT. Sikap itu juga mencerminkan keyakinan terhadap sifat Allah yang Maha Pemurah dalam menerima permohonan hamba-Nya.
Adab berdoa berikutnya adalah memulai permohonan dengan memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Fudhalah bin Ubaid RA meriwayatkan:
إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِمَحَامِدِ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ ﷺ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ (رواه أبو داود)
“Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji Tuhannya yang Maha Agung dan Maha Perkasa, kemudian bershalawat kepada Nabi SAW, lalu setelah itu berdoalah dengan apa yang dikehendakinya.” (HR. Abu Dawud).
Dengan demikian, doa tidak langsung dimulai dengan permohonan, tetapi diawali dengan pengakuan atas kebesaran Allah SWT dan shalawat kepada Rasulullah SAW. Tata cara tersebut menjadi salah satu adab yang dianjurkan ketika seorang Muslim memanjatkan doa.
Al-Qur’an juga menekankan agar seorang Muslim berdoa dengan sikap rendah hati dan suara yang lembut. Allah SWT berfirman:
اُدْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (الأعراف: 55)
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. al-A’raf [7]: 55).
Tadharru’ menunjukkan kesadaran manusia sebagai hamba yang memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT. Karena itu, sikap tunduk dan rendah hati menjadi bagian penting dalam adab berdoa.
Setelah menyampaikan permohonan, doa dianjurkan untuk ditutup dengan ucapan hamdalah. Hal ini sebagaimana digambarkan dalam firman Allah SWT:
دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (يونس: 10)
“Doa mereka di dalamnya ialah: ‘Subhanakallahumma’, dan penghormatan mereka ialah: ‘Salaam’. Dan penutup doa mereka ialah: ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.’” (QS. Yunus [10]: 10)
Hamdalah menjadi bentuk syukur seorang hamba setelah memanjatkan permohonan. Ucapan tersebut juga menegaskan bahwa segala sesuatu pada akhirnya kembali kepada Allah SWT.
Sebagian umat Islam memiliki kebiasaan mengusap wajah setelah selesai berdoa. Namun, dalam pandangan Majelis Tarjih dan Tarjih Muhammadiyah, mengusap wajah tidak termasuk dalam empat adab utama berdoa yang dijelaskan dalam buku tersebut.
Namun, kebiasaan mengusap wajah setelah selesai berdoa juga tidak dilarang. Artinya, mengusap wajah boleh dilakukan dan boleh pula ditinggalkan.
Kebiasaan tersebut bukan penentu diterima atau tidaknya sebuah doa, karena inti doa terletak pada keikhlasan serta kepatuhan terhadap adab yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dengan demikian, perhatian utama dalam adab berdoa dapat diarahkan pada empat hal, yakni mengangkat tangan, memulai doa dengan pujian dan shalawat, berdoa dengan tadharru’, serta menutupnya dengan hamdalah.
Menurut Tuntunan Dzikir dan Doa Menurut Putusan Tarjih Muhammadiyah, mengusap wajah setelah berdoa tidak termasuk empat adab utama berdoa.
Kebiasaan tersebut boleh dilakukan maupun ditinggalkan sehingga tidak perlu dianggap sebagai syarat dalam berdoa.
Yang lebih utama dalam berdoa adalah melaksanakan sesuai adab dengan menjaga sikap rendah hati, memuji Allah SWT, bershalawat, serta memanjatkan doa dengan penuh ketundukan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT