Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus

Kompas.com, 6 September 2026, 06:33 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali menjadi sorotan setelah mengalami erupsi menerus yang disebut sebagai yang terkuat sepanjang 2026.

Di tengah kekhawatiran warga pesisir Lampung dan Banten, doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat gunung meletus bisa diamalkan sebagai bentuk ikhtiar batin, berdampingan dengan kepatuhan pada arahan mitigasi resmi.

Baca juga: Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus

Perkembangan Terbaru Erupsi Anak Krakatau

Dikutip dari Kompas.com, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat malam, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Aktivitas ini diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur, dengan satu kali gempa letusan yang tercatat memiliki amplitudo 70 mm dan berlangsung selama 21.600 detik atau sekitar 6 jam.

Pengamat Gunung Api Anak Krakatau, Muhammad Dika Nurzaman, menyebut rangkaian erupsi kali ini sebagai intensitas letusan tertinggi sepanjang tahun 2026, dengan total 240 kali letusan tercatat sejak status Siaga ditetapkan.

Meski demikian, status Gunung Anak Krakatau hingga kini tidak berubah dan masih berada di Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026.

Dampak erupsi dirasakan warga sekitar. Sebaran abu vulkanik dilaporkan meluas hingga membuat sebagian warga Bandar Lampung dan Lampung Selatan mengeluhkan sesak napas dan mata perih, dentuman dan getaran erupsi juga terdengar hingga ke wilayah Jawa Barat dan Banten.

Baca juga: Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini

Doa Saat Gunung Meletus Menurut Ajaran Rasulullah

Dikutip dari NU Online, dalam kitab Al-Adzkâr karya Imam An-Nawawi, terdapat sejumlah doa yang bisa diamalkan baik sebagai bentuk pencegahan maupun ketika sudah tertimpa musibah akibat erupsi.

1. Doa perlindungan harian (dianjurkan dibaca rutin, riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi)

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillâhilladzî lâ yadhurru ma'asmihî syai'un fil ardhi wa lâ fis-samâ'i, wa huwas-samî'ul 'alîm.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudarat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Doa ini berfungsi sebagai bentuk antisipasi atau doa perlindungan yang baik diamalkan setiap hari, termasuk di tengah situasi aktivitas vulkanik yang masih berlangsung seperti saat ini.

2. Doa saat tertimpa musibah akibat erupsi (riwayat Muslim, dari Ummu Salamah)

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji'ûn. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.

Artinya: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah pahala kepadaku atas musibah yang menimpaku, dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya."

Dalam konteks bencana gunung meletus, doa ini dapat dipahami sebagai permohonan agar dicegah dari bahaya lontaran material vulkanik, terdampak getaran, maupun terpapar panas dari material letusan, sekaligus permohonan agar tetap membawa iman jika memang ditakdirkan menemui ajal dalam musibah tersebut.

3. Doa memohon perlindungan dari reruntuhan dan bahaya jatuh (HR An-Nasa'i)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي

Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hadmi, wa a'ûdzu bika minat-taraddî.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan, dan aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh (dari ketinggian)."

Doa ini kerap dianjurkan sejumlah laman keislaman saat gunung berapi erupsi, mengingat kandungannya yang relevan dengan ancaman fisik akibat letusan, seperti reruntuhan material vulkanik maupun risiko kecelakaan saat proses evakuasi.

Doa Sebagai Pelengkap, Bukan Pengganti Mitigasi

Warga diingatkan, doa sesungguhnya mencakup dua hal sekaligus yakni ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan kepada Allah dari bahaya yang mengancam, sekaligus wujud kepasrahan kepada Sang Pengendali segala bahaya.

Karena itu, bagi warga yang berada di sekitar wilayah terdampak, kepatuhan terhadap arahan resmi tetap menjadi prioritas utama, termasuk menjauhi radius bahaya 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau sebagaimana direkomendasikan Badan Geologi dan MAGMA Indonesia (ESDM), serta mengikuti imbauan otoritas setempat bila status aktivitas berubah.

Sementara bagi masyarakat yang berada jauh dari lokasi erupsi, dianjurkan untuk turut mendoakan agar bencana segera berakhir dan warga terdampak diberi kekuatan serta keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Doa dan Niat
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Aktual
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
Aktual
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Doa dan Niat
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Doa dan Niat
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa dan Niat
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Aktual
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar