Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan

Kompas.com, 22 Juli 2026, 14:24 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus merupakan momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan persatuan, kedamaian, dan kemajuan.

Dalam naskah doa resmi upacara kemerdekaan, doa diawali dengan pujian kepada Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa, disertai rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia.

Baca juga: Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa

Doa Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dengan penuh kerendahan hati kami mempersembahkan puji syukur ke hadirat-Mu. Engkaulah Pencipta alam semesta dan hanya kepada-Mu kami berserah diri serta memohon pertolongan.

Ya Allah Yang Maha Rahim, limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada bangsa Indonesia. Berikanlah kekuatan kepada kami untuk mengisi kemerdekaan dengan amal saleh, persatuan, dan kerja nyata demi terwujudnya negeri yang adil, makmur, dan mendapat rida-Mu.

Makna Doa Kemerdekaan

Doa Kemerdekaan bukan sekadar rangkaian permohonan, tetapi juga pengingat bahwa kemerdekaan merupakan anugerah Allah SWT yang harus dijaga bersama.

Melalui doa ini, umat Islam diajak untuk:

  • Mensyukuri nikmat kemerdekaan.
  • Mengenang pengorbanan para pahlawan.
  • Memohon persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Meminta perlindungan dari perpecahan, fitnah, dan permusuhan.
  • Berdoa agar Indonesia menjadi negeri yang aman, adil, makmur, dan sejahtera.

Doa untuk Para Pahlawan

Memohon Ampunan bagi Pejuang Bangsa

Ya Allah Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosa para pahlawan, para pendahulu bangsa, kedua orang tua kami, para pemimpin, guru, dan seluruh kaum mukminin.

Terimalah seluruh amal perjuangan mereka sebagai amal saleh di sisi-Mu dan tempatkanlah mereka bersama orang-orang yang Engkau muliakan.

Doa Memohon Persatuan Bangsa

Agar Indonesia Tetap Bersatu

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemersatu.

Jadikanlah bangsa Indonesia senantiasa hidup dalam persatuan dan kesatuan. Jauhkan kami dari perselisihan, perpecahan, kebencian, fitnah, dan permusuhan.

Satukan hati para pemimpin dan seluruh rakyat Indonesia agar bersama-sama membangun negeri menuju masa depan yang lebih baik.

Doa Mengisi Kemerdekaan

Memohon Kekuatan Membangun Negeri

Ya Allah Yang Maha Bijaksana.

Karuniakanlah kepada kami kekuatan lahir dan batin untuk menjaga amanah kemerdekaan. Jadikan bangsa kami bangsa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, demokratis, adil, makmur, serta mampu memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia.

Doa Penutup

Sebagai penutup, doa kemerdekaan diakhiri dengan doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar.

Baca juga: Robbisrohli Sodri: Bacaan Doa Nabi Musa Lengkap Arab, Latin, Arti

Artinya:

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka."

Semoga Allah SWT menerima doa-doa kita, merahmati para pahlawan bangsa, serta senantiasa menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tetap aman, damai, maju, dan diberkahi. Aamiin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Aktual
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa dan Niat
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar