Editor
KOMPAS.com - Saat mendengar kabar duka, umat Islam dianjurkan untuk segera mengucapkan kalimat istirja, yakni "innalillahi wa inna ilaihi raji'un".
Selain itu, ada pula doa "allahummaghfirlahu" yang khusus dipanjatkan untuk mendoakan ampunan bagi jenazah. Berikut tulisan Arab, latin, dan penjelasan lengkapnya.
اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Allāhummaghfir lahu warhamhu wa 'āfihi wa'fu 'anhu
Baca juga: Doa Sholat Qobliyah Subuh: Bacaan Arab, Latin, dan Arti
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn artinya "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali".
Kalimat ini mengandung makna kepasrahan total kepada Allah SWT, bahwa segala sesuatu, termasuk nyawa manusia, pada dasarnya adalah milik-Nya, dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya pula.
Sementara itu, Allāhummaghfir lahu warhamhu wa 'āfihi wa'fu 'anhu artinya "Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia, maafkanlah dia, dan lapangkanlah tempatnya (bebaskanlah dari siksa)".
Doa ini merupakan bagian dari doa dalam sholat jenazah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan dari Auf bin Malik RA (HR. Muslim).
Baca juga: Doa Ketika Bersin dan Jawabannya Sesuai Sunnah, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Dalilnya
Banyak yang mengira kedua kalimat ini sama, padahal keduanya memiliki fungsi berbeda:
• Kalimat istirja ("innalillahi wa inna ilaihi raji'un") diucapkan sebagai bentuk penerimaan dan kesabaran ketika seseorang mendapat kabar musibah, termasuk kabar kematian.
Kalimat ini bisa diucapkan oleh siapa saja, kapan saja saat tertimpa ujian—tidak terbatas pada peristiwa kematian.
• Doa untuk orang meninggal (seperti allahummaghfirlahu) khusus dipanjatkan untuk memohonkan ampunan dan rahmat bagi jenazah. Doa ini umumnya dibaca dalam sholat jenazah atau saat mendoakan almarhum/almarhumah secara khusus.
Dengan kata lain, istirja adalah respons spontan atas musibah, sedangkan doa untuk jenazah adalah permohonan khusus yang ditujukan bagi orang yang telah meninggal.
Berikut lafal doa yang biasa dibaca dalam sholat jenazah untuk jenazah laki-laki:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْاَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ
Allāhummaghfir lahu warhamhu wa 'āfihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkholahu, waghsilhu bil-mā-i wats-tsalji wal-barodi, wa naqqihi minal khathōyā kamā naqqoitats-tsauban abyadha minad-danas
Arti: "Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia, maafkanlah dia, bebaskanlah dia (dari siksa), muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah tempat masuknya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran."
Untuk jenazah perempuan, doa di atas cukup disesuaikan dengan mengganti dhamir (kata ganti) hu menjadi hā, sehingga menjadi:
Allāhummaghfir lahā warhamhā wa 'āfihā wa'fu 'anhā...
Sementara untuk mendoakan lebih dari satu orang, dhamirnya diubah menjadi hum (untuk banyak orang laki-laki atau campuran) atau hunna (untuk banyak orang perempuan), misalnya:
Allāhummaghfir lahum warhamhum wa 'āfihim wa'fu 'anhum... (untuk jamak laki-laki/campuran)
Allāhummaghfir lahunna warhamhunna wa 'āfihinna wa'fu 'anhunna... (untuk jamak perempuan)
Anjuran mengucapkan kalimat istirja saat tertimpa musibah termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 156, yang menjelaskan bahwa orang-orang yang sabar adalah mereka yang ketika ditimpa musibah, mengucapkan kalimat innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Keutamaan kalimat ini juga dijelaskan dalam sebuah hadits sahih riwayat Imam Muslim.
Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa ketika seorang hamba tertimpa musibah lalu mengucapkan kalimat istirja beserta doa memohon pahala dan pengganti yang lebih baik, Allah SWT akan memberikan pahala atas musibah itu dan menggantinya dengan yang lebih baik (HR. Muslim).
Doa lengkap yang dimaksud dalam hadits ini adalah "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn, allāhumma ajurnī fī mushībatī wakhluf lī khairan minhā" yang artinya "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali, ya Allah berilah aku pahala atas musibahku ini dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya."
Ketika mendapat kabar duka atau bertakziah (melayat), ada beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan umat Islam:
1. Segera mengucapkan kalimat istirja begitu mendengar kabar duka, sebagai bentuk penerimaan atas ketetapan Allah SWT.
2. Mendoakan almarhum/almarhumah, bukan hanya menyampaikan simpati, misalnya dengan doa ampunan dan rahmat.
3. Menghibur dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan, dengan kata-kata yang menenangkan, bukan menambah kesedihan.
4. Tidak berlebihan dalam meratap, karena Islam mengajarkan kesabaran dan penerimaan, bukan meratap secara berlebihan yang justru dapat mengurangi keikhlasan.
5. Membantu secara nyata jika memungkinkan, misalnya membantu keperluan pemakaman atau kebutuhan keluarga yang berduka.
6. Menjaga lisan, dengan tidak membicarakan keburukan almarhum/almarhumah, sesuai anjuran untuk mengenang kebaikan orang yang telah meninggal.
Berikut beberapa contoh ucapan belasungkawa yang bisa disampaikan sesuai adab Islam:
• "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita atas wafatnya (nama almarhum/almarhumah). Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di sisi terbaik-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan."
• "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga almarhum/almarhumah husnul khotimah, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dalam menghadapi ujian ini."
• "Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan segala kesalahannya diampuni. Aamiin."
Ucapan-ucapan tersebut dapat disesuaikan dengan kedekatan hubungan, namun intinya tetap sama: mendoakan almarhum/almarhumah serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang