Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tulisan Arab dan Penggunaan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un dan Allahummaghfirlahu

Kompas.com, 6 Agustus 2026, 17:18 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com - Saat mendengar kabar duka, umat Islam dianjurkan untuk segera mengucapkan kalimat istirja, yakni "innalillahi wa inna ilaihi raji'un".

Selain itu, ada pula doa "allahummaghfirlahu" yang khusus dipanjatkan untuk mendoakan ampunan bagi jenazah. Berikut tulisan Arab, latin, dan penjelasan lengkapnya.

Kalimat istirja:

اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn

Doa allahummaghfirlahu:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Allāhummaghfir lahu warhamhu wa 'āfihi wa'fu 'anhu

Baca juga: Doa Sholat Qobliyah Subuh: Bacaan Arab, Latin, dan Arti

Arti Lengkap dan Makna Tiap Bacaan

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn artinya "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali".

Kalimat ini mengandung makna kepasrahan total kepada Allah SWT, bahwa segala sesuatu, termasuk nyawa manusia, pada dasarnya adalah milik-Nya, dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya pula.

Sementara itu, Allāhummaghfir lahu warhamhu wa 'āfihi wa'fu 'anhu artinya "Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia, maafkanlah dia, dan lapangkanlah tempatnya (bebaskanlah dari siksa)".

Doa ini merupakan bagian dari doa dalam sholat jenazah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan dari Auf bin Malik RA (HR. Muslim).

Baca juga: Doa Ketika Bersin dan Jawabannya Sesuai Sunnah, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Dalilnya

Perbedaan Kalimat Istirja dan Doa untuk Orang Meninggal

Banyak yang mengira kedua kalimat ini sama, padahal keduanya memiliki fungsi berbeda:

• Kalimat istirja ("innalillahi wa inna ilaihi raji'un") diucapkan sebagai bentuk penerimaan dan kesabaran ketika seseorang mendapat kabar musibah, termasuk kabar kematian.

Kalimat ini bisa diucapkan oleh siapa saja, kapan saja saat tertimpa ujian—tidak terbatas pada peristiwa kematian.

• Doa untuk orang meninggal (seperti allahummaghfirlahu) khusus dipanjatkan untuk memohonkan ampunan dan rahmat bagi jenazah. Doa ini umumnya dibaca dalam sholat jenazah atau saat mendoakan almarhum/almarhumah secara khusus.

Dengan kata lain, istirja adalah respons spontan atas musibah, sedangkan doa untuk jenazah adalah permohonan khusus yang ditujukan bagi orang yang telah meninggal.

Doa untuk Orang Meninggal Laki-Laki

Berikut lafal doa yang biasa dibaca dalam sholat jenazah untuk jenazah laki-laki:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْاَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ

Allāhummaghfir lahu warhamhu wa 'āfihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkholahu, waghsilhu bil-mā-i wats-tsalji wal-barodi, wa naqqihi minal khathōyā kamā naqqoitats-tsauban abyadha minad-danas

Arti: "Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia, maafkanlah dia, bebaskanlah dia (dari siksa), muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah tempat masuknya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran."

Versi Doa untuk Perempuan dan Banyak Orang

Untuk jenazah perempuan, doa di atas cukup disesuaikan dengan mengganti dhamir (kata ganti) hu menjadi hā, sehingga menjadi:

Allāhummaghfir lahā warhamhā wa 'āfihā wa'fu 'anhā...

Sementara untuk mendoakan lebih dari satu orang, dhamirnya diubah menjadi hum (untuk banyak orang laki-laki atau campuran) atau hunna (untuk banyak orang perempuan), misalnya:

Allāhummaghfir lahum warhamhum wa 'āfihim wa'fu 'anhum... (untuk jamak laki-laki/campuran)

Allāhummaghfir lahunna warhamhunna wa 'āfihinna wa'fu 'anhunna... (untuk jamak perempuan)

Dalil Membaca Innalillahi saat Musibah

Anjuran mengucapkan kalimat istirja saat tertimpa musibah termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 156, yang menjelaskan bahwa orang-orang yang sabar adalah mereka yang ketika ditimpa musibah, mengucapkan kalimat innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Keutamaan kalimat ini juga dijelaskan dalam sebuah hadits sahih riwayat Imam Muslim.

Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa ketika seorang hamba tertimpa musibah lalu mengucapkan kalimat istirja beserta doa memohon pahala dan pengganti yang lebih baik, Allah SWT akan memberikan pahala atas musibah itu dan menggantinya dengan yang lebih baik (HR. Muslim).

Doa lengkap yang dimaksud dalam hadits ini adalah "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn, allāhumma ajurnī fī mushībatī wakhluf lī khairan minhā" yang artinya "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali, ya Allah berilah aku pahala atas musibahku ini dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya."

Adab Menyampaikan Belasungkawa

Ketika mendapat kabar duka atau bertakziah (melayat), ada beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan umat Islam:

1. Segera mengucapkan kalimat istirja begitu mendengar kabar duka, sebagai bentuk penerimaan atas ketetapan Allah SWT.

2. Mendoakan almarhum/almarhumah, bukan hanya menyampaikan simpati, misalnya dengan doa ampunan dan rahmat.

3. Menghibur dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan, dengan kata-kata yang menenangkan, bukan menambah kesedihan.

4. Tidak berlebihan dalam meratap, karena Islam mengajarkan kesabaran dan penerimaan, bukan meratap secara berlebihan yang justru dapat mengurangi keikhlasan.

5. Membantu secara nyata jika memungkinkan, misalnya membantu keperluan pemakaman atau kebutuhan keluarga yang berduka.

6. Menjaga lisan, dengan tidak membicarakan keburukan almarhum/almarhumah, sesuai anjuran untuk mengenang kebaikan orang yang telah meninggal.

Contoh Ucapan Duka Islam yang Sopan

Berikut beberapa contoh ucapan belasungkawa yang bisa disampaikan sesuai adab Islam:

• "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita atas wafatnya (nama almarhum/almarhumah). Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di sisi terbaik-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan."

• "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga almarhum/almarhumah husnul khotimah, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dalam menghadapi ujian ini."

• "Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan segala kesalahannya diampuni. Aamiin."

Ucapan-ucapan tersebut dapat disesuaikan dengan kedekatan hubungan, namun intinya tetap sama: mendoakan almarhum/almarhumah serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Alasan Mengaka Kita Wajib Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Alasan Mengaka Kita Wajib Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Aktual
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Cara Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Cara Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Aktual
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Mitos Bulan Safar dan Momentum Menghargai Waktu
Khutbah Jumat 7 Agustus 2026: Mitos Bulan Safar dan Momentum Menghargai Waktu
Aktual
Kumpulan Doa Saat Gempa Bumi Lengkap, Yaa Ardhu Robbi wa Rabbukalla...
Kumpulan Doa Saat Gempa Bumi Lengkap, Yaa Ardhu Robbi wa Rabbukalla...
Aktual
Doa Qunut Subuh: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Membaca untuk Imam dan Makmum
Doa Qunut Subuh: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Membaca untuk Imam dan Makmum
Doa dan Niat
Doa Jumat Berkah yang Dianjurkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Jumat Berkah yang Dianjurkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tulisan Arab dan Penggunaan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un dan Allahummaghfirlahu
Tulisan Arab dan Penggunaan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un dan Allahummaghfirlahu
Doa dan Niat
Pesantren dengan 1.000 Santri Kini Bisa Kelola Dapur MBG Sendiri
Pesantren dengan 1.000 Santri Kini Bisa Kelola Dapur MBG Sendiri
Aktual
Meski Kepuasan Haji Tinggi, Menhaj Soroti Layanan Armuzna Masih Perlu Dievaluasi
Meski Kepuasan Haji Tinggi, Menhaj Soroti Layanan Armuzna Masih Perlu Dievaluasi
Aktual
Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Catat Rekor Tertinggi, Ini Survei Lengkapnya
Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Catat Rekor Tertinggi, Ini Survei Lengkapnya
Aktual
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Arab, Latin, Arti, Waktu, dan Tata Caranya
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Arab, Latin, Arti, Waktu, dan Tata Caranya
Doa Harian
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Bacaan Arab, Latin, dan Arti
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Bacaan Arab, Latin, dan Arti
Aktual
UIN Bandung: Keluarga Benteng Pertama Cegah Anak Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal
UIN Bandung: Keluarga Benteng Pertama Cegah Anak Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal
Aktual
Kenapa Manusia Wajib Berdoa? Ini Alasan dan Keutamaannya dalam Islam
Kenapa Manusia Wajib Berdoa? Ini Alasan dan Keutamaannya dalam Islam
Aktual
Cara Akses dan Unduh Gratis 40 Buku PAI Digital Kemenag Lewat Smart PAI
Cara Akses dan Unduh Gratis 40 Buku PAI Digital Kemenag Lewat Smart PAI
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar