Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

GP Ansor Dukung Pidato Prabowo di PBB tentang Palestina-Israel

Kompas.com, 24 September 2025, 07:56 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor memberikan apresiasi terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang PBB yang menegaskan komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, menilai sikap Presiden Prabowo sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal serta ajaran Islam yang mengedepankan rahmatan lil ‘alamin.

Ia menegaskan bahwa posisi Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan mendorong perdamaian abadi merupakan langkah yang tepat dalam sejarah diplomasi bangsa.

Baca juga: Prabowo di PBB: Indonesia Siap Akui Israel Setelah Palestina Merdeka

“GP Ansor mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara dan penghentian kekerasan di Gaza. Seruan ini bukan hanya sejalan dengan nilai kemanusiaan universal, tetapi juga dengan prinsip Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” kata Addin dalam keterangannya, Selasa (23/9/2025).

GP Ansor juga mendukung diplomasi Indonesia yang menempatkan negara di garis depan perjuangan perdamaian dunia.

Menurut Addin, langkah ini menegaskan bahwa pengakuan kenegaraan Palestina harus dipandang sebagai jalan menuju keadilan dan perdamaian abadi di kawasan.

“Diplomasi yang ditempuh Indonesia sangat strategis. Ini menguatkan peran kita sebagai bangsa yang konsisten membela keadilan, sekaligus menjaga kehormatan umat Islam di mata dunia,” ujarnya.

Dalam pidatonya di Sidang PBB, yang dipimpin bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hanya solusi dua negara yang dapat menjamin masa depan Palestina dan Israel serta menjaga kredibilitas PBB.

Prabowo juga menyatakan bahwa Indonesia siap mengakui Israel jika Israel terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina.

“Setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel. Dan kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” kata Prabowo.

Baca juga: Gus Yahya Minta Maaf soal Undangan Tokoh Zionis, Tegaskan Komitmen PBNU untuk Palestina

Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam misi perdamaian, termasuk menyediakan pasukan penjaga perdamaian.

Addin menegaskan bahwa GP Ansor akan terus berada di barisan yang mendukung kebijakan luar negeri Indonesia dalam isu Palestina.

“Kami berharap, komitmen yang disampaikan Presiden Prabowo ini menjadi bagian nyata dari langkah besar bangsa Indonesia untuk mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan,” tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com