Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Resep Kolak Terfavorit saat Buka Puasa Ramadhan untuk Obati Rasa Kangen Kampung Halaman

Kompas.com, 22 Februari 2026, 14:12 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Suasana buka puasa Ramadhan identik dengan sajian kolak yang manis dan hangat.

Hidangan tradisional ini hampir selalu hadir di meja makan saat adzan Maghrib berkumandang.

Perpaduan gula merah dan santan menghadirkan rasa khas yang mengingatkan pada suasana kampung halaman.

Tak heran, variasi resep kolak selalu dicari setiap bulan suci tiba sebagai pilihan inspirasi takjil.

Berikut lima resep kolak terfavorit untuk buka puasa Ramadhan yang dirangkum Kompas.com dari Sajian Sedap.

Baca juga: 5 Resep Takjil Praktis Favorit Saat Ramadhan, Cocok untuk Anak Kos

1. Resep Kolak Pisang Gula Merah

Kolak Pisang Gula Merah merupakan kudapan tradisional bercita rasa manis yang wajib hadir sebagai menu buka puasa. Cara membuatnya cukup mudah sehingga tidak perlu khawatir repot saat menyajikannya.

Bahan:

  • 2 buah pisang tanduk, dipotong miring 2–3 cm
  • 200 gram labu kuning, dipotong kotak
  • 200 gram ubi merah, dipotong kotak
  • 100 gram kolang kaling, dipotong panjang 3 bagian
  • 3 sendok makan pacar cina
  • 2.000 ml air
  • 400 gram gula merah, sisir halus
  • 3 lembar daun pandan, diikat
  • 1/2 sendok teh garam
  • 500 ml santan dari 1 butir kelapa

Cara Membuat:

  • Rebus labu kuning, ubi merah, air, gula merah, daun pandan, dan garam sampai mendidih.
  • Tambahkan kolang kaling, pacar cina, dan pisang tanduk. Masak di atas api kecil sampai meresap.
  • Masukkan santan dan masak hingga kembali mendidih.

2. Resep Kolak Singkong Pisang Kepok

Kolak Singkong Pisang Kepok hadir dengan kuah manis dan gurih sehingga tidak pernah membosankan untuk disantap saat berbuka.

Bahan:

  • 300 gram singkong, dikupas dan dipotong
  • 15 buah pisang kepok, dipotong miring 2 bagian
  • 150 gram kacang hijau, direndam 1 jam dan ditiriskan
  • 250 gram kelapa muda, dikeruk lembar
  • 2.500 ml santan dari 1 1/2 butir kelapa
  • 3 lembar daun pandan, disimpulkan
  • 300 gram gula merah, disisir
  • 25 gram gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam

Cara Membuat:

  • Rebus singkong bersama santan dan daun pandan hingga setengah matang, lalu masukkan kacang hijau dan rebus sampai matang.
  • Tambahkan pisang, garam, dan gula, kemudian masak hingga meresap.
  • Masukkan kelapa muda dan aduk rata sebelum disajikan.

3. Resep Kolak Ketan Campur

Kolak Ketan Campur memadukan ketan putih dan ketan hitam dengan kuah santan gula merah yang kental.

Bahan Ketan Putih:

  • 100 gram beras ketan putih, rendam 1 jam
  • 75 ml santan
  • 1 lembar daun pandan
  • 1/8 sendok teh garam
  • Bahan Ketan Hitam:
  • 100 gram beras ketan merah, rendam 1 jam
  • 75 ml santan
  • 1 lembar daun pandan
  • 1/8 sendok teh garam

Bahan Pelengkap:

  • 100 gram jagung manis, rebus dan pipil
  • Bahan Kolak:
  • 100 gram pisang tanduk, potong kotak
  • 350 gram gula merah, sisir halus
  • 2 lembar daun pandan
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1.500 ml santan
  • 200 gram kelapa muda, keruk lebar
  • 100 gram kolang-kaling
  • 5 buah nangka, iris panjang

Cara Membuat:

  • Kukus beras ketan putih selama 15 menit hingga merekah.
  • Rebus air, daun pandan, dan garam hingga mendidih, lalu masukkan ketan dan kukus kembali 30 menit sampai matang. Lakukan hal yang sama untuk ketan hitam.
  • Campur ketan putih dan hitam bersama jagung manis, lalu bentuk bola-bola.
  • Rebus gula merah, daun pandan, garam, dan santan hingga mendidih sambil diaduk. Masukkan pisang, kelapa muda, kolang kaling, dan nangka, kemudian masak hingga meresap.
  • Sajikan bola ketan dengan siraman kuah kolak.

4. Resep Kolak Bola Ubi dengan Pisang

Kolak bola ubi dengan pisang menawarkan tekstur lembut dan kuah manis yang legit.

Bahan Bola Ubi:

  • 300 gram ubi merah, dikukus
  • 150 gram tepung kanji
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 buah pisang tanduk, dipotong 1 1/2 cm
  • 25 gram pacar cina, direbus
  • 100 gram nata de coco
  • 5 mata nangka, dipotong

Bahan Sirup:

  • 200 gram gula merah
  • 50 gram gula pasir
  • 700 ml air
  • Bahan Kuah:
  • 250 ml santan
  • 1/4 sendok teh garam
  • 2 sendok teh tepung maizena

Cara Membuat:

  • Rebus gula merah, gula pasir, dan air hingga larut lalu saring. Rebus kembali bersama pisang, pacar cina, nata de coco, dan nangka hingga air berkurang seperempat bagian.
  • Campur ubi, tepung kanji, dan garam, lalu bentuk bulat dan rebus hingga terapung. Masukkan ke dalam rebusan kolak dan masak hingga meresap.
  • Rebus santan, garam, dan maizena sambil diaduk hingga meletup-letup, lalu sajikan sebagai kuah.

5. Resep Kolak Pisang Ubi Nangka

Kolak Pisang Ubi Nangka menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas untuk buka puasa Ramadhan.

Bahan:

  • 300 gram ubi kuning, dipotong
  • 2 buah pisang tanduk, dipotong miring
  • 300 gram gula pasir
  • 2 lembar daun pandan
  • 100 gram kolang kaling, direbus
  • 50 gram nangka, dibelah dua memanjang
  • 1 sendok teh garam
  • 1.500 ml air
  • 1.000 ml santan dari 1 butir kelapa

Cara Membuat:

  • Rebus air bersama ubi dan pisang hingga matang, lalu masukkan gula dan daun pandan dan masak hingga mendidih.
  • Tambahkan kolang kaling dan masak hingga matang.
  • Masukkan nangka, garam, dan santan, lalu masak sambil diaduk hingga meresap.

Lima resep kolak terfavorit ini dapat menjadi pilihan menu buka puasa Ramadhan yang menghadirkan cita rasa manis gurih sekaligus mengobati rasa rindu kampung halaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Aktual
Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Aktual
Kurban 7 Kambing vs 1 Sapi, Mana Lebih Besar Pahalanya? Ini Kata Ulama
Kurban 7 Kambing vs 1 Sapi, Mana Lebih Besar Pahalanya? Ini Kata Ulama
Aktual
Apa Itu Hadyu? Ini Hukum, Jenis, dan Syaratnya dalam Haji
Apa Itu Hadyu? Ini Hukum, Jenis, dan Syaratnya dalam Haji
Aktual
Mengapa Shalat Jumat Pertama di Lembah? Ini Kisah Wadi Ranuna
Mengapa Shalat Jumat Pertama di Lembah? Ini Kisah Wadi Ranuna
Aktual
Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal, Pengawasan Diperketat
Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal, Pengawasan Diperketat
Aktual
Asal-usul Merpati di Makkah, Benarkah Tak Pernah Kotori Ka'bah?
Asal-usul Merpati di Makkah, Benarkah Tak Pernah Kotori Ka'bah?
Aktual
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Masuk Makkah Kini Wajib Izin, Ini 6 Golongan yang Dikecualikan
Aktual
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Kapan Shalat Jumat Pertama Kali Dilaksanakan? Berawal dari Hijrah Nabi
Aktual
3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
3 Kali Tinggalkan Shalat Jumat, Benarkah Jadi Kafir? Ini Peringatan Rasulullah
Doa dan Niat
Arab Saudi Tembus Misi Bulan NASA, 1.000 Peserta Ikuti Seminar Artemis II
Arab Saudi Tembus Misi Bulan NASA, 1.000 Peserta Ikuti Seminar Artemis II
Aktual
7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
7 Sunnah Sebelum Shalat Jumat yang Sering Terlewat, Ini Dalilnya
Aktual
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya
Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Waktu Membaca, dan Rahasia di Baliknya
Arti Labbaik Allahumma Labbaik, Waktu Membaca, dan Rahasia di Baliknya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ibadah Haji, Ora Mung Lunga, Nanging Ngganti Diri
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ibadah Haji, Ora Mung Lunga, Nanging Ngganti Diri
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com