Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag: Santri Harus Tampil Jadi Pemimpin Bangsa, Pesantren Kunci Hadapi Tantangan Zaman

Kompas.com, 7 Juni 2026, 11:59 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak pesantren di Indonesia terus berbenah dan memperkuat kualitas pendidikan untuk menjawab tantangan zaman.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan karakter sekaligus tempat lahirnya calon pemimpin bangsa di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat berkunjung ke Pesantren Girikesumo, Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menag disambut langsung Pengasuh Pesantren Girikesumo, KH. Munif Muhammad Zuhri. Selain bersilaturahmi dan berdialog dengan pengasuh serta santri, Menag juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta dan sejumlah buku terbitan Direktorat Pesantren Kementerian Agama.

"Kita juga mohon nanti ke depan agar para santri tampil sebagai pemimpin bangsa yang terbaik," ujar Nasaruddin Umar.

Baca juga: Menag Dorong Pesantren Tampil Menjawab Tantangan Masa Depan

Pesantren Bentuk Karakter Bangsa

Menag menegaskan bahwa pesantren telah memberikan kontribusi besar dalam membangun karakter bangsa. Nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan spiritualitas yang ditanamkan di lingkungan pesantren menjadi bekal penting bagi santri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Menurutnya, keberadaan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pembentukan akhlak, penguatan spiritualitas, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, Menag optimistis pesantren akan terus melahirkan generasi yang mampu berperan penting dalam pembangunan Indonesia.

Tantangan adalah Proses Naik Kelas

Nasaruddin juga menyinggung berbagai tantangan yang saat ini dihadapi dunia pesantren. Ia menilai berbagai ujian tersebut harus dipandang sebagai bagian dari proses penguatan dan peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam.

"Meskipun sekarang ini ada ujian-ujian di kawasan pondok pesantren, kita sangat yakin di mana ada ujian, di situ ada kenaikan kelas. Tidak ada kenaikan kelas tanpa ada ujian," katanya.

Ia mengajak seluruh pengelola pesantren untuk tetap optimistis dan menjadikan berbagai tantangan sebagai momentum untuk terus berbenah.

Apresiasi untuk KH Munif dan Pesantren Girikesumo

Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan penghormatan kepada KH. Munif Muhammad Zuhri yang dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan dan pembinaan umat.

Nasaruddin bahkan menyebut kawasan Pesantren Girikesumo sebagai tempat yang penuh keberkahan dan memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam di Indonesia.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menjalin kedekatan dengan para ulama dan pesantren sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan beragama yang moderat, damai, dan harmonis.

"Saya bersama-sama para santri mendoakan bangsa dan negara ini supaya menjadi lebih baik, lebih tahan uji, terutama Kementerian Agama," ungkapnya.

Perkuat Ekosistem Pesantren

Kunjungan Menag ke Pesantren Girikesumo merupakan bagian dari rangkaian program Direktorat Pesantren Kementerian Agama dalam memperkuat kemitraan dengan pesantren di berbagai daerah.

Baca juga: Munas dan Konbes NU 2026 Digelar 20-21 Juni di Pesantren Al-Falah Ploso

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem pesantren yang selama ini berperan penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Melalui penguatan pesantren, Kementerian Agama berharap lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan menjawab tantangan global di masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia
Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia
Aktual
Menag: Santri Harus Tampil Jadi Pemimpin Bangsa, Pesantren Kunci Hadapi Tantangan Zaman
Menag: Santri Harus Tampil Jadi Pemimpin Bangsa, Pesantren Kunci Hadapi Tantangan Zaman
Aktual
Wamenhaj: Hampir 17.000 Haji Tempati Hotel bintang 4 dan 5 di Madinah
Wamenhaj: Hampir 17.000 Haji Tempati Hotel bintang 4 dan 5 di Madinah
Aktual
Berburu Oleh-oleh Haji Murah di Pasar Kakiyah, 'Tanah Abang' Makkah
Berburu Oleh-oleh Haji Murah di Pasar Kakiyah, "Tanah Abang" Makkah
Aktual
Polisi Dubai Tutup Jalan Tol demi Bantu Mobil Mogok, Videonya Viral
Polisi Dubai Tutup Jalan Tol demi Bantu Mobil Mogok, Videonya Viral
Aktual
Manfaat Masjid Terdaftar di Simas Kemenag, Dapat Bantuan hingga Mudah Ditemukan di Google Maps
Manfaat Masjid Terdaftar di Simas Kemenag, Dapat Bantuan hingga Mudah Ditemukan di Google Maps
Aktual
Kebakaran di Hotel Jamaah Haji Indonesia di Makkah, PPIH Pastikan Semua Jamaah Selamat
Kebakaran di Hotel Jamaah Haji Indonesia di Makkah, PPIH Pastikan Semua Jamaah Selamat
Aktual
Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif
Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif
Aktual
Wamenhaj Minta Petugas Siaga Penuh Hadapi Kedatangan Jemaah Setelah Armuzna
Wamenhaj Minta Petugas Siaga Penuh Hadapi Kedatangan Jemaah Setelah Armuzna
Aktual
Wamenhaj Pastikan Layanan Prima akan Sambut Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah
Wamenhaj Pastikan Layanan Prima akan Sambut Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah
Aktual
75 Kloter Sudah Pulang, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam dalam Koper
75 Kloter Sudah Pulang, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam dalam Koper
Aktual
Pandangan MUI soal Mitos di Bulan Muharram, Umat Islam Diminta Berpegang pada Akidah
Pandangan MUI soal Mitos di Bulan Muharram, Umat Islam Diminta Berpegang pada Akidah
Aktual
Mengenal Bulan Muharram, Pembuka Tahun Hijriah yang Mulia dan Diharamkan untuk Berperang
Mengenal Bulan Muharram, Pembuka Tahun Hijriah yang Mulia dan Diharamkan untuk Berperang
Aktual
KH Manarul Hidayat Restui Gus Hery Haryanto Azumi Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU
KH Manarul Hidayat Restui Gus Hery Haryanto Azumi Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU
Aktual
Kebakaran Hotel Al Hidayah di Makkah, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?
Kebakaran Hotel Al Hidayah di Makkah, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com