Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makna Filosofis Gerakan Shalat Menurut Ulama, dari Berdiri hingga Salam

Kompas.com, 2 Mei 2026, 21:05 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Shalat bukan sekadar rangkaian gerakan yang dilakukan lima kali sehari oleh umat Islam.

Di balik setiap gerakan, terdapat makna filosofis yang berkaitan dengan adab, penyucian jiwa, hingga hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Pemaknaan ini dijelaskan secara mendalam oleh ulama agar ibadah tidak lagi terasa sebagai rutinitas, melainkan perjalanan ruhani yang membentuk kepribadian seorang Muslim.

Baca juga: Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?

Makna Filosofis Gerakan Shalat

Dalam kitab Hikmah at-Tasyri’ wa Falsafatuhu, Syekh al-Jurjawi menjelaskan beberapa makna dari gerakan shalat.

Posisi Berdiri dalam Shalat

Syekh al-Jurjawi menjelaskan bahwa gerakan berdiri atau qiyam dalam shalat bukan sekadar posisi tubuh.

Berdiri menjadi simbol kesadaran penuh seorang hamba yang sedang menghadap Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim dituntut menjaga gerakan, menghadirkan hati, dan memusatkan pikiran hanya kepada Allah.

Menurut Syekh al-Jurjawi, manusia secara fitrah akan bersikap tertib ketika berada di hadapan sosok yang dihormati. Hal itu menjadi gambaran bagaimana seharusnya seorang hamba berdiri di hadapan Tuhan.

Posisi Tangan Bersedekap dalam Shalat

Syekh al-Jurjawi juga menjelaskan makna filosofis posisi tangan dalam shalat yang diletakkan di bawah dada, dengan tangan kanan di atas tangan kiri.

Menurutnya, posisi tersebut melambangkan keseimbangan manusia antara urusan spiritual dan kehidupan duniawi.

Dengan posisi itu, manusia tidak tenggelam dalam materialisme, tetapi juga tidak larut dalam spiritualitas tanpa kendali. Shalat, menurutnya, mendidik manusia agar tetap stabil, tenang, dan terkendali secara ruhani.

Posisi Menundukkan Kepala dalam Shalat

Gerakan menundukkan kepala dalam shalat juga memiliki makna penting dalam membentuk kerendahan hati.

Syekh al-Jurjawi menjelaskan bahwa kepala dan leher menjadi simbol kebanggaan serta keangkuhan manusia. Karena itu, menundukkan kepala saat shalat merupakan bentuk pengakuan bahwa tidak ada yang layak diagungkan selain Allah SWT.

Sikap tersebut sekaligus menjadi latihan untuk mengikis kesombongan diri sedikit demi sedikit.

Allah SWT berfirman:

وَلاَ تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولاً

“Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan sombong, karena engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.” (QS. Al-Isra’: 37)

Posisi Sujud dalam Shalat

Sujud disebut sebagai gerakan shalat yang paling sarat makna filosofis.

Dalam sujud, wajah yang menjadi bagian tubuh paling mulia justru diletakkan di atas tanah sebagai simbol kerendahan seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Syekh al-Jurjawi menjelaskan bahwa sujud menggambarkan totalitas penghambaan manusia kepada Tuhan.

Rasulullah SAW bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR Muslim)

Allah SWT juga berfirman:

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“Bersujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah).” (QS. Al-‘Alaq: 19)

Menurut penjelasan tersebut, sujud bukan bentuk perendahan martabat manusia, melainkan jalan menuju kemuliaan dan kedekatan dengan Allah.

Syekh al-Jurjawi menilai kebiasaan sujud dapat membentuk karakter seorang Muslim.

Orang yang terbiasa sujud akan lebih berhati-hati dalam menjaga diri dari dosa karena menyadari bahwa maksiat dapat menjauhkan dirinya dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

“Tidaklah seorang Muslim bersujud kepada Allah satu kali sujud, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya dan menghapus satu kesalahannya.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

أَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

“Bantulah aku (untuk mewujudkan itu) dengan memperbanyak sujud.” (HR Muslim)

Posisi Tasyahud dalam Shalat

Gerakan tasyahud dan membaca shalawat di akhir shalat juga mengandung pesan tentang pentingnya menghargai perantara kebaikan.

Melalui Nabi Muhammad SAW, manusia mengenal Islam dan memahami jalan menuju Allah SWT. Karena itu, membaca shalawat menjadi bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Rasulullah.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Posisi Salam dalam Shalat

Shalat diakhiri dengan salam sambil menoleh ke kanan dan kiri. Gerakan ini menjadi simbol bahwa setelah beribadah kepada Allah, seorang Muslim harus kembali kepada masyarakat dengan membawa kedamaian.

Menurut Syekh al-Jurjawi, salam juga menjadi bentuk penghormatan kepada para malaikat yang menyertai manusia.

Allah SWT berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian mengingkari (nikmat-Ku).”

Shalat Bukan Beban, tetapi Kebutuhan Rohani

Melalui penjelasan tersebut, Syekh al-Jurjawi menegaskan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setiap gerakan dalam shalat mengandung pelajaran tentang adab, keseimbangan hidup, kerendahan hati, penghormatan kepada sesama, hingga tanggung jawab sosial.

Karena itu, semakin dalam makna shalat dipahami, semakin besar pula pengaruhnya dalam membentuk kehidupan seorang Muslim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Contoh Susunan Acara dan Doa Malam Tirakat HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026
Contoh Susunan Acara dan Doa Malam Tirakat HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026
Aktual
137 Produk Resin Plastik Thailand Dapat Sertifikat Halal Indonesia, Mengapa Plastik Harus Halal?
137 Produk Resin Plastik Thailand Dapat Sertifikat Halal Indonesia, Mengapa Plastik Harus Halal?
Aktual
Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Libur, Cuti Bersama, dan Long Weekend
Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Libur, Cuti Bersama, dan Long Weekend
Aktual
Kemenag Sebut Masjid Istiqlal Tidak IPO, Hanya Fasilitasi Wakaf Saham
Kemenag Sebut Masjid Istiqlal Tidak IPO, Hanya Fasilitasi Wakaf Saham
Aktual
Wamenag Minta Pelaku Usaha dan Penyelenggara Acara Tak Jadikan Agama sebagai Komoditas
Wamenag Minta Pelaku Usaha dan Penyelenggara Acara Tak Jadikan Agama sebagai Komoditas
Aktual
100 Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Islami untuk Status Media Sosial
100 Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Islami untuk Status Media Sosial
Aktual
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar