Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hidayat Nur Wahid Soroti Kerapuhan Mental Generasi Muda, Pesantren Dinilai Punya Jawaban

Kompas.com, 22 Agustus 2026, 06:41 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com - Kemajuan teknologi informasi dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan ketangguhan mental, karakter, dan kemampuan kepemimpinan generasi muda.

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, Hidayat Nur Wahid, menilai kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab dunia pendidikan.

Menurut Hidayat, pendidikan tidak cukup hanya membekali generasi muda dengan kemampuan intelektual. Penguatan mental, moral, kemampuan berkolaborasi, etos kerja, hingga kepemimpinan juga diperlukan untuk menghadapi perubahan zaman.

"Kami melihat bahwa pendidikan holistik yang sejati itu ada di pesantren, tempat santri dibina mental, moral, dan soft skill-nya selama 24 jam penuh," ujar Hidayat dalam rilisnya, Jumat (21/8/2026).

Baca juga: 100 Tahun Gontor, Pesantren Ditawarkan Jadi Model Pendidikan Holistik Dunia

Persoalan ketangguhan mental dan karakter generasi muda tersebut akan menjadi salah satu pembahasan dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.

Forum internasional itu akan berlangsung pada 5-6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).

Pesantren dan Tantangan Generasi Muda

Ilustrasi pesantren. Santri di Gontor tengah bersiap untuk mengaji. Dok GONTOR Ilustrasi pesantren. Santri di Gontor tengah bersiap untuk mengaji.

Hidayat mengatakan, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda.

Menurut dia, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kesiapan karakter dan kemampuan kepemimpinan.

Ia menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kemampuan berkolaborasi hingga etos kerja dan kepemimpinan.

Dalam konteks tersebut, Hidayat melihat sistem pendidikan pesantren memiliki pengalaman panjang dalam menggabungkan pendidikan intelektual dengan pembentukan karakter.

Baca juga: Generasi Muda Dinilai Tak Siap Kerja, Gontor Tawarkan Pendidikan Holistik Pesantren

Pendidikan di pesantren tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kehidupan santri selama 24 jam juga menjadi bagian dari proses pendidikan, mulai dari kemandirian, kedisiplinan, kehidupan bersama, hingga pembentukan nilai dan moral.

Model tersebut dinilai dapat menjadi salah satu bahan pembahasan dalam mencari formulasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan generasi mendatang.

"Kami ingin menegaskan bahwa di tengah gempuran teknologi, ketangguhan mental dan kekuatan karakter yang ditempa melalui sistem pesantren adalah kunci untuk mencetak pemimpin masa depan yang mampu membawa kejayaan bagi umat dan bangsa," kata Hidayat.

GIHES 2026 Bahas Pendidikan Holistik

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal.Dok GONTOR Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal.

GIHES 2026 akan mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan Islam, pimpinan lembaga pendidikan, rektor, dekan, hingga akademisi dari berbagai negara.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membahas model pendidikan holistik yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademis, tetapi juga pembentukan karakter.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal mengundang para pelaku dan pemangku kepentingan pendidikan untuk terlibat dalam forum tersebut.

"Dalam rangka satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang dan mengharapkan partisipasi serta kehadiran para pemangku pendidikan Islam, lembaga-lembaga Islam, para rektor, para dekan universitas, dan para pelaku pendidikan lembaga Islam untuk menghadiri GIHES 2026," ujar Hasan.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi perkembangan pendidikan Islam.

"Mudah-mudahan (pertemuan ini) membawa arti besar menuju kejayaan kita semua, fii dunya wal akhiroh, menuju rida Allah Subhanahu wa Ta'ala," katanya.

GIHES 2026 diharapkan dapat menghasilkan gagasan mengenai pendidikan yang mampu menjawab perubahan zaman sekaligus mempertahankan pembentukan mental, moral, dan karakter generasi muda.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Aktual
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Lebih dari 75.000 Orang Daftar Petugas Haji 2027, CAT Dibagi 2 Gelombang
Aktual
CAT Seleksi Petugas Haji 2027 Digelar 2 Gelombang, Ini Jadwalnya
CAT Seleksi Petugas Haji 2027 Digelar 2 Gelombang, Ini Jadwalnya
Aktual
Kisah Menag Nasaruddin dan Tiga Paus, dari Vatikan hingga Deklarasi Istiqlal
Kisah Menag Nasaruddin dan Tiga Paus, dari Vatikan hingga Deklarasi Istiqlal
Aktual
Keputusan Fiqih Bisa Ditinjau Kembali, Muktamar NU Sahkan Mekanismenya
Keputusan Fiqih Bisa Ditinjau Kembali, Muktamar NU Sahkan Mekanismenya
Aktual
Kapolri Dorong Pramuka PUI Bentuk Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Kapolri Dorong Pramuka PUI Bentuk Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar