Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teks Pembukaan Khutbah Jumat: Khutbatul Hajah, Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 3 September 2026, 21:25 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pembukaan khutbah Jumat umumnya menggunakan khutbatul hajah, yaitu bacaan pembuka yang berisi pujian kepada Allah SWT, syahadat, shalawat, serta nasihat untuk bertakwa.

Bacaan ini juga dapat digunakan dalam khutbah nikah dan berbagai kesempatan lain yang bersifat formal.

Baca juga: Bacaan Bilal Shalat Jumat: Arab, Latin, dan Artinya, serta Tata Cara Melaksanaannya

Pembukaan Khutbah Jumat atau Khutbatul Hajah

Dilansir dari laman Muhammadiyah, khutbatul hajah secara harfiah dapat dipahami sebagai khutbah ketika seseorang hendak menyampaikan suatu kebutuhan.

Dalam penggunaannya, khutbatul hajah lebih dikenal sebagai pembukaan khutbah yang bersifat formal dan tidak hanya digunakan dalam khutbah Jumat.

Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib, Jadi Penentu Sahnya Shalat Jumat

Pembukaan khutbah Jumat ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari enam sahabat, yaitu Abdullah Ibnu Mas’ud, Abu Musa Al-Asy’ari, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdillah, Nubaith bin Syarith, dan Aisyah radhiallahu ‘anhum.

Dalam riwayat Ibnu Mas’ud disebutkan:

عن أبي عبيدة بن عبد الله عن أبيه قال : عَلَّمَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ خُطْبَةَ الْحَاجَةِ [ فِيْ النِّكَاحِ وَغَيْرِهِ ] : إنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ….الخ

Dari Abu ‘Ubaidah Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, berkata bahwa “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami khutbatul hajah… : Innalhamda lillah dst.” (H.R. Abu Daud, An-Nasa’i, Al-Hakim, Daud Ath-Thayalisi, Imam Ahmad, dan Abu Ya ‘la)

Bacaan Pembukaan Khutbah Jumat Lengkap

Pembukaan khutbah Jumat dalam khutbatul hajah terdiri atas beberapa bagian. Bacaan tersebut mencakup pujian kepada Allah SWT, dua kalimat syahadat, ayat-ayat Al-Qur’an tentang takwa, serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagian 1: Hamdalah dan Dua Kalimat Syahadat

إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ.

Artinya: Sesungguhnya semua pujian hanyalah kepada Allah, yang kita selalu memuji-Nya, dan kita meminta tolong kepada-Nya, dan memohon ampun hanya pada-Nya, dan kita memohon perlindungan kepada-Nya dari keburukan dari diri kita, dan dari keburukan perbuatan kita. Siapa saja yang Allah tunjuki, maka tiada yang mampu menyesatkannya, dan siapa saja yang dibiarkan sesat (oleh Allah) maka tiada yang mampu menunjukinya.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, tiada nabi dan rasul setelahnya.

Bagian 2: Ayat Al-Qur’an tentang Takwa

Bagian berikutnya dalam pembukaan khutbah Jumat berisi ayat-ayat Al-Qur’an yang mengingatkan umat Islam untuk bertakwa kepada Allah SWT.

قَالَ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ :﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢ ﴾ ( اٰل عمران/3: 102)

﴿ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ١ ﴾ ( النساۤء/4: 1)

﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ٧٠ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ٧١ ﴾ ( الاحزاب/33: 70-71)

Artinya: Allah berfirman dalam Al-Qur’an al-Karim:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” ( QS. Ali ‘Imran/3:102).

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu orang dan Dia menciptakan darinya pasangannya. Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu ( QS. An-Nisa/4 : 1).

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.” ( QS. Al-Ahzab/33:70-71).

Bagian 3: Ayat Tambahan

Setelah membaca ayat-ayat tersebut, khatib dapat menyampaikan ayat Al-Qur’an lain yang berkaitan dengan tema khutbah.

وَقَالَ أَيْضاً : أية .

Artinya: Dan Dia berfirman juga: (bisa memasukan ayat yang akan disampaikan).

Bagian 4: Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Pembukaan khutbah kemudian dilanjutkan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.

اللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينْ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسِانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ :

Artinya: Semoga Allah melimpahkan shalawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad –shallallahu ‘alayhi sa sallam– dan para keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga hari kiamat. Adapun setelah itu (pemisah antara pembukaan dengan isi khutbah).

Hukum Membaca Pembukaan Khutbah Jumat

Memakai khutbatul hajah sebagai pembukaan khutbah Jumat hukumnya sunnah. Jika khatib menggunakan pembukaan lain yang lebih ringan dan singkat, hal tersebut diperbolehkan.

Pembukaan khutbah yang lebih singkat tetap lebih baik jika memuat hamdalah, shalawat, nasihat takwa, dan ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan materi khutbah.

Khatib juga tidak harus membaca seluruh ayat pada bagian kedua karena dapat membaca satu ayat, kemudian dilanjutkan dengan ayat yang akan disampaikan sesuai tema khutbah.

Pembukaan khutbah Jumat dengan khutbatul hajah menjadi salah satu bentuk pembuka yang memuat unsur penting dalam khutbah, mulai dari pujian kepada Allah hingga nasihat takwa.

Khatib dapat menggunakannya sesuai kebutuhan dan tema khutbah yang hendak disampaikan.

Yang terpenting, pembukaan tersebut mengantarkan jamaah kepada isi khutbah dengan nasihat yang sesuai dengan tuntunan agama.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar