Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UIN Sunan Kalijaga Kini Selevel UGM, Tembus 1.000 Kampus Terbaik Dunia

Kompas.com, 30 September 2026, 08:41 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - Sejumlah perguruan tinggi Islam Indonesia mencatatkan posisi dalam pemeringkatan universitas dunia.

Dua lembaga pemeringkatan global, Times Higher Education (THE) dan Quacquarelli Symonds (QS), menunjukkan capaian berbeda dari kampus-kampus Islam Tanah Air.

Salah satu yang menonjol adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Berdasarkan Times Higher Education World University Rankings 2027, UIN Sunan Kalijaga berada pada kelompok peringkat 801–1.000 dunia.

Dalam data THE WUR 2027 untuk Indonesia, posisi UIN Sunan Kalijaga berada satu kelompok dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), yang juga menempati rentang 801–1.000 dunia.

Sementara Universitas Indonesia (UI) berada lebih tinggi pada kelompok peringkat 651–700 dunia.

Capaian tersebut menarik karena menempatkan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dalam kelompok atas universitas Indonesia yang masuk pemeringkatan global THE 2027.

Baca juga: 11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia

UIN Sunan Kalijaga Peringkat 801–1.000 Dunia

THE World University Rankings 2027 mencakup 2.297 perguruan tinggi dari 118 negara dan wilayah.

Dalam edisi 2027, University of Oxford kembali berada di posisi pertama dunia untuk tahun ke-11 berturut-turut.

Sejumlah perguruan tinggi Asia juga menunjukkan peningkatan. Tsinghua University di China naik ke posisi 11 dunia, sedangkan National University of Singapore (NUS) masuk 15 besar.

Untuk pertama kalinya, tiga universitas Asia berada dalam jajaran 15 universitas teratas dunia.

Di tengah perkembangan tersebut, UIN Sunan Kalijaga masuk kelompok 801–1.000 dunia.

Berdasarkan data THE WUR 2027 yang difilter untuk Indonesia, UIN Sunan Kalijaga memperoleh skor keseluruhan pada rentang 36,4–40,1.

Adapun indikator yang tercantum meliputi skor Teaching 16,7, Research Environment 16,4, Research Quality 82,8, Industry 18,3, dan International Outlook 45,3.

Dari sejumlah indikator tersebut, Research Quality atau kualitas riset menjadi skor tertinggi UIN Sunan Kalijaga, yakni 82,8.

THE sendiri menggunakan lima pilar utama dalam pemeringkatannya, yakni teaching atau pengajaran, research environment atau lingkungan penelitian, research quality atau kualitas penelitian, industry atau industri, dan international outlook atau pandangan internasional.

UIN Sunan Kalijaga Selevel UGM dalam Kelompok Peringkat

Posisi UIN Sunan Kalijaga dalam THE WUR 2027 juga menarik jika dibandingkan dengan perguruan tinggi Indonesia lainnya.

Dalam data yang sama, UI berada pada kelompok 651–700 dunia dengan skor keseluruhan 42,4–43,3.

UI memperoleh skor Teaching 45,3, Research Environment 27,2, Research Quality 44,7, Industry 63,7, dan International Outlook 69,2.

Sementara UGM berada dalam kelompok yang sama dengan UIN Sunan Kalijaga, yakni 801–1.000 dunia, dengan skor keseluruhan 36,4–40,1.

UGM mencatat skor Teaching 37,5, Research Environment 33,1, Research Quality 36,3, Industry 58,5, serta International Outlook 50,0.

Dengan demikian, berdasarkan kelompok peringkat THE WUR 2027 dalam data tersebut, UIN Sunan Kalijaga dan UGM sama-sama berada pada rentang 801–1.000 dunia.

Namun, berada dalam rentang peringkat yang sama tidak berarti kedua universitas memiliki posisi persis sama. THE menggunakan sistem ranking band untuk sejumlah perguruan tinggi sehingga posisi individual di dalam kelompok 801–1.000 tidak ditampilkan.

Kualitas Riset UIN Sunan Kalijaga Menonjol

Salah satu angka yang menonjol dari UIN Sunan Kalijaga adalah skor Research Quality sebesar 82,8.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah indikator lainnya yang diperoleh UIN Sunan Kalijaga dalam THE WUR 2027.

Research Quality menjadi salah satu pilar penting dalam metodologi THE World University Rankings. Indikator ini digunakan untuk melihat kualitas dan pengaruh penelitian sebuah perguruan tinggi.

Capaian tersebut sejalan dengan penguatan posisi UIN Sunan Kalijaga dalam sejumlah pemeringkatan internasional.

Dalam profil resminya, THE mencatat UIN Sunan Kalijaga memiliki sejarah yang berakar sejak 1951. Perguruan tinggi tersebut kemudian menjadi IAIN Sunan Kalijaga pada 1965 sebelum berubah status menjadi universitas pada 2004.

Bidang akademik UIN Sunan Kalijaga kini tidak hanya mencakup studi Islam, syariah, pendidikan, dan teologi, tetapi juga komunikasi, ilmu sosial, ekonomi, hingga sains dan teknologi. THE juga mencatat penelitian kampus tersebut mencakup studi dan pemikiran Islam, transformasi sosial, pendidikan, sains dan teknologi, keberlanjutan lingkungan, serta pengembangan masyarakat.

UMY Masuk QS World University Rankings 2027

Capaian perguruan tinggi Islam Indonesia juga terlihat dalam pemeringkatan global lainnya, yakni QS World University Rankings 2027.

Dalam QS WUR 2027, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berada pada kelompok 1.201–1.400 dunia.

QS mencatat UMY telah bertahan pada kelompok 1.201–1.400 selama empat edisi berturut-turut, yakni QS WUR 2024, 2025, 2026, dan 2027.

UMY didirikan pada 1981 dan berada di Yogyakarta. Berdasarkan data QS, kampus tersebut memiliki sekitar 19.434 mahasiswa dan 1.043 staf pengajar. Sekitar 670 mahasiswa UMY merupakan mahasiswa internasional.

QS dan THE Tidak Bisa Dibandingkan Langsung

Meski sama-sama menjadi pemeringkatan universitas global, peringkat QS dan THE perlu dibaca secara terpisah.

Posisi UIN Sunan Kalijaga di THE WUR 2027 tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan posisi UMY di QS WUR 2027 untuk menentukan kampus mana yang lebih tinggi.

Keduanya merupakan lembaga pemeringkatan berbeda dan menggunakan metodologi serta bobot indikator yang berbeda pula.

QS WUR menggunakan sejumlah indikator seperti Academic Reputation, Employer Reputation, Faculty Student Ratio, Citations per Faculty, International Faculty Ratio, International Student Ratio, International Research Network, Employment Outcomes, dan Sustainability.

Sementara THE menggunakan lima pilar utama yang mencakup Teaching, Research Environment, Research Quality, Industry, dan International Outlook.

Karena itu, peringkat 801–1.000 UIN Sunan Kalijaga versi THE dan 1.201–1.400 UMY versi QS bukan perbandingan langsung mengenai kualitas kedua universitas.

Keduanya menunjukkan bahwa perguruan tinggi berciri Islam dari Indonesia mampu masuk dalam pemeringkatan universitas global melalui sistem penilaian yang berbeda.

Perguruan Tinggi Islam Mulai Terlihat di Peringkat Global

Masuknya UIN Sunan Kalijaga dalam THE World University Rankings 2027 dan UMY dalam QS World University Rankings 2027 menunjukkan semakin terlihatnya perguruan tinggi Islam Indonesia dalam pemeringkatan internasional.

Baca juga: Resmi! S3 Perbankan Syariah UIN Jakarta Masuk Daftar Beasiswa LPDP 2026

Khusus UIN Sunan Kalijaga, capaian pada THE WUR 2027 menjadi perhatian karena kampus tersebut masuk kelompok 801–1.000 dunia dengan skor kualitas riset yang tinggi.

Sementara UMY mempertahankan keberadaannya dalam QS World University Rankings pada kelompok 1.201–1.400 dunia.

Dua capaian tersebut sekaligus memperlihatkan jalur berbeda yang ditempuh perguruan tinggi Islam Indonesia untuk memperoleh pengakuan global, mulai dari peningkatan kualitas riset, internasionalisasi, hingga penguatan reputasi akademik.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar