Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sudah Belajar tetapi Masih Takut TKA, Bagaimana Memaknai Tawakal?

Kompas.com, 26 Oktober 2026, 08:03 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernah ga merasa, sudah mempelajari materi dan berlatih soal, tetapi masih takut menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA)?

Sebenarnya, kekhawatiran terhadap soal yang sulit maupun hasil yang belum pasti dapat menjadi kesempatan untuk memahami kembali hubungan ikhtiar dan tawakal.

Dalam ajaran Islam, berserah diri kepada Allah SWT berjalan bersama tanggung jawab untuk berusaha.

Bagi peserta TKA, prinsip tersebut dapat diterapkan dengan mempersiapkan diri, mengerjakan soal secara jujur, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.

Baca juga: 495.251 Siswa Ikuti Asesmen Nasional dan TKA Madrasah Hari Ini, Simak Jadwalnya

Dewan Pakar Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Untung Cahyono, mengingatkan bahwa keyakinan terhadap takdir tidak boleh membuat seseorang berhenti berusaha.

“Iman kepada takdir bukan berarti diam tanpa usaha,” ujarnya dikutip dari laman Muhammadiyah.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam kajian mengenai sikap seorang Muslim menghadapi ketidakpastian kehidupan, bukan secara khusus tentang TKA.

Namun, prinsip ikhtiar dan tawakal yang diuraikannya dapat menjadi bahan refleksi bagi siswa menjelang ujian.

Memahami tawakal setelah membulatkan tekad

Perintah bertawakal antara lain terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 159. Penggalan ayat tersebut berbunyi:

فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ

Artinya: “Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah.”

Merujuk terjemahan dan tafsir yang ditampilkan Quran NU Online, ayat tersebut membicarakan sikap Rasulullah SAW terhadap para sahabat, termasuk perintah bermusyawarah.

Setelah keputusan ditetapkan dan tekad dibulatkan untuk melaksanakannya, manusia diperintahkan bertawakal kepada Allah. Tafsirnya menekankan pengakuan terhadap keterbatasan diri setelah melakukan usaha secara maksimal.

Baca juga: Doa Sebelum TKA agar Dimudahkan dan Diberi Ketenangan, Arab, Latin, dan Artinya

Dalam konteks persiapan TKA, pesan tersebut dapat dipahami sebagai dorongan untuk menjalankan bagian yang mampu diusahakan: belajar, menanyakan materi yang belum dipahami, dan mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh.

Hasil yang belum diketahui tidak perlu dijadikan alasan untuk menghentikan langkah.

Tetap berusaha meski hasil belum pasti

Menurut Untung, manusia tetap bertanggung jawab mencari jalan keluar dan memperbaiki keadaan. Tawakal tidak semestinya menjadi alasan untuk menutup kesempatan berusaha.

Ia menjelaskan, keimanan kepada takdir dapat menumbuhkan kerendahan hati ketika berhasil dan menjaga optimisme ketika menghadapi kegagalan.

Kesulitan maupun kenyataan yang berbeda dari rencana tidak harus menghentikan upaya untuk bangkit.

Bagi siswa, penerapannya dapat dimulai dengan menentukan langkah yang masih bisa dilakukan menjelang ujian.

Misalnya, meninjau materi yang belum dipahami, memastikan jadwal dan perlengkapan, serta meminta arahan guru.

Saat TKA berlangsung, perhatian dapat diarahkan pada petunjuk dan soal yang sedang dikerjakan.

Tawakal menyertai usaha tersebut, termasuk ketika siswa belum mengetahui apakah jawabannya akan menghasilkan nilai sesuai harapan.

Menyerahkan hasil tanpa berhenti belajar

Memaknai tawakal menjelang TKA berarti memberi perhatian pada proses yang dapat dilakukan saat ini, sambil menerima bahwa hasil akhirnya belum berada dalam pengetahuan peserta.

Siswa tetap boleh memiliki target dan berharap memperoleh hasil yang baik.

Setelah ujian selesai, hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah belajar berikutnya.

Dengan pemahaman ini, tawakal dapat menyertai seluruh proses menghadapi TKA yakni mempersiapkan diri, menjalani ujian dengan jujur, dan tetap bersedia belajar setelah mengetahui hasilnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar