Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Butter Yellow Jadi Tren Warna Lebaran, Cocok untuk Seragam Keluarga

Kompas.com, 17 Februari 2026, 05:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tren busana muslim kembali menjadi perhatian. Selain model gamis, tunik, dan baju koko, pemilihan warna seragam keluarga saat Lebaran juga menjadi pertimbangan penting.

Pada Lebaran 2026, warna butter yellow diprediksi menjadi salah satu tren favorit. Nuansa kuning lembut ini dinilai mampu menghadirkan kesan hangat, cerah, sekaligus elegan dalam balutan busana muslim keluarga.

Dalam tradisi perayaan Idul Fitri, warna bukan sekadar estetika, melainkan simbol suasana hati dan makna spiritual. Butter yellow hadir sebagai representasi optimisme dan kebersamaan di hari kemenangan.

Butter Yellow, Warna Cerah yang Tetap Lembut

Berbeda dari kuning terang yang cenderung mencolok, butter yellow memiliki karakter lebih soft dan kalem. Warna ini berada di spektrum pastel hangat, sehingga nyaman dipandang dan tidak berlebihan.

Dalam konteks Lebaran yang identik dengan kesucian dan silaturahmi, butter yellow memberi alternatif selain putih.

Ia tetap memancarkan cahaya dan kebersihan, namun dengan sentuhan kehangatan yang lebih personal.

Busana keluarga dengan warna senada kerap dipilih untuk menciptakan kesan kompak saat shalat Id maupun berkumpul bersama keluarga besar. Butter yellow mampu menjawab kebutuhan tersebut tanpa terlihat monoton.

Baca juga: Panduan Gaya Lebaran 2026: Cara Modis Menerapkan Tren Warna Terbaru

Mengapa Butter Yellow Cocok untuk Seragam Keluarga Lebaran?

Dikutip dari buku Teori Warna karya Ahmad Yahya Kahfi, warna kuning kerap dikaitkan dengan kebahagiaan, energi positif, dan harapan baru. Dalam suasana Lebaran, makna tersebut terasa selaras dengan semangat kembali ke fitrah.

Ada beberapa alasan mengapa butter yellow cocok digunakan sebagai warna seragam keluarga:

Pertama, warna ini fleksibel untuk semua usia. Anak-anak terlihat ceria, sementara orang dewasa tetap tampil anggun dan dewasa.

Kedua, butter yellow mudah diaplikasikan pada berbagai model busana muslim. Gamis flowy untuk ibu dan anak perempuan, baju koko minimalis untuk ayah dan anak laki-laki, hingga set keluarga modern tetap tampak harmonis.

Ketiga, warna ini fotogenik. Dalam pencahayaan alami saat sesi foto keluarga, butter yellow memberi kesan hangat tanpa membuat warna kulit tampak kusam.

Keempat, cocok dengan iklim tropis Indonesia. Nuansa terang membantu menciptakan tampilan yang segar di tengah cuaca hangat saat perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Inspirasi Model Seragam Keluarga Warna Butter Yellow

Untuk keluarga yang ingin tampil serasi saat Lebaran, butter yellow bisa diaplikasikan dalam berbagai konsep.

Ibu dapat memilih gamis dengan potongan A-line atau aksen lipit sederhana agar terlihat anggun.

Ayah bisa mengenakan baju koko polos dengan detail kancing minimalis. Anak perempuan tampil manis dengan gamis berlayer ringan, sementara anak laki-laki mengenakan koko dengan potongan modern.

Agar tidak terlalu flat, variasikan tekstur bahan seperti katun premium, linen, atau satin doff agar tampilan lebih dinamis.

Baca juga: Tren Warna Baju Lebaran 2026 Wanita: Earth Tone Mewah hingga Royal Purple yang Berani

Tips Memadupadankan Butter Yellow dengan Warna Lain

Meski indah saat dikenakan seragam penuh, butter yellow juga bisa dipadukan dengan warna lain untuk tampilan lebih variatif.

Padukan dengan putih untuk kesan bersih dan klasik. Kombinasi ini cocok untuk keluarga yang ingin tetap mempertahankan nuansa tradisional Lebaran.

Jika ingin tampilan lebih hangat, kombinasikan dengan krem atau beige. Perpaduan ini menghasilkan kesan earthy dan elegan.

Untuk sentuhan modern, butter yellow bisa dipadukan dengan soft brown atau mocca. Warna ini cocok diaplikasikan pada hijab, celana ayah, atau aksesori seperti tas dan sandal.

Aksen emas pada detail bordir atau aksesori juga dapat memperkuat kesan mewah tanpa berlebihan.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026 Cewek: Rose Gold, Sage, Denim & Cream Lagi Hits, Ini Paduan Hijabnya!

Alternatif Segar Selain Putih

Putih memang identik dengan Lebaran sebagai simbol kesucian. Namun tren busana terus berkembang.

Butter yellow menawarkan alternatif yang tetap mencerminkan makna kebersihan hati, namun dengan sentuhan yang lebih hangat dan kontemporer.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat pada konsep busana seragam keluarga, warna ini berpotensi menjadi pilihan utama Lebaran 2026.

Selain tampil kompak, keluarga juga dapat memancarkan aura ceria dan penuh harapan di hari kemenangan.

Bagi Anda yang tengah merencanakan busana untuk perayaan Idul Fitri mendatang, butter yellow bisa menjadi inspirasi warna yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga merepresentasikan semangat kebersamaan dan optimisme baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com