Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal dan Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Puasa 1 Ramadhan 2026

Kompas.com, 17 Februari 2026, 06:30 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah pada hari ini, Selasa 17 Februari 2026.

Sidang ini menjadi penentu resmi dimulainya puasa Ramadhan 2026 di Indonesia.

Masyarakat dapat mengikuti jalannya sidang dan pengumuman 1 Ramadhan melalui siaran langsung di kanal resmi.

Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Puasa 1 Ramadhan 2026

Jadwal Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026

Kementerian Agama Republik Indonesia telah menjadwalkan pelaksanaan Sidang Isbat untuk menetapkan awal bulan suci Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026 pada pukul 16.00 WIB sampai menjelang Maghrib..

Sidang isbat akan akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.

Rangkaian sidang biasanya dimulai pada sore hari menjelang Magrib. Setelah seminar posisi hilal dan penyampaian laporan rukyat dari berbagai daerah, sidang tertutup digelar untuk mengambil keputusan.

Pengumuman resmi awal puasa Ramadhan 2026 disampaikan setelah seluruh laporan hasil rukyat diterima dan diputuskan dalam sidang, yang biasanya dilakukan sekitar waktu Isya.

Baca juga: 10 Istilah dalam Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan dan Penjelasan Artinya

Link Live Streaming Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H

Masyarakat dapat menyaksikan sidang isbat dan pengumuman awal puasa Ramadhan 2026 melalui kanal resmi berikut:

Link Live Streaming Sidang Isbat – Kemenag

Link Live Streaming Sidang Isbat – Kompas.com

Link Live Streaming Sidang Isbat – Kompas.tv

Selain itu, proses pemantauan hilal oleh BMKG pada 17–18 Februari 2026 di 37 titik juga dapat disaksikan melalui laman resmi: https://hilal.bmkg.go.id/ 

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad mengatakan, sidang isbat dilakukan secara ilmiah dan transparan dengan memadukan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung).

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah memastikan penetapan awal Ramadhan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” kata Abu Rokhmad, dikutip dari siaran pers Kemenag, Jumat (6/2/2026).

Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah untuk memastikan tanggal pasti dimulainya puasa Ramadhan 2026 dan mengikuti siaran dari kanal resmi agar memperoleh informasi yang akurat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
195 Situs Bersejarah Iran Rusak Akibat Serangan, Warisan Dunia Ikut Terdampak
195 Situs Bersejarah Iran Rusak Akibat Serangan, Warisan Dunia Ikut Terdampak
Aktual
Doa dalam Perjalanan Jemaah Haji: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya (Panduan Resmi)
Doa dalam Perjalanan Jemaah Haji: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya (Panduan Resmi)
Doa dan Niat
Arab Saudi: Kartu Nusuk Jadi Kunci Utama Haji 2026, Wajib Dibawa Jemaah Setiap Saat
Arab Saudi: Kartu Nusuk Jadi Kunci Utama Haji 2026, Wajib Dibawa Jemaah Setiap Saat
Aktual
Prabowo Tanggung Kenaikan Avtur, Biaya Haji 2026 Dijaga Tetap Ringan
Prabowo Tanggung Kenaikan Avtur, Biaya Haji 2026 Dijaga Tetap Ringan
Aktual
PBNU Gelar Rapat Terbatas, Gus Yahya Dorong Gerakan Ketahanan Sosial Berbasis Umat
PBNU Gelar Rapat Terbatas, Gus Yahya Dorong Gerakan Ketahanan Sosial Berbasis Umat
Aktual
Menhaj Ungkap Pesan Presiden Soal Kenaikan Harga Avtur: Apapun yang Terjadi, Jangan Bebani Jemaah
Menhaj Ungkap Pesan Presiden Soal Kenaikan Harga Avtur: Apapun yang Terjadi, Jangan Bebani Jemaah
Aktual
Kemenhaj Gelar Expo UMKM Haji 2026, Gabungkan Manasik dan Pemberdayaan Ekonomi
Kemenhaj Gelar Expo UMKM Haji 2026, Gabungkan Manasik dan Pemberdayaan Ekonomi
Aktual
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Asal Pangandaran Tidak Berubah, Jemaah Tetap Berangkat Tanggal 6 Mei
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Asal Pangandaran Tidak Berubah, Jemaah Tetap Berangkat Tanggal 6 Mei
Aktual
Jadwal Masuk Asrama Haji Aceh 2026 Disesuaikan, Jemaah Kloter Pertama Akan Masuk Mulai 5 Mei
Jadwal Masuk Asrama Haji Aceh 2026 Disesuaikan, Jemaah Kloter Pertama Akan Masuk Mulai 5 Mei
Aktual
Hasil SPAN-PTKIN 2026 Diumumkan, 82.274 Peserta Berhasil Lulus Seleksi
Hasil SPAN-PTKIN 2026 Diumumkan, 82.274 Peserta Berhasil Lulus Seleksi
Aktual
7 PTKIN Berhasil Tembus 100 Besar Nasional Versi uniRank 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
7 PTKIN Berhasil Tembus 100 Besar Nasional Versi uniRank 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
Aktual
Kemenag Siapkan Regulasi PAUD Al Quran agar Jadi Lembaga Pendidikan Formal
Kemenag Siapkan Regulasi PAUD Al Quran agar Jadi Lembaga Pendidikan Formal
Aktual
Mengenal Askar, Pasukan Pengamanan di Tanah Suci yang Bantu Jemaah Haji dan Umrah
Mengenal Askar, Pasukan Pengamanan di Tanah Suci yang Bantu Jemaah Haji dan Umrah
Aktual
Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Menhaj: Visa Sudah Keluar
Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Menhaj: Visa Sudah Keluar
Aktual
Jemaah Haji 2026 Asal Bandung Berangkat Tanpa Perubahan Rute, Penerbangan Tidak Melewati Wilayah Konflik
Jemaah Haji 2026 Asal Bandung Berangkat Tanpa Perubahan Rute, Penerbangan Tidak Melewati Wilayah Konflik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com