Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menhaj Ungkap Pesan Presiden Soal Kenaikan Harga Avtur: Apapun yang Terjadi, Jangan Bebani Jemaah

Kompas.com, 7 April 2026, 23:14 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umroh Indonesia ungkap pesan Presiden Prabowo trkait melonjaknya harga bahan bakar pesawat (avtur).

Kenaikan harga avtur menjelang musim haji 2026 kini memang tengah menjadi perhatian pemerintah.

Lonjakan ini dipicu oleh gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor penerbangan.

Baca juga: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Menhaj: Visa Sudah Keluar

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya operasional perjalanan haji 2026 yang akan dimulai sebentar lagi.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa tambahan biaya tidak akan dibebankan kepada jemaah haji.

Baca juga: Menhaj Irfan Yusuf soal Kuota Haji: Tak Boleh Ada Kursi Mubazir...

Menhaj Soroti Lonjakan Harga Avtur

Dilansir dari Antara, Menteri Haji dan Umroh Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa kenaikan harga avtur saat ini cukup signifikan dan langsung berdampak pada biaya penerbangan haji.

"Aftur naik dua kali, bahkan tiga kali lebih. Itulah dampak yang langsung kita rasakan sekarang ini," kata Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Kenaikan ini menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Pesan Presiden: Jangan Bebani Jemaah Haji

Pemerintah saat ini tengah mencari solusi atas kenaikan biaya tersebut. Presiden menegaskan agar kondisi ini tidak berdampak pada beban finansial jemaah.

"Presiden tentu menekankan jangan sampai, apapun yang terjadi, jangan sampai memberikan tambahan beban kepada jemaah haji kita. Itu harapan Presiden, permintaan Presiden," katanya.

Selain itu, seluruh kebijakan yang diambil pemerintah juga mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan jemaah haji Indonesia.

Mitigasi Penerbangan Haji 2026

Dalam upaya mengantisipasi dampak ketegangan di Timur Tengah, Kementerian Haji telah menetapkan strategi penerbangan.

Untuk jemaah haji reguler, penerbangan akan dilakukan secara langsung ke Arab Saudi.

Sementara itu, untuk jemaah haji khusus yang umumnya menggunakan penerbangan transit, pemerintah meminta penyelenggara swasta untuk mencari alternatif penerbangan langsung.

"Kami sudah meminta mereka untuk memitigasi kemungkinan-kemungkinannya dicarikan penerbangan yang bisa direct ke Saudi," demikian katanya.

Dukungan Pemerintah Arab Saudi

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia.

"Kami di Kedutaan Arab Saudi senantiasa terus melakukan upaya-upaya kami untuk berkoordinasi dan bekerja sama, dan juga membantu berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi," kata Dubes Faisal.

"Tentu kita akan siap untuk memberikan bantuannya demi terlaksananya ibadah haji ini dengan baik dan lancar," imbuh Dubes Faisal.

Harapan Agar Pelaksanaan Haji 2026 Berjalan Lancar

Pemerintah berharap situasi geopolitik tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Dengan berbagai langkah mitigasi yang dilakukan, diharapkan seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan sesuai rencana.

"Dari hati yang sangat dalam, mudah-mudahan musim haji tahun ini berjalan dengan baik dan sukses. Kemudian, masyarakat Indonesia, para jemaah haji Indonesia, dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna, kembali ke Tanah Air dengan selamat," demikian kata Dubes Faisal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
9–11 Jam di Pesawat saat Haji, Ini yang Boleh dan Dilarang Jemaah
9–11 Jam di Pesawat saat Haji, Ini yang Boleh dan Dilarang Jemaah
Aktual
Suasana Masjidil Haram dan Masid Nabawi Jelang Kedatangan Jemaah Haji 2026
Suasana Masjidil Haram dan Masid Nabawi Jelang Kedatangan Jemaah Haji 2026
Aktual
Warisan Abbasiyah: Hujan Lebat Hidupkan Kolam 1.300 Tahun di Arab Saudi
Warisan Abbasiyah: Hujan Lebat Hidupkan Kolam 1.300 Tahun di Arab Saudi
Aktual
Kemenhaj-Polri Perkuat Satgas, Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah
Kemenhaj-Polri Perkuat Satgas, Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah
Aktual
Haji Tidak Selalu Mabrur, Ini Tanda dan Cara Agar Ibadah Diterima
Haji Tidak Selalu Mabrur, Ini Tanda dan Cara Agar Ibadah Diterima
Aktual
Tata Cara Shalat di Pesawat untuk Jemaah Haji, Lengkap dengan Tayamum
Tata Cara Shalat di Pesawat untuk Jemaah Haji, Lengkap dengan Tayamum
Aktual
Apa Saja Rukun Haji? Ini 6 Rukun Penentu Sah Ibadah Haji
Apa Saja Rukun Haji? Ini 6 Rukun Penentu Sah Ibadah Haji
Aktual
Kumpulan Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Kumpulan Doa Berangkat Haji Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Dari Media Sosial ke Aksi Nyata, Kisah Penyelamatan ODGJ di Banyuwangi Ini Bikin Haru
Dari Media Sosial ke Aksi Nyata, Kisah Penyelamatan ODGJ di Banyuwangi Ini Bikin Haru
Aktual
Meninggalkan Wajib Haji: Sah atau Tidak Hajinya? Ini Penjelasan Lengkap, Termasuk Denda dan Keringanannya
Meninggalkan Wajib Haji: Sah atau Tidak Hajinya? Ini Penjelasan Lengkap, Termasuk Denda dan Keringanannya
Aktual
118 Hotel Disiapkan di Madinah, Siap Tampung 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026
118 Hotel Disiapkan di Madinah, Siap Tampung 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggalnya dan Potensi Libur Panjang 6 Hari
Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggalnya dan Potensi Libur Panjang 6 Hari
Aktual
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Alat Pelindung Diri Wajib Bagi Jemaah Haji
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Alat Pelindung Diri Wajib Bagi Jemaah Haji
Aktual
Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Aktual
 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Gunakan Fast Track Haji 2026, Jemaah Lebih Cepat Lewati Imigrasi
Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Gunakan Fast Track Haji 2026, Jemaah Lebih Cepat Lewati Imigrasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com