Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Ada Riwayat Sakit, Jemaah Haji Jember Meninggal dalam Tidur di Mekkah

Kompas.com, 4 Juni 2026, 05:46 WIB
Add on Google
Mega Silvia,
Khairina

Tim Redaksi

JEMBER, KOMPAS.com — Suasana kamar hotel jemaah haji asal Indonesia di Mekkah mendadak berubah hening pada Senin (2/6/2026) malam waktu Arab Saudi.

Asmar Lian (84), jemaah haji asal Lingkungan Kedawung Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang, Jember, ditemukan meninggal dunia saat tidur.

Padahal, beberapa jam sebelumnya Asmar masih beraktivitas seperti biasa. Ia mengikuti shalat Isya, lalu mengaji bersama teman-teman sekamarnya di hotel tempat ia menginap.

Tidak ada tanda sakit. Tidak ada pula keluhan yang disampaikan pria lanjut usia itu kepada rekan-rekannya.

Baca juga: Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam

Kasubag TU Kantor Kemenhaj Jember Samhadi mengatakan, usai mengaji Asmar sempat pamit untuk beristirahat sejenak.

“Beliau pamit tidur sebentar kepada teman-teman kamarnya dan minta dibangunkan sekitar jam 21.00 atau 22.00 waktu setempat,” kata Samhadi kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).

Namun, ketika waktu yang diminta tiba dan rekan-rekannya mencoba membangunkan, Asmar ternyata sudah meninggal dunia.

Menurut Samhadi, tim kesehatan jemaah haji (TKHI) kloter 96 yang menangani jemaah memastikan Asmar sebelumnya dalam kondisi sehat.

“Tidak ada tanda-tanda sakit dan tidak ada riwayat penyakit juga,” terang Samhadi.

Asmar diketahui berangkat haji seorang diri melalui KBIHU Nurul Qornain Sukowono.

Di usianya yang telah mencapai 84 tahun, ia tetap aktif mengikuti rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Kabar wafatnya Asmar menambah daftar jemaah haji asal Jember yang meninggal dunia di Arab Saudi tahun ini.

Baca juga: Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah

Sebelumnya, dua jemaah asal Jember juga meninggal di Mekkah, yakni Ngatiyah Marijo (58), warga Kecamatan Wuluhan, dan Supandi Arjad (58), asal Kecamatan Ledokombo.

Ngatiyah meninggal dunia usai menjalani tawaf qudum di Masjidil Haram pada 16 Mei 2026. Sementara Supandi meninggal di kamar hotel pada 1 Juni 2026 setelah sebelumnya menjalani rangkaian ibadah tawaf ifadah.

Berbeda dengan dua jemaah sebelumnya yang diduga mengalami kelelahan fisik, Kemenhaj Jember menyebut tidak ada indikasi kelelahan pada diri Asmar.

“Beliau memang masih aktif beribadah seperti biasa. Tidak ada keluhan kesehatan,” tutur Samhadi.

Saat ini mayoritas jemaah haji asal Jember masih berada di Mekkah sebelum nantinya dijadwalkan bergeser ke Madinah 10 hari menjelang kepulangan ke Indonesia.

Selama di Tanah Suci, para jemaah haji masih menjalani berbagai aktivitas ibadah, mulai dari tawaf, umrah sunah, hingga ziarah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jelang Muktamar, Hamzah Sahal Optimistis Masa Depan NU Semakin Kuat
Jelang Muktamar, Hamzah Sahal Optimistis Masa Depan NU Semakin Kuat
Aktual
Warisan Gus Dur untuk Gen Z, Hamzah Sahal Soroti Dua Nilai Penting
Warisan Gus Dur untuk Gen Z, Hamzah Sahal Soroti Dua Nilai Penting
Aktual
PBNU Tolak Tuduhan Zionisme, Gus Yahya: NU Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina
PBNU Tolak Tuduhan Zionisme, Gus Yahya: NU Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina
Aktual
Tak Ada Riwayat Sakit, Jemaah Haji Jember Meninggal dalam Tidur di Mekkah
Tak Ada Riwayat Sakit, Jemaah Haji Jember Meninggal dalam Tidur di Mekkah
Aktual
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Aktual
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Aktual
Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Aktual
Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Aktual
Wamenhaj Tegur Garuda Indonesia Usai Pesawat Jamaah Haji Delay Berjam-jam di Jeddah
Wamenhaj Tegur Garuda Indonesia Usai Pesawat Jamaah Haji Delay Berjam-jam di Jeddah
Aktual
Kemenhaj: Penerapan Istithaah Kesehatan Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
Kemenhaj: Penerapan Istithaah Kesehatan Berhasil Tekan Angka Kematian Jemaah Haji
Aktual
Haji Mabrur Tak Hanya Soal Ritual, Prof Niam Sebut Tandanya Terlihat dalam Kehidupan Sosial
Haji Mabrur Tak Hanya Soal Ritual, Prof Niam Sebut Tandanya Terlihat dalam Kehidupan Sosial
Aktual
Keajaiban Hidup Rabiah Al-Adawiyah, Wanita yang Bikin Malaikat Iri
Keajaiban Hidup Rabiah Al-Adawiyah, Wanita yang Bikin Malaikat Iri
Aktual
Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama
Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
Aktual
Gus Yahya: Digdaya Bukan Proyek Pribadi, Ini Program Transformasi NU
Gus Yahya: Digdaya Bukan Proyek Pribadi, Ini Program Transformasi NU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com