Editor
KOMPAS.com - Shalat taubat menjadi salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam yang ingin memohon ampun atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
Ibadah ini merupakan wujud penyesalan sekaligus tekad untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan.
Meski dapat dilaksanakan kapan saja, para ulama menjelaskan terdapat waktu-waktu yang lebih utama untuk mengerjakan shalat taubat.
Baca juga: 3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Di sisi lain, ada pula waktu tertentu yang dilarang untuk melaksanakan shalat sunnah sehingga perlu diperhatikan oleh setiap Muslim.
Dilansir dari Antara, berikut adalah penjelasan kapan waktu terbaik dan waktu yang dilarang untuk shalat taubat.
Baca juga: Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Mengutip laman BAZNAS Yogyakarta, shalat taubat dapat dikerjakan kapan saja, baik pada siang maupun malam hari.
Namun, waktu yang dianjurkan untuk menunaikan ibadah ini adalah setelah shalat Maghrib atau setelah shalat Isya.
Sementara itu, dalam kitab Nihayatus Zain, Syaikh al-Nawawi al-Bantani menegaskan pentingnya segera bertaubat setiap kali seseorang melakukan dosa, meskipun dosa tersebut tergolong kecil.
Menunda taubat justru dipandang sebagai perbuatan yang tidak sepatutnya dilakukan karena berarti menunda permohonan ampun kepada Allah SWT.
Salah satu bentuk ikhtiar yang disunnahkan untuk mengawali taubat adalah dengan melaksanakan shalat taubat.
Pada dasarnya, shalat taubat boleh dikerjakan pada pagi, siang, sore, maupun malam hari selama tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat sunnah.
Meski demikian, sebagian ulama berpendapat bahwa waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat taubat adalah pada sepertiga malam terakhir.
Selain itu, malam Nisfu Syaban juga dipandang sebagai salah satu malam yang memiliki keutamaan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Meskipun shalat taubat memiliki waktu pelaksanaan yang cukup luas, ibadah ini tetap tidak boleh dikerjakan pada waktu-waktu yang dilarang untuk shalat sunnah. Berikut lima waktu yang perlu dihindari:
Shalat taubat tidak boleh dikerjakan ketika matahari baru terbit hingga posisinya meninggi sekitar satu tombak atau sekitar 16–20 menit setelah terbit.
Waktu berikutnya adalah ketika matahari berada tepat di tengah langit sebelum memasuki waktu Zuhur, yaitu saat matahari belum condong ke arah barat.
Shalat sunnah, termasuk shalat taubat, tidak dianjurkan ketika matahari mulai tenggelam hingga benar-benar terbenam.
Waktu terlarang lainnya adalah setelah menunaikan shalat Subuh hingga matahari terbit secara sempurna.
Shalat taubat juga tidak dikerjakan setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam.
Pada dasarnya, yang paling penting dalam melaksanakan shalat taubat bukan hanya memilih waktu yang utama, tetapi juga tidak menunda taubat setelah melakukan kesalahan.
Semakin cepat seseorang kembali kepada Allah SWT dengan penuh penyesalan dan keikhlasan, semakin baik sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk segera memohon ampun melalui taubat, memperbanyak istighfar, dan melaksanakan shalat taubat pada waktu yang diperbolehkan, sambil menghindari waktu-waktu yang dilarang untuk shalat sunnah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang