Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak dua jemaah haji Indonesia masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi meski penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah berakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji dan Umrah Dani Pramudya mengatakan, pemerintah terus memantau kondisi kedua jemaah tersebut.
“Saat ini masih ada dua jemaah haji yang dirawat di Arab Saudi. Satu dirawat di Khaybar General Hospital, Madinah, dan satu jemaah lagi dirawat di Rumah Sakit Dr Samir Abbas, Jeddah,” ujar Dani dikutip dari laman Kemenhaj, Selasa (22/9/2026).
Baca juga: BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara
Menurut Dani, kedua jemaah masing-masing berasal dari Lamongan, Jawa Timur, dan Tangerang, Banten.
Jumlah jemaah yang dirawat di Arab Saudi telah berkurang signifikan. Seusai rangkaian ibadah haji, sekitar 60 jemaah Indonesia sempat menjalani perawatan medis. Kini, jumlahnya tersisa dua orang.
“Semoga dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi segera kembali sehat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air,” kata Dani.
Dani menjelaskan, jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan medis di Arab Saudi mengalami berbagai gangguan kesehatan serius.
Penyakit yang dialami antara lain serangan jantung, stroke berat, hipertensi, diabetes, dan infeksi paru-paru.
Kondisi kesehatan jemaah menjadi salah satu perhatian penting dalam penyelenggaraan haji.
Sebab, jemaah harus menjalani rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi fisik prima di tengah lingkungan dan cuaca yang berbeda dari Indonesia.
Oleh karena itu, aspek kesehatan akan kembali menjadi perhatian utama dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Baca juga: Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jatim, 6 Pelimpahan Disorot Kemenhaj
Dani mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah akan memperkuat perhatian terhadap pemenuhan syarat istithaah kesehatan bagi calon jemaah haji 2027.
Istithaah kesehatan merupakan kemampuan calon jemaah dari aspek kesehatan fisik dan mental untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Kami berharap jemaah haji tahun 2027 benar-benar menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani,” ujarnya.
Dani mengingatkan bahwa kondisi alam Arab Saudi berbeda dari Indonesia. Perbedaan suhu dan cuaca, tingginya aktivitas fisik, serta kepadatan jemaah dapat menjadi tantangan bagi kondisi tubuh.
“Menjaga kesehatan itu penting karena kondisi alam di Indonesia dan Arab Saudi berbeda,” kata Dani.
Persiapan kesehatan, lanjut dia, perlu dilakukan jauh sebelum waktu keberangkatan. Calon jemaah diharapkan menjaga kebugaran dan mengikuti pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) secara serius.
Dengan kondisi kesehatan yang baik sejak di Tanah Air, calon jemaah diharapkan dapat memenuhi ketentuan istithaah kesehatan sekaligus lebih siap menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi.
“Dengan menjaga kesehatan, jemaah ketika melakukan MCU dapat memiliki hasil yang bagus sehingga istithaah kesehatan terpenuhi,” ujar Dani.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.