Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Asal Pangandaran Tidak Berubah, Jemaah Tetap Berangkat Tanggal 6 Mei

Kompas.com, 7 April 2026, 22:58 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kantor Kementerian Haji Kabupaten Pangandaran terus melakukan sosialisasi kepada calon jemaah haji di tengah kekhawatiran konflik di Timur Tengah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan jemaah tetap tenang dan memahami kondisi terkini.

Selain itu, pemerintah daerah memastikan seluruh persiapan teknis telah rampung menjelang keberangkatan.

Fokus utama saat ini adalah menjaga kesiapan jemaah haji 2026 secara fisik dan mental jelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Baca juga: Mengenal Askar, Pasukan Pengamanan di Tanah Suci yang Bantu Jemaah Haji dan Umrah

Persiapan Administrasi dan Kesehatan Rampung

Kepala Kantor Kemenhaj Pangandaran, Hilman Saefullah, menyampaikan bahwa seluruh persiapan di tingkat daerah telah selesai, terutama terkait dokumen dan pemeriksaan kesehatan.

"Dari sisi dokumen dan cek kesehatan fisik, semuanya sudah selesai. Saat ini tinggal menunggu pembagian kartu masuk," ujar Hilman dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (7/4/2026).

Dengan selesainya tahap ini, jemaah tinggal menunggu proses lanjutan sebelum masuk asrama haji.

Baca juga: Jadwal Masuk Asrama Haji Aceh 2026 Disesuaikan, Jemaah Kloter Pertama Akan Masuk Mulai 5 Mei

Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji 2026 Asal Pangandaran

Hilman memastikan jadwal keberangkatan calon jemaah haji asal Pangandaran masih sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Jemaah haji asal Pangandaran nantinya akan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 21 KJT.

Rangkaian keberangkatan dimulai dari Pangandaran pada 6 Mei 2026, kemudian masuk Asrama Haji Indramayu pada 7 Mei 2026, dan diberangkatkan melalui Bandara Kertajati pada 8 Mei 2026.

Total calon jemaah haji asal Pangandaran yang akan diberangkatkan sebanyak 217 orang.

Mereka akan didampingi empat petugas yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat.

"Mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kota Banjar dan sebagian dari Indramayu," ucap Hilman.

Kebijakan Perubahan Rute Penerbangan Kewenangan Pusat

Terkait potensi dampak konflik di Timur Tengah, pihak Kemenhaj daerah hanya menyampaikan informasi sesuai arahan pemerintah pusat.

Keputusan strategis, termasuk perubahan rute penerbangan, sepenuhnya menjadi kewenangan pusat.

"Untuk kemungkinan perubahan rute, itu menjadi kewenangan pimpinan pusat," katanya.

Tidak Ada Tambahan Biaya bagi Jemaah

Kemenhaj memastikan bahwa jika terjadi perubahan kebijakan, termasuk terkait rute perjalanan, tidak akan ada tambahan biaya yang dibebankan kepada jemaah.

"Jemaah tidak perlu khawatir terkait biaya tambahan. Informasi dari kementerian, hal tersebut tidak akan dibebankan kepada calon jemaah," ujarnya.

Menjelang waktu keberangkatan yang semakin dekat, Hilman mengimbau para calon jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan.

Hal ini penting agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan baik.

"Fokus menjaga kesehatan, kurangi aktivitas yang tidak perlu, dan persiapkan diri untuk ibadah haji," kata Hilman.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "Jemaah Haji dari Pangandaran Akan Berangkat Mei 2026, Tak Perlu Tambah Biaya jika Rute Berubah".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Aktual
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Aktual
 Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Aktual
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
Aktual
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Aktual
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Aktual
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Aktual
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Aktual
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Aktual
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Aktual
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com