Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hasil SPAN-PTKIN 2026 Diumumkan, 82.274 Peserta Berhasil Lulus Seleksi

Kompas.com, 7 April 2026, 21:59 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN resmi mengumumkan hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) 2026.

Pengumuman ini menjadi tahap penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi berbasis prestasi ini.

Baca juga: 7 PTKIN Berhasil Tembus 100 Besar Nasional Versi uniRank 2026, Cek Peringkat Kampusmu!

Dari total peserta, sebanyak 82.274 orang dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Pengumuman hasil seleksi dapat diakses secara serentak melalui laman resmi SPAN-PTKIN di https://pengumuman-span.ptkin.ac.id/.

Baca juga: SPAN-PTKIN 2026 Berubah Total: Seleksi Kini Sentuh Kesehatan Mental

SPAN-PTKIN 2026 Seleksi Berbasis Prestasi Akademik

SPAN-PTKIN merupakan jalur seleksi nasional yang menggunakan nilai rapor dan prestasi akademik sebagai dasar penilaian.

Jalur ini diikuti oleh siswa dari madrasah, sekolah umum, hingga pesantren di seluruh Indonesia.

"Kami ingin memastikan calon pemimpin masa depan ini tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga siap secara psikologis," ujar Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026 Abdul Aziz saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa (7/4/2026) seperti dilansir dari Antara.

Seleksi ini dirancang untuk menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental.

Sebaran Jumlah Kelulusan Peserta SPAN-PTKIN 2026

Berdasarkan data Panitia Nasional, sebagian besar peserta dinyatakan lulus pada pilihan program studi utama mereka. Hal ini menunjukkan kesesuaian antara minat peserta dengan hasil seleksi.

Adapun rincian jumlah peserta lulus sesuai pilihan adalah sebagai berikut:

  • Pilihan satu: 71.175 peserta
  • Pilihan dua: 2.466 peserta
  • Pilihan tiga: 6.827 peserta
  • Pilihan empat: 1.806 peserta

Afirmasi untuk Peserta SPAN-PTKIN 2026 dari Daerah 3T

Sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada peserta dari daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Sebanyak 756 peserta dari wilayah tersebut dinyatakan lulus melalui kebijakan afirmasi.

"PTKIN kini menjadi solusi pendidikan komprehensif yang memadukan karakter keagamaan kokoh dengan standar akademik kelas dunia. Menariknya, tahun ini kami memperkenalkan inovasi pemetaan kesehatan mental bagi calon mahasiswa,” kata Aziz.

Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Proses Seleksi SPAN-PTKIN 2026 Dijamin Objektif

Panitia memastikan seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan. Verifikasi data dilakukan secara ketat untuk menjaga integritas hasil seleksi.

"Integritas data adalah prioritas. Kami memastikan mahasiswa yang diterima memiliki potensi akademik yang unggul dan mampu mewujudkan mimpi-mimpi besar mereka di PTKIN," kata Koordinator Pokja Penjaminan Mutu Zulfahmi Alwi.

Dengan sistem ini, hasil seleksi diharapkan mencerminkan kemampuan peserta secara akurat.

Imbauan Daftar Ulang dan Jalur Alternatif PTKIN 2026

Peserta yang dinyatakan lulus diminta segera mengikuti proses daftar ulang sesuai jadwal di masing-masing PTKIN. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi kampus tujuan.

Panitia mengingatkan bahwa kelulusan dapat dibatalkan jika peserta tidak menyelesaikan administrasi sesuai ketentuan.

Bagi peserta yang belum lulus, masih tersedia jalur Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN). Pendaftaran dibuka pada 13 April hingga 30 Mei 2026 melalui laman resmi UM-PTKIN di https://um.ptkin.ac.id/.

Pengumuman SPAN-PTKIN 2026 menandai langkah awal bagi ribuan calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di PTKIN, namun bukan menjadi akhir bagi yang belum berhasil lolos.

Dengan berbagai jalur yang tersedia, kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi tetap terbuka luas bagi seluruh peserta.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar