Editor
KOMPAS.com - Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN resmi mengumumkan hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) 2026.
Pengumuman ini menjadi tahap penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi berbasis prestasi ini.
Baca juga: 7 PTKIN Berhasil Tembus 100 Besar Nasional Versi uniRank 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
Dari total peserta, sebanyak 82.274 orang dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.
Pengumuman hasil seleksi dapat diakses secara serentak melalui laman resmi SPAN-PTKIN di https://pengumuman-span.ptkin.ac.id/.
Baca juga: SPAN-PTKIN 2026 Berubah Total: Seleksi Kini Sentuh Kesehatan Mental
SPAN-PTKIN merupakan jalur seleksi nasional yang menggunakan nilai rapor dan prestasi akademik sebagai dasar penilaian.
Jalur ini diikuti oleh siswa dari madrasah, sekolah umum, hingga pesantren di seluruh Indonesia.
"Kami ingin memastikan calon pemimpin masa depan ini tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga siap secara psikologis," ujar Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026 Abdul Aziz saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa (7/4/2026) seperti dilansir dari Antara.
Seleksi ini dirancang untuk menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental.
Berdasarkan data Panitia Nasional, sebagian besar peserta dinyatakan lulus pada pilihan program studi utama mereka. Hal ini menunjukkan kesesuaian antara minat peserta dengan hasil seleksi.
Adapun rincian jumlah peserta lulus sesuai pilihan adalah sebagai berikut:
Sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada peserta dari daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Sebanyak 756 peserta dari wilayah tersebut dinyatakan lulus melalui kebijakan afirmasi.
"PTKIN kini menjadi solusi pendidikan komprehensif yang memadukan karakter keagamaan kokoh dengan standar akademik kelas dunia. Menariknya, tahun ini kami memperkenalkan inovasi pemetaan kesehatan mental bagi calon mahasiswa,” kata Aziz.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Panitia memastikan seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan. Verifikasi data dilakukan secara ketat untuk menjaga integritas hasil seleksi.
"Integritas data adalah prioritas. Kami memastikan mahasiswa yang diterima memiliki potensi akademik yang unggul dan mampu mewujudkan mimpi-mimpi besar mereka di PTKIN," kata Koordinator Pokja Penjaminan Mutu Zulfahmi Alwi.
Dengan sistem ini, hasil seleksi diharapkan mencerminkan kemampuan peserta secara akurat.
Peserta yang dinyatakan lulus diminta segera mengikuti proses daftar ulang sesuai jadwal di masing-masing PTKIN. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi kampus tujuan.
Panitia mengingatkan bahwa kelulusan dapat dibatalkan jika peserta tidak menyelesaikan administrasi sesuai ketentuan.
Bagi peserta yang belum lulus, masih tersedia jalur Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN). Pendaftaran dibuka pada 13 April hingga 30 Mei 2026 melalui laman resmi UM-PTKIN di https://um.ptkin.ac.id/.
Pengumuman SPAN-PTKIN 2026 menandai langkah awal bagi ribuan calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di PTKIN, namun bukan menjadi akhir bagi yang belum berhasil lolos.
Dengan berbagai jalur yang tersedia, kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi tetap terbuka luas bagi seluruh peserta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang