Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Fasilitas Arafah 2 Hari Sebelum Puncak Haji

Kompas.com, 24 Mei 2026, 21:43 WIB
Add on Google
Pythag Kurniati,
Khairina

Tim Redaksi

Makkah, KOMPAS.com- Dua hari lagi umat muslim yang berhaji akan melaksanakan proses inti dari rukun haji yakni wukuf di Padang Arafah.

Petugas daerah kerja (daker) Bandara sebagai Satuan Tugas (Satgas) Arafah berkesempatan meninjau fasilitas Arafah sebelum jemaah Indonesia tiba di lokasi wukuf.

Inilah fasilitas di Padang Arafah yang bisa digunakan oleh jemaah haji Indonesia.

Baca juga: Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Tenda-tenda jemaah

Salah satu tenda jemaah di ArafahKOMPAS.com/Pythag Kurniati Salah satu tenda jemaah di Arafah

Ada 61 markaz yang disiapkan di Padang Arafah. Tiap-tiap markaz terdiri dari beberapa tenda-tenda jemaah. Pada tiap markaz disiagakan koordinator markaz (korkaz) yang akan mengoordinasikan layanan kepada jemaah.

Ukuran tiap tenda berbeda-beda. Beberapa tenda berukuran 15x25 meter, 15x20 meter, dan 15x10 meter. Masing-masing tenda dilengkapi dengan sejumlah fasilitas baru.

Begitu masuk ke dalam tenda, udara terasa sejuk. Kasatgas Arafah Abdul Basir mengungkapkan, setiap tenda dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan (Air Conditioner).

Suhu udara yang diprediksi mencapai 47 derajat Celcius pada saat wukuf, bukan lagi menjadi momok bagi jemaah haji.

"Tiap tenda dilengkapi AC yang cukup besar, pada saat ini kita berada pada puncak kondisi panas pada siang hari, namun di dalam tenda rasanya dingin," kata Abdul Basir saat ditemui di Arafah, Minggu (24/5/2026).

Di dalam tenda berjejer kasur-kasur, bantal, selimut, dan seprai baru. Tak hanya itu tenda dilengkapi dengan stok air mineral, tempat sampah, dan colokan.

Untuk memudahkan jemaah mengidentifikasi dan menemukan tenda, petugas haji memasang penanda di bagian depan tenda. Kertas tempelan resmi dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tersebut memuat informasi mengenai nomor tenda, nama syarikah, kapasitas tenda, kelompok terbang, hingga nama jemaah.

Baca juga: Kemenhaj Copot Penanda KBIHU di Tenda Arafah, Ancam Cabut Izin yang Sengaja Melanggar

Pembaruan wajah akses jalan

Pembaruan akses jalan di ArafahKOMPAS.com/Pythag Kurniati Pembaruan akses jalan di Arafah

Lorong-lorong sebagai akses jemaah menuju ke tenda-tenda kini dibuat lebih menarik. Karpet rumput sintesis berwarna hijau mereduksi kesan suasana gurun yang panas.

"Ada beberapa taman yang dibuat oleh syarikah, selain untuk mempercantik penampilan yang ada di markaz juga memberikan kesan baik (tidam panas) bagi jemaah," kata Kasatgas Arafah.

Tak hanya itu, tiap-tiap lorong dilengkapi dengan fasilitas kamera pengawas (CCTV). Kamera tersebut beroperasi 24 jam untuk menjamin kenyamanan dan keamanan jemaah saat wukuf.

Toilet

Toilet di Arafah dilengkapi WC dudukKOMPAS.com/Pythag Kurniati Toilet di Arafah dilengkapi WC duduk

Fasilitas toilet bagi jemaah disediakan di Padang Arafah. Pantauan Kompas.com, toilet dilengkapi dengan WC duduk, wastafel, serta sabun tangan.

Terdapat pula ruangan toilet khusus bagi penyandang disabilitas. Tahun ini terdapat pula fasilitas instalasi urinoir bagi pria untuk memangkas antrean jemaah yang ingin buang air kecil.

Abdul Basir mengungkapkan, Satgas Arafah yang tiba pada 24 Mei 2026 atau 7 Dzulhijah 1447 H telah memastikan berbagai fasilitas siap menyambut jemaah haji yang akan melakukan ibadah wukuf.

Baca juga: Mandi Sebelum Puasa Arafah, Apakah Wajib? Simak Penjelasan Ulama

Sedangkan jemaah haji Indonesia akan mulai berdatangan pada 25 Mei 2026 atau bertepatan dengan 8 Dzulhijah 1447 H.

"Satgas Arafah mengecek kesesuaian data akomodasi yang ada pada masing-masing tenda lalu berkoordinasi dengan masing-masing markaz," katanya.

Ibadah wukuf sebagai salah satu rukun haji akan dilaksanakan pada 9 Dzulhijah 1447 H atau 26 Mei 2026.

Sebanyak 221.000 jemaah haji Indonesia akan berkumpul di Arafah bersama jutaan umat muslim lainnya dari seluruh penjuru dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jemaah Wajib Tahu, Skema Trip Bus Taraddudi dari Makkah ke Arafah dan Aturannya
Jemaah Wajib Tahu, Skema Trip Bus Taraddudi dari Makkah ke Arafah dan Aturannya
Aktual
Mengintip Fasilitas Arafah 2 Hari Sebelum Puncak Haji
Mengintip Fasilitas Arafah 2 Hari Sebelum Puncak Haji
Aktual
KH Imam Jazuli Gagas Transformasi 5.000 Pesantren di Seluruh Indonesia
KH Imam Jazuli Gagas Transformasi 5.000 Pesantren di Seluruh Indonesia
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung, Suhu Makkah Bisa Capai 47 Derajat Celsius
Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung, Suhu Makkah Bisa Capai 47 Derajat Celsius
Aktual
Jamaah Haji Harus Siapkan Fisik karena Akan Tempuh Jalan Kaki 21 Km
Jamaah Haji Harus Siapkan Fisik karena Akan Tempuh Jalan Kaki 21 Km
Aktual
Rute Mina-Jamarat Bisa 7 Km Sehari, Wamenhaj Minta Jemaah Haji Cukup Istirahat
Rute Mina-Jamarat Bisa 7 Km Sehari, Wamenhaj Minta Jemaah Haji Cukup Istirahat
Aktual
Jelang Armuzna, Jemaah Haji Diingatkan Tak Habiskan Tenaga untuk Jalan-jalan
Jelang Armuzna, Jemaah Haji Diingatkan Tak Habiskan Tenaga untuk Jalan-jalan
Aktual
Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Arab Saudi Siapkan Kereta Super Cepat dan Ribuan Bus untuk Layani 1,6 Juta Jamaah Haji 2026
Arab Saudi Siapkan Kereta Super Cepat dan Ribuan Bus untuk Layani 1,6 Juta Jamaah Haji 2026
Aktual
Wukuf di Arafah Jadi Puncak Haji, Ini Doa dan Dzikir yang Dibaca
Wukuf di Arafah Jadi Puncak Haji, Ini Doa dan Dzikir yang Dibaca
Doa dan Niat
Dokter Ibu-Anak di Lampung Ini Layani Pasien dengan Kotak Infak, Terinspirasi Dokter yang Tak Pernah Pasang Tarif
Dokter Ibu-Anak di Lampung Ini Layani Pasien dengan Kotak Infak, Terinspirasi Dokter yang Tak Pernah Pasang Tarif
Aktual
Dulu Berdesakan dan Jalan Kaki, Kini Haji Makin Nyaman Berkat Teknologi dan Kereta Cepat
Dulu Berdesakan dan Jalan Kaki, Kini Haji Makin Nyaman Berkat Teknologi dan Kereta Cepat
Aktual
Baznas Permudah Kurban 2026 lewat Digitalisasi, Bisa Bayar via E-Commerce hingga Mobile Banking
Baznas Permudah Kurban 2026 lewat Digitalisasi, Bisa Bayar via E-Commerce hingga Mobile Banking
Aktual
Firdaus Ditemukan, Istri Ungkap Pesan Haru untuk Petugas di Tanah Suci
Firdaus Ditemukan, Istri Ungkap Pesan Haru untuk Petugas di Tanah Suci
Aktual
Wakapolri Berkoordinasi dengan Otoritas Saudi untuk Perkuat Perlindungan Jamaah Haji Indonesia
Wakapolri Berkoordinasi dengan Otoritas Saudi untuk Perkuat Perlindungan Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com