Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KH Imam Jazuli Gagas Transformasi 5.000 Pesantren di Seluruh Indonesia

Kompas.com, 24 Mei 2026, 18:26 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli Lc MA menggagas gerakan transformasi pesantren berskala nasional dengan menargetkan 5.000 pengasuh pesantren dari 34 provinsi mengikuti workshop pengembangan dan inovasi pesantren sepanjang 2026.

Program workshop nasional tersebut digelar secara bertahap untuk mempercepat perubahan sistem pendidikan, tata kelola, hingga strategi pengembangan santri di pesantren-pesantren Indonesia.

KH Imam Jazuli menyatakan workshop pengasuh pesantren sebenarnya telah dimulai sejak 2025, baik untuk skala nasional maupun tingkat Jawa Barat.

“Banyak peserta workshop terdahulu yang datang ke saya dan menyampaikan bahwa manfaat kegiatan tersebut sangat signifikan bagi perubahan pesantren. Karena itu, kali ini workshop dirancang lebih sistematis, detail, dan membumi. Bahkan akan dilanjutkan dengan pendampingan agar dampaknya lebih powerful,” jelas Jazuli dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).

Baca juga: KH Marsudi Dorong Pesantren Ciptakan Legacy untuk Generasi Penerus

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan pesantren sekaligus memperkuat pertumbuhan jumlah santri di berbagai daerah.

“Ketika pesantren semakin mampu menghasilkan santri-santri yang berhasil di dunia dan di akhirat, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat,” tambahnya.

Panitia menargetkan workshop digelar setiap pekan hingga Desember 2026 guna menjangkau pengasuh pesantren di seluruh Indonesia.

Untuk wilayah Pulau Jawa, kuota peserta diperkirakan mencapai 400 orang per provinsi dengan total sekitar 2.000 peserta. Khusus Jawa Barat, sebanyak 400 pengasuh pesantren ditargetkan selesai mengikuti workshop pada awal Juni 2026.

Selanjutnya, program akan dilanjutkan bagi 1.600 pengasuh pesantren dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten mulai Juni hingga Agustus 2026.

Sementara itu, wilayah luar Jawa diperkirakan diikuti 100 hingga 150 peserta per provinsi dengan estimasi total sekitar 3.000 peserta.

Secara keseluruhan, workshop ini menargetkan 5.000 pengasuh pesantren dari seluruh Indonesia.

Seluruh kegiatan tersebut disponsori penuh oleh Pesantren Bina Insan Mulia dan Imam Jazuli Foundation.

Peserta memperoleh fasilitas transportasi, akomodasi, sertifikat, buku panduan, hingga kesempatan mendapatkan doorprize seperti menginap di hotel, ziarah Walisongo, dan perjalanan luar negeri.

Gerakan transformasi pesantren tahun 2026 ini dimulai dari Wilayah III Cirebon yang meliputi Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu.

Workshop perdana digelar di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon pada Sabtu (23/5/2026) dan diikuti 108 pengasuh pesantren hasil seleksi panitia.

Selama kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, KH Imam Jazuli Lc MA, menjadi narasumber tunggal yang mengisi enam sesi workshop.

Pentingnya Pesantren Adaptif

Dalam sambutannya, Kiai Imjaz --panggilan akrab Imam Jazuli-- menegaskan pentingnya pesantren beradaptasi terhadap perubahan zaman.

“Pesantren harus belajar dari runtuhnya korporasi besar dunia yang gagal merespons perubahan dengan cepat. Kematian organisasi bukan karena perubahan, tetapi karena kegagalan strategi dalam menghadapi perubahan,” ujarnya.

Peserta workshop mengaku mendapatkan banyak wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan di pesantren masing-masing.

“Perubahan pesantren sudah dibahas di banyak tempat, tapi yang saya dapat barulah sebatas motivasi. Di workshop ini, saya mendapatkan motivasi, strategi, Metode, Sistem dan panduan teknis dengan langkah-langkah yang jelas dan terukur untuk melakukan perubahan. Sudah begitu, saya juga dapat rejeki doorprize untuk menginap di hotel,” ungkap Dr KH Habib Khaerussani, pengasuh Pesantren Akmala Sabila, Cirebon.

Sementara itu, KH Asep Abdul Aziz SH, pengasuh Pesantren Miftahul Mubarak Kuningan, mengatakan workshop tersebut membuka pemahaman baru tentang strategi pengembangan pesantren.

“Workshop yang saya ikuti benar-benar memantik kesadaran dan pemahaman tentang cara mengubah sistem pembelajaran, membuat kurikulum yang menarik, layanan kepada santri walisantri dan masyarakat, dan strategi untuk menambah jumlah santri. Ini ilmu yang tidak bisa didapatkan dimanapun,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan KH Ence Burhanuddin MPd, pengasuh Pesantren Al-Amin Kuningan.

“Workshop yang diikuti isinya daging semua. Sudah begitu, Kiai Imjaz menyampaikan dengan cara yang sangat menarik sehingga seluruh peserta tetap semangat sampai akhir. Ada penyajian fakta, data riset, pemikiran dan pengalaman yang langsung ke inti masalah dan solusinya,” katanya.

Baca juga: Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara

Workshop tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Kepala Kemenag Kabupaten Indramayu Dr KH Aghuts Muhaimin, Ketua PCNU Kota Cirebon Dr H Mustopa Rajid, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Saerozi, Ketua PCNU Kabupaten Indramayu KH Muhammad Mustofa, Kepala Kemenag Kota Cirebon Hj Riana Anom Sari SE serta Kepala Kemenag Majalengka Dr Hj Euis Damayanti.

Para tokoh yang hadir memberikan apresiasi atas inisiatif KH Imam Jazuli dalam mendampingi pesantren menghadapi perubahan besar di era modern.

Mereka juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan tenaga, ilmu, serta sumber daya yang diberikan demi kemajuan pesantren di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Aktual
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Doa Harian
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Aktual
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Aktual
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Harian
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Aktual
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Doa Harian
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Doa Harian
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Aktual
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Aktual
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Aktual
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Aktual
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Aktual
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Aktual
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar