Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Kompas.com, 12 Juli 2026, 06:02 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com - Situasi Iran kembali memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyampaikan ancaman pembalasan atas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Pernyataan tersebut menjadi pesan publik pertamanya sejak rangkaian pemakaman sang ayah dimulai sepekan lalu.

Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel, keberadaan Mojtaba Khamenei juga masih menjadi sorotan karena belum pernah tampil di hadapan publik.

Baca juga: Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Tiba di Najaf, Ribuan Pelayat Iringi Prosesi Pemakaman

Kondisi tersebut memicu spekulasi mengenai situasi kepemimpinan di Iran pascaperang.

Mojtaba Khamenei Janjikan Pembalasan atas Kematian Sang Ayah

Dilansir dari Arab News (11/7/2026), Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa pembalasan atas kematian pendahulunya sekaligus ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, merupakan tuntutan rakyat Iran.

Baca juga: Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran

Namun, ia mengatakan aksi tersebut tidak hanya bergantung pada Iran, melainkan juga melibatkan "orang-orang merdeka di seluruh dunia."

Dalam pesan publik pertamanya yang disiarkan televisi pemerintah sejak prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dimulai, disebutkan bahwa pembalasan merupakan "tuntutan rakyat" dan "pasti akan dilakukan."

Ayatollah Ali Khamenei diketahui tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menjadi awal pecahnya perang.

"Kami berjanji akan menuntut balas atas darah pemimpin yang gugur sebagai syahid dan seluruh syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang keji dan tercela," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Mojtaba Khamenei juga menegaskan bahwa rencana pembalasan akan tetap berjalan, terlepas dari kondisi dirinya saat ini.

"Baik kami hadir maupun tidak, janji itu akan tetap terlaksana. Dalam waktu dekat, setiap orang yang mencintai kebebasan di berbagai penjuru dunia akan mengambil bagian dalam misi suci ini," lanjut pernyataan tersebut.

Mojtaba Khamenei Belum Muncul di Publik Sejak Dilantik

Mojtaba Khamenei hingga kini belum terlihat di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 8 Maret.

Menurut sejumlah sumber senior, ia mengalami cedera serius, termasuk luka pada bagian wajah akibat serangan udara yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

Sejak serangan tersebut, belum ada foto, rekaman video, maupun rekaman suara terbaru Mojtaba Khamenei yang dipublikasikan.

Kondisi itu memunculkan ketidakpastian di dalam negeri. Sejumlah warga Iran menilai pemimpin tertinggi yang baru perlu tampil di hadapan masyarakat, meskipun masih dalam kondisi cedera.

Mojtaba Khamenei diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran dengan dukungan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Ketegangan Iran-AS Masih Berlanjut

Di sisi lain, saling serang antara pasukan Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir memunculkan keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat bulan.

Iran menyatakan kesepakatan tersebut pada akhirnya akan memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi negara itu.

Meski situasi kembali memanas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat mengatakan kedua negara tetap sepakat melanjutkan perundingan, meskipun sebelumnya ia menyatakan gencatan senjata telah berakhir.

Sementara itu, jenazah Ayatollah Ali Khamenei yang memimpin Iran selama 37 tahun telah dimakamkan di tempat suci paling dihormati di negara tersebut.

Media pemerintah Iran melaporkan prosesi pemakaman dihadiri lautan pelayat yang memadati lokasi upacara sebagai penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah memimpin Republik Islam Iran selama hampir empat dekade.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dzikir, Doa, dan Amalan Setelah Shalat Dhuha untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan
Dzikir, Doa, dan Amalan Setelah Shalat Dhuha untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan
Doa dan Niat
Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Aktual
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Doa Harian
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Aktual
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Aktual
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Harian
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Aktual
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Doa Harian
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Doa Harian
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Aktual
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Aktual
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Aktual
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Aktual
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Aktual
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar