Editor
KOMPAS.com - Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei memasuki tahap baru setelah jenazah Pemimpin Tertinggi Iran itu tiba di kota suci Najaf, Irak.
Kedatangan jenazah disambut pejabat tinggi Irak dan tokoh agama Syiah sebelum diarak dalam prosesi berkabung yang dihadiri ribuan pelayat.
Najaf menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian penghormatan terakhir karena merupakan kota suci bagi umat Islam Syiah.
Baca juga: Iran Tunggu Waktu Tepat untuk Konfirmasi Kunjungan Delegasi Indonesia Hormati Ali Khamenei
Setelah dari Najaf, prosesi dijadwalkan berlanjut ke Karbala sebelum jenazah dipulangkan ke Iran untuk dimakamkan.
Dilansir dari Arab News, jenazah Ayatollah Ali Khamenei tiba di Najaf pada Selasa (7/7/2026) setelah rangkaian upacara pemakaman di Iran.
Baca juga: Ribuan Warga Padati Qom pada Hari Keempat Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Kedatangan tersebut menjadi bagian dari prosesi penghormatan selama beberapa hari ke salah satu kota paling suci bagi umat Islam Syiah, menyusul kematian Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi bersama sejumlah pejabat tinggi menyambut jenazah di Bandara Internasional Najaf sebelum pelaksanaan upacara pemakaman dan prosesi akbar yang melibatkan masyarakat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga tiba di Najaf untuk mengikuti rangkaian prosesi. Penyambutan resmi di bandara turut dihadiri para pemimpin politik Irak dan tokoh agama Syiah sebelum jenazah diarak melintasi kota.
Najaf memiliki arti penting bagi umat Islam Syiah di seluruh dunia karena menjadi lokasi makam Imam Ali, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW.
Lautan manusia memadati jalanan untuk melihat langsung peti mati mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, saat jenazahnya melewati Menara Azadi di Teheran, Senin (6/7/2026).Pada Rabu (8/7/2026), ribuan pelayat mengiringi prosesi jenazah Ayatollah Ali Khamenei di jalan-jalan Kota Najaf.
Arak-arakan yang telah berlangsung selama enam hari dan menarik jutaan warga di Iran itu berlanjut melintasi perbatasan menuju Irak.
Sepanjang rute, warga membawa foto-foto besar mendiang pemimpin Iran sambil meneriakkan slogan yang mengutuk Amerika Israel ketika jenazah Khamenei diangkut menggunakan truk besar.
Bendera Irak dan Iran tampak berkibar di atas kerumunan. Prosesi juga diikuti para pendukung milisi Irak yang didukung Iran dengan membawa panji-panji kelompok mereka.
Jenazah Khamenei tiba di Bandara Internasional Najaf pada Selasa malam dan disambut Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi, para pejabat senior, serta tokoh agama dalam upacara resmi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama para komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) turut menghadiri prosesi tersebut.
Rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju kota suci Karbala sebelum jenazah dipulangkan ke Iran untuk dimakamkan.
Upacara pemakaman yang diselenggarakan pemerintah Iran sejak Jumat dirancang tidak hanya sebagai penghormatan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan Republik Islam setelah wafatnya pemimpin yang memerintah Iran selama hampir empat dekade.
Sebelum memasuki Irak, iring-iringan jenazah bergerak dari Teheran menuju kota pusat pendidikan agama Syiah di Qom.
Warga menghadiri upacara pemakaman mendiang Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei di Qom, Iran, 7 Juli 2026. Menjelang kedatangan rombongan, pemerintah Irak memperketat pengamanan di sekitar Najaf karena banyak pelayat berdatangan dari berbagai wilayah Irak maupun negara-negara tetangga.
Setelah prosesi di Karbala selesai, jenazah dijadwalkan dipulangkan ke Iran untuk dimakamkan di Mashhad pada akhir pekan ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang