Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Warga Padati Qom pada Hari Keempat Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Kompas.com, 7 Juli 2026, 21:15 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com - Ribuan warga kembali memadati Kota Suci Qom, Iran, pada Selasa (7/7/2026) dalam rangkaian hari keempat prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terakhir sebelum Khamenei dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis.

Prosesi pemakaman juga berlangsung di tengah perhatian dunia menyusul wafatnya Ali Khamenei pada akhir Februari dalam perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Baca juga: Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menlu Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

Ribuan Pelayat Padati Kota Suci Qom

Dilansir dari Arab News, Jenazah Khamenei, yang tewas pada akhir Februari di hari pertama perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran, disemayamkan di Masjid Jamkaran di Qom.

Baca juga: Perbedaan Ayat Al-Quran yang Diperdengarkan untuk Delegasi Asing di Pemakaman Ali Khamenei Picu Perdebatan

Kota suci tersebut merupakan pusat berbagai seminari dan makam paling berpengaruh dalam tradisi Syiah.

Rekaman udara yang disiarkan televisi pemerintah memperlihatkan jalan-jalan di Qom, kota yang berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa, dipenuhi para pelayat.

Salat Jenazah dan Penghormatan Terakhir Dilakukan di Masjid Jamkaran

Salat jenazah digelar di dalam Masjid Jamkaran dan dipimpin oleh Abdollah Javadi-Amoli, seorang ayatollah berusia 93 tahun yang dikenal sebagai tokoh Syiah konservatif berpengaruh di Republik Islam Iran.

Massa yang memenuhi area salat serempak meneriakkan kecaman terhadap Amerika, slogan yang kerap terdengar dalam berbagai acara resmi di Iran.

Rekaman televisi lainnya memperlihatkan para pelayat, termasuk ulama yang mengenakan sorban, memberikan penghormatan terakhir di hadapan peti jenazah Khamenei serta empat anggota keluarganya yang turut tewas bersamanya, termasuk seorang cucu perempuan yang dilaporkan baru berusia 14 bulan.

Setelah itu, iring-iringan jenazah bergerak menggunakan sebuah truk yang membawa peti-peti jenazah menuju mausoleum Fatima Masumeh, saudara perempuan Imam Reza, Imam Syiah kedelapan yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Prosesi Berlanjut hingga Pemakaman di Mashhad

Sehari sebelumnya, prosesi pemakaman berskala besar di Teheran dihadiri lautan pelayat.

Pemerintah Iran berupaya menampilkan citra persatuan dan kekuatan setelah perang serta enam bulan sejak gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang menelan banyak korban.

Warga Iran memadati jalan-jalan ibu kota dalam sebuah prosesi yang disebut sebanding dengan pemakaman pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, pada 1989.

Namun, hingga kini belum terlihat kehadiran putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, yang belum muncul di hadapan publik sejak ditunjuk pada awal Maret.

Pejabat Iran menyatakan Mojtaba mengalami luka dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya.

Hingga kini belum diketahui apakah ia akan menghadiri rangkaian prosesi pemakaman tersebut.

Prosesi pemakaman lainnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu di negara tetangga, Irak, yang memiliki komunitas Syiah dalam jumlah besar.

Pemakaman terakhir Khamenei, yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade hingga wafat pada usia 86 tahun, akan dilaksanakan pada Kamis di kota kelahirannya, Mashhad, sebuah kota suci di timur laut Iran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jelang Muktamar NU, Ulama dan Pesantren di Jabar Berharap Lahir Pemimpin yang Bertakwa
Jelang Muktamar NU, Ulama dan Pesantren di Jabar Berharap Lahir Pemimpin yang Bertakwa
Aktual
Ribuan Warga Padati Qom pada Hari Keempat Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Ribuan Warga Padati Qom pada Hari Keempat Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Aktual
Cerita Unik Akad Nikah WNI dan Warga Korea, Penghulu KUA Gunakan Tiga Bahasa
Cerita Unik Akad Nikah WNI dan Warga Korea, Penghulu KUA Gunakan Tiga Bahasa
Aktual
Kemenag Minta Satker Tuntaskan Validasi Data Pegawai Sebelum Interkoneksi SIMPEG dan AGW Berlaku
Kemenag Minta Satker Tuntaskan Validasi Data Pegawai Sebelum Interkoneksi SIMPEG dan AGW Berlaku
Aktual
DSN MUI Usulkan Zakat Jadi Pengurang Pajak Penuh, Bukan Lagi Sekadar Pengurang Penghasilan Kena Pajak
DSN MUI Usulkan Zakat Jadi Pengurang Pajak Penuh, Bukan Lagi Sekadar Pengurang Penghasilan Kena Pajak
Aktual
DSN MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah, Targetkan Penguatan Ekonomi Umat
DSN MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah, Targetkan Penguatan Ekonomi Umat
Aktual
Jelang Muktamar Ke-35,Tokoh Muda NU Sebut Rais Aam Harus Jaga Organisasi dari Politik Praktis
Jelang Muktamar Ke-35,Tokoh Muda NU Sebut Rais Aam Harus Jaga Organisasi dari Politik Praktis
Aktual
Masjid Istiqlal Resmikan NL Corner, Jadi Ruang Literasi Hubungan Indonesia dan Belanda
Masjid Istiqlal Resmikan NL Corner, Jadi Ruang Literasi Hubungan Indonesia dan Belanda
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Edukasi untuk Penyuluh Agama Terkait Isu LGBTQ
Kemenag Siapkan Materi Edukasi untuk Penyuluh Agama Terkait Isu LGBTQ
Aktual
Utusan Khusus Belanda Sebut Indonesia Jadi Teladan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan
Utusan Khusus Belanda Sebut Indonesia Jadi Teladan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan
Aktual
Pesugihan dalam Pandangan Islam, Buya Yahya: Haram, Syirik, dan Menyesatkan Akidah
Pesugihan dalam Pandangan Islam, Buya Yahya: Haram, Syirik, dan Menyesatkan Akidah
Aktual
Masjidil Haram Dijaga Sejuk 22–24 Derajat Celsius, Arab Saudi Operasikan Sistem Pendingin Raksasa
Masjidil Haram Dijaga Sejuk 22–24 Derajat Celsius, Arab Saudi Operasikan Sistem Pendingin Raksasa
Aktual
Doa agar Dimudahkan Segala Urusan dan Dijauhkan dari Utang, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa agar Dimudahkan Segala Urusan dan Dijauhkan dari Utang, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa dan Niat
Resmi! S3 Perbankan Syariah UIN Jakarta Masuk Daftar Beasiswa LPDP 2026
Resmi! S3 Perbankan Syariah UIN Jakarta Masuk Daftar Beasiswa LPDP 2026
Aktual
Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menlu Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menlu Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar