Penulis
KOMPAS.com - Setiap manusia pasti pernah menghadapi masa-masa sulit. Ada yang diuji dengan pekerjaan, rezeki, kesehatan, hingga terlilit utang. Dalam Islam, umat Muslim diajarkan untuk tidak hanya berusaha, tetapi juga memperbanyak doa memohon pertolongan kepada Allah SWT agar setiap urusan dipermudah dan dijauhkan dari kesulitan, termasuk beban utang.
Rasulullah SAW sendiri mengajarkan sejumlah doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi kesempitan hidup. Salah satunya adalah doa yang memohon perlindungan dari lilitan utang dan tekanan hidup.
Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Latin:
Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wa a'udzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijal.
Baca juga: Shalat Istikharah: Niat, Tata Cara, Doa, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan manusia."
Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih dan menjadi salah satu doa yang sering dibaca Rasulullah SAW.
Selain doa di atas, umat Islam juga dianjurkan membaca doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin:
Rabbi syrah li shadri, wa yassir li amri, wahlul 'uqdatan min lisani, yafqahu qauli.
Artinya:
"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami perkataanku." (QS. Taha: 25–28)
Doa Nabi Musa AS ini sangat dianjurkan dibaca ketika menghadapi pekerjaan, ujian, wawancara, presentasi, atau persoalan yang membutuhkan pertolongan Allah SWT.
Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW mengajarkan doa perlindungan dari utang kepada para sahabat. Utang yang tidak segera diselesaikan dapat menjadi beban di dunia sekaligus pertanggungjawaban di akhirat.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa sambil berikhtiar mencari rezeki yang halal, hidup sederhana, serta berusaha melunasi utang secepat mungkin.
Membaca doa ini juga menjadi bentuk tawakal kepada Allah SWT bahwa setiap kesulitan akan diberikan jalan keluar oleh-Nya.
Agar lebih maksimal, doa ini dapat diamalkan pada waktu-waktu mustajab, di antaranya:
Islam mengajarkan bahwa doa tidak menggantikan ikhtiar. Setelah memohon kepada Allah SWT, seorang Muslim tetap harus berusaha memperbaiki kondisi ekonomi, mengelola keuangan dengan bijak, menghindari utang yang tidak mendesak, serta bekerja dengan sungguh-sungguh.
Baca juga: Doa untuk Ayah dan Ibu yang Sudah Meninggal, Jangan Lupa Dibaca
Dengan memadukan doa, ikhtiar, dan tawakal, seorang hamba akan lebih tenang menghadapi berbagai ujian kehidupan. Semoga Allah SWT memudahkan seluruh urusan kita, melapangkan rezeki, menjauhkan dari lilitan utang, serta memberikan jalan keluar terbaik atas setiap persoalan yang dihadapi. Aamiin.
Sumber: Al-Qur'an Surah Taha ayat 25–28, Hadis Riwayat Bukhari dan Abu Dawud, serta kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang