Editor
KOMPAS.com - Tidak ada anak yang benar-benar siap kehilangan orang tua. Meski telah tiada, kasih sayang kepada ayah dan ibu tidak pernah berhenti. Dalam ajaran Islam, salah satu bentuk bakti yang tetap bisa dilakukan setelah orang tua wafat adalah dengan senantiasa mendoakan mereka.
Doa seorang anak saleh menjadi amalan yang sangat berharga bagi kedua orang tua yang telah meninggal. Bahkan, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa doa anak merupakan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir kepada orang tua di alam kubur.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Apabila anak Adam (manusia) telah wafat, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR Muslim).
Baca juga: 7 Doa Harian Rasulullah yang Pendek dan Mudah Dihafal, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa doa yang dipanjatkan anak bukan sekadar ungkapan rindu, tetapi juga hadiah yang sangat berharga bagi orang tua yang telah mendahului kita.
Islam mengajarkan bahwa bakti kepada orang tua tidak berakhir ketika mereka meninggal dunia. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa seorang anak tetap dapat menunjukkan baktinya dengan mendoakan ampunan bagi orang tuanya, memenuhi janji-janji mereka, melunasi utang jika ada, serta menjaga silaturahmi dengan kerabat dan sahabat mereka.
Karena itu, memperbanyak doa untuk kedua orang tua menjadi salah satu amalan yang dianjurkan setiap Muslim.
Salah satu doa yang mudah diamalkan setiap selesai salat adalah:
رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً
Latin:
Rabbigh firlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa.
Artinya:
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku ketika aku masih kecil."
Doa singkat ini dapat dibaca setiap hari sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada kedua orang tua.
Selain doa pendek, umat Islam juga dianjurkan memohonkan ampunan bagi kedua orang tua beserta seluruh kaum muslimin.
Salah satu doa yang sering dibaca berbunyi:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ...
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, khususnya kedua orang tua kami, para guru, keluarga, dan semua orang yang telah berjasa kepada kami."
Doa tersebut menjadi bentuk permohonan agar Allah SWT melimpahkan rahmat, ampunan, dan kasih sayang kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.
Setelah selesai berdoa, umat Islam juga dianjurkan membaca doa sapu jagat, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian menghadiahkan bacaan Surah Al-Fatihah untuk kedua orang tua.
Baca juga: Kumpulan Doa Harian Pendek yang Wajib Dihafal: Arab, latin, dan Artinya
Amalan sederhana ini dapat menjadi pengingat bahwa hubungan anak dengan orang tua tidak pernah terputus oleh kematian, melainkan terus terjalin melalui doa dan amal saleh.
Mendoakan orang tua bukan hanya menjadi bentuk balas budi atas kasih sayang yang mereka berikan sejak kecil, tetapi juga menjadi wujud cinta yang diajarkan Islam kepada setiap anak.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kedua orang tua kita, melapangkan kuburnya, serta menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang